Ziva Marah

223 Words
semangati aku buat nulis terus dong wkwkwk. maaf yaa 3 bab yang sangat pendek ini??? Abian merelakan lengannya dipukul dengan bantal sofa. "Kok kamu yang tensian va?" ucap Abian menggarukkan jidatnya dengan sedikit menertawakan tingkah Ziva yang sedang memarahinya. "Au ah." kesal Ziva dengan memukulkan kepala Abian dengan bantal sofa lagi sambil beranjak dari sofa yang mereka duduki. "Mau kemana? Udah siap marahi aku?" tanya Abian yang di tinggalkan Ziva sendirian. Ziva keluar dari apartemen Abian dengan membanting pintunya sekuat mungkin. Agar kekesalannya pada Abian terlampiaskan walau hanya satu persen. "Ha kan. Keluar sifat aslinya." ucap Abian sendirian di ruang tamu. Sementara Ziva yang sudah berada dirumah, melemparkan badannya ke tempat tidur yang empuk. Ziva lagi-lagi menjerit dibalik bantalnya. "Kenapa aku harus marah??!!! Bodoooooh!!!" ucap Ziva yang merasa sangat malu karena ia memarahi Abian. "Aku siapanya anj*r?! Keluarganya aja bukan!!" ucap Ziva yang masih merasa sangat malu. Ziva masih dalam posisi telungkup yang membekap wajahnya sendiri dengan bantal karena terlalu malu. Ia mendudukan dirinya diatas tempat tidur yang berukuran luas dengan bantal yang di pangkunya. "Tapi aku wajib marah dong? Yakan.?! Dia kan ikut menyusahkan diriku.." ucapnya dengan ruangan kosong yang dipenuhi dengan tumpukan buku-buku novel. Tiba-tiba Ziva berdiri dari posisi duduknya tadi. Melangkah kearah pintu dan keluar dari ruangannya itu. Menekan setiap tombol yang berisikan sandi pintu apartemen Abian. Pintu pun terbuka..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD