Alasan

260 Words
Maaf ya... untuk bab 10, 11 dan 12 ceritanya pendek. In syaa Allaah ceritanya bakal normal kembali di bab 13. Maaf banget:"" "Sebenarnya aku bingung.. mau mulai ceritanya dari mana.." ucap Abian. "Yang mana aja." agar Abian memulai cerita. "Lima bulan yang lalu aku udah sewa apartemen ini, dan baru sekarang aku tempati." "Alasannya?" ucap Ziva. "Dari dulu.. orang tua ku hobinya bertengkar. Dari aku kecil pun mereka sering bertengkar di depanku. Bukan sedih lagi va, tapi bosen liat mereka begitu terus. Bertengkar sehebat apa pun, mereka nggak cerai va. Hampir tiap hari mereka nggak di rumah. Mereka hanya tahu ngasih uang, uang dan uang. Kalau aku minta cinta mereka, emang nggak cukup uang yang selama ini aku kasih ke kamu? Mereka selalu bicara begitu. Seakan uang mereka itu segalanya va. Tapi... aku bersyukur sih.. dapat pengasuh yang ngajari aku segala hal, ngasih cintanya untuk aku dan Fellysia. Terus.. aku ngerasa kasihan sama Fellysia va. Dari lahir,, Fellysia nggak pernah di gendong mamaku. Untuk ngerasain asi aja dia belum pernah. Semakin dia besar, pendengarannya semakin jelas sama ucapan orang-orang va. Aku nggak mau dia dengar setiap orang tua kami berantam. Ucapan kasar, caci maki.. aku nggak mau Fellysia niruin itu va. Beberapa hari disini pun, aku nggak pernah terima telepon atau terima chat dari orang tuaku va. Saking mereka nggak perdulinya sama kami. Aku nggak tau apa yang ada dipikiran mereka. Mau hidup di dalam rumah mereka atau pun di apartemen yang aku sewa ini, itu sama aja va. Yang ada itu cuma aku dan Fellysia." jelas Abian kepada Ziva.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD