Membatalkan Secara Sepihak

500 Words
Andre tersenyum dan berkata, “Senang bisa berkenalan dengan Anda. Tapi saya benar-benar tidak menyangka kalau pimpinan resort ini adalah seorang wanita muda. Bahkan di usia muda begini Anda sudah begitu sukses. Benar-benar paket komplit karena selain cantik, pintar, Anda juga berbakat.” Mendengar pujian itu, Ishana tersenyum. Berbeda dengan Tristan yang justru mencebikkan bibir. Dia tersenyum sarkas setelahnya. Ishana merasa terganggu dengan sikap Tristan, karena itu secara spontan dia bertanya, “Maaf, Tuan, apakah ada masalah dengan perkataan Tuan Andre?” Ishana juga mengenali Andre karena Viona pernah membicarakannya. Namun, mengenai Tristan, dia bahkan tidak tahu siapa namanya. “Maaf sebelumnya, tetapi sepertinya saya harus membatalkan pemesanan resort ini untuk acara minggu depan,” ucap Tristan tanpa ragu. Jelas semua kebingungan. Andre pun langsung menatap lekat dan bertanya, “Kenapa?” “Saya tidak bisa mempercayai resort ini kalau pimpinannya saja ceroboh,” jawab Tristan, menatap Ishana lekat. Ishana yang menjadi sasaran pun mengerutkan kening dalam dan bertanya, “Pimpinan yang Anda maksud itu saya?” Ishana menunjuk diri sendiri. “Memang ada yang memiliki jabatan lebih tinggi dari kamu di sini?” Tristan menaikkan sebelah alis, menatap sinis. Hening. Semua yang ada di sana pun terdiam ketika mendengar apa yang baru saja Tristan katakan. Pasalnya, sebelum kedatangan Tristan, semua sudah setuju. Bahkan Andre sendiri sudah mengirim DP untuk reservasi resort yang akan digunakan dalam pertemuan dengan investor yayasan amal. Bukan hanya itu, sesuai dengan perjanjian yang dibuat, yang muka itu pun tidak bisa dikembalikan. Apa Tristan tidak tahu mengenai hal ini? Jelas saja Tristan tahu, tetapi dia tidak mempermasalahkan sama sekali. Kali ini pun Tristan memilih melangkah pergi, meninggalkan resort milik Ishana. Andre yang melihat pun langsung melangkah lebar, mengikuti sang atasan. "Tristan, tunggu," ucap Andre sembari mengejar Tristan yang sudah lebih dulu pergi. Namun, Tristan tidak menjawab sama sekali. Dia memilih terus melangkah, menuju ke arah mobil yang sudah terparkir di lobi. Hingga Andre yang sudah berada di dekatnya pun menatap lekat dengan raut wajah penuh selidik. "Tristan, coba jelaskan padaku. Kenapa kamu membatalkan pemesanan resort secara sepihak? Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Andre. Dia benar-benar penasaran. Tidak habis pikir juga kalau Tristan akan melakukannya. Tristan yang terus mendapat pertanyaan yang sama pun mulai bosan. Dia memilih menghentikan langkah dan membuang napas kasar. Manik matanya pun mulai menatap ke arah pria di sebelahnya dan siap menjelaskan. Namun, belum sempat Tristan menjelaskan, seseorang dari kejauhan terlihat berlari ke arahnya. Tristan yang melihat pun mulai mengalihkan pandangan, memperhatikan Ishana yang berlari dengan tergesa. Sayangnya, Tristan hanya betdecih kecil. Tidak ada lagi simpati untuk wanita tersebut. Sampai Ishana berhenti di depannya dengan napas memburu. "Mbak Ishana," gumam Andre, merasa kasihan dengan Ishana. Ishana hanya diam, tidak menanggapi. Dia memilih menatap ke arah Tristan. Sejenak, dia mencoba mengatur napas. Hingga tidak beberapa lama kemudian, dia yang mulai merasa normal pun menegakkan tubuh dan menatap Tristan lekat. "Kamu harus menjelaskan sekarang, kenapa kamu membatalkan pemesanan resort ini?" Ishana menatap tajam dan serius. Dia sampai merubah gaya bahasanya karena terlanjur kesal dengan Tristan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD