Tetap Rendah Hati

2022 Words

“Tina, katakan dukun mana yang kamu pakai untuk jampi-jampi keluarga tuan Shaqa?” “Tidak Mbak … Aku tidak pakai dukun, lagian punya duit dari mana aku pergi ke dukun Mbak.” “Halah bohong kamu, Na. Jangan sok polos, kalau bukan karena madukun, tidak mungkin keluarga kaya itu ngambil anakmu jadi mantu.” Pagi ini telingaku disambut satu obrolan yang membuat aku semakin malas berada di kampung dengan orang-orang yaang terlalu julid pada keluargaku. Mataku saja belum terbuka sempurna, tapi kencangnya obrolan Mama dan Kakaknya sudah bisa membuat telingaku sadar sepenuhnya. Semalam aku datang jam delapan malam dan itu membuatku kembali memilih langsung tidur tanpa membuka obrolan apapun dengan Mama kecuali menanyakan kabarnya. Hanya saja mendengar satu tuduhan yang keluar dari mulut Uwa Mill

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD