“Apa bedanya sekarang dan nanti Cathy, bukan kah kamu tetap akan jadi milikku apapun yang terjadi,” ucap Dean tanpa melangkah mundur sedikit pun. Jemarinya kini menari perlahan memutari wajah Cathy yang mulus dan terasa lembut di kulit tangannya. Degup jantungnya berpacu dengan cepat tak bisa dia kendalikan melihat wajah cantik Cathy dengan mata terpejam. “Pergilah aku haus.” Dean mendorong Cathy menjauh. Dia tidak mau emosi dan nafsu menguasai dirinya. Cathy tersenyum saat membuka mata dan mendapati Dean kini sudah berjalan mendekati bibir pantai. Sementara dia berbalik mencari penjual minuman dan memesan dua buah kelapa muda untuk mereka berdua dan menyusul Dean yang sudah duduk beralaskan pasir putih di bawah pohon bakau yang menghadap ke pantai. “Mana minumnya Cath? Aku beneran ha

