“Inilah calon pengantinnya Nyonya,” kata Valleria menyambut kedatangan putra tunggalnya yang menggandeng Cathy masuk ke ruangan Nyonya Laudya. “Cathy? Dia desainer butik batik ini Nyonya,” tanggap Laudya dengan kening yang berkerut melihat Cathy hanya diam saja saat Dean merengkuh tubuhnya dengan begitu posesif. “Anda benar Nyonya, calon menantu kami desainer anda, Cathy Adelicia,” tegas Tuan Saqa. Sebagai tanda hormat pada kedua calon mertuanya Cathy menyapa keduanya dengan seulas senyum dan badan yang sedikit membungkuk. Namun, Valeria justru membawa Cathy dalam pelukannya. “Kami merindukanmu sayang … hari ini kami ingin menjemputmu,” bisik Valeria yang langsung membuat badan Cathy menegang. Ah, bagaimana bisa dia pulang malam ini, sedangkan dia sendiri belum mengatakan hal apapun p

