"Lagi ngapain, Sayang?" tanya Bayu sembari melingkarkan kedua lengannya di pinggang sang istri yang sedang berdiri di balkon kamar hotel sembari memandang lepas ke pantai.
"Eh, Mas. Kamu bikin kaget saja," balas Sandra yang terkejut karena tiba-tiba lelaki itu sudah berada di belakangnya. Padahal tadinya Bayu sedang mandi di kamar mandi. Sandra memejamkan kedua matanya saat sang suami mengendus leher jenjangnya. Harum wangi sampo menguar dari rambut Bayu yang masih sedikit basah membuat Sandra terlena.
Sudah lama sekali keduanya tidak merasakan romansa semancam itu. Kesibukan kerja membuat Sandra sering kali merasa capek dan malas melayani sang suami. Sedangkan Bayu yang sudah mendapatkan pelampiasan dari Fira pun juga tidak lagi mengharapkan dilayani oleh istrinya. Kini, waktu berdua di kamar hotel, tanpa dikejar masalah pekerjaan membuat keduanya punya banyak waktu untuk berromansa.
"Aku rindu padamu, Sayang," bisik Bayu di telinga Sandra. Harum napas lelaki itu pun membuat Sandra enggan membuka mata.
"Aku merasa kita seperti pengantin baru lagi," ucap Bayu sembari membalikkan tubuh sang istri. Kini keduanya saling berhadapan. Sandra pun membuka matanya, menatap lelaki yang pernah membuatnya sangat jatuh cinta. Lelaki yang selalu membuatnya merasa menjadi wanita paling bahagia. Tentu saja sebelum perselingkuhannya terbongkar.
"Sandra, aku sangat mencintaimu," ucapnya sembari mendekatkan wajah ke arah sang istri. Entah kenapa, Sandra pun memejamkan mata. Jujur, dari lubuk hatinya yang paling dalam, Sandra pun sebenarnya merindukan sentuhan sang suami. Wanita itu mencoba berdamai dengan hatinya untuk bisa memaafkan kesalahan Bayu dan memulai semua dari awal.
Sebuah benda dingin dan kenyal mendarat di bibir Sandra. Insting menuntunnya untuk membalas ciuman sang suami yang semakin lama semakin mendalam dan memanas. Menimbulkan getaran aneh yang mendorong hasrat untuk melakukan sesuatu yang lebih. Apalagi saat kedua tangan Bayu mulai menjelajahi area sensitif, seketika tubuh Sandra meremang. Wanita itu memejamkan mata menikmati ciuman dan sentuhan sang suami.
Melihat tak ada perlawanan, Bayu pun membopong sang istri dan merebahkannya di atas ranjang, lalu mencumbui tubuh wanita itu dengan penuh gairah. Tak lupa memberikan sentuhan-sentuhan lembut serta gigitan manja di d**a indah itu, hingga sebuah desahan lolos dari mulut Sandra.
Tanpa bisa dikontrol, junior kecil milik Bayu di bawah sana pun menegang. Kedua tangan lelaki itu lalu menyibak pakaian bawah Sandra, hendak menurunkan segitiga pengaman yang menutupi mahkota wanita itu. Namun, seketika bayangan Fira dan Bayu sedang bercinta di kamarnya berkelebat dalam pikiran Sandra. Wanita itu membuka matanya dan mendorong tubuh sang suami.
"Ada apa, Sayang?" Bayu yang sudah berada di puncak hasrat pun terkejut karena tiba-tiba Sandra mendorong tubuhnya menjauh.
"Maaf, Mas. Jangan paksa aku. Aku belum siap," ucap Sandra sembari membenahi bajunya yang terkoyak akibat sentuhan lelaki itu. Bayu hanya membuang napas kasar, tetapi tidak berani memaksa karena takut Sandra malah semakin trauma dan tidak mau mamaafkannya. Meskipun nantinya lelaki itu bingung bagaimana cara menidurkan juniornya yang sudah terlanjur menegang.
"Iya, aku juga minta maaf kalau terlalu memaksa. Aku sangat merindukanmu Sandra. Namun, aku tidak ingin membuatmu merasa terpaksa dan malah trauma. Aku akan sabar menunggumu membuka hati untukku lagi. Kita akan melakukannya dengan rasa cinta, seperti dulu," balas Bayu akhirnya. Lelaki itu bergegas ke kamar mandi dan terpaksa menuntaskan hasratnya sendirian.
"Sepertinya nanti malam aku harus memasukkan obat perangsang itu di minuman Sandra. Dia pasti akan sangat b*******h dan tidak akan menolakku lagi," batin Bayu setelah berhasil menidurkan junior kecilnya. Lelaki itu kemudian membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi.
"Mas, kita jalan-jalan ke pantai saja, ya. Lihat sunset, pasti indah sekali," ucap Sandra saat melihat Bayu keluar dari kamar mandi. Wanita itu merasa bersalah karena meskipun Bayu telah mengecewakannya begitu dalam, tetapi lelaki itu sampainsaat ini masih sah sebagai suaminya. Seharusnya Sandra masih melayani lelaki itu. Namun, hal tersebut bertentangan dengan nuraninya. Sandra masih belum sanggup. Apalagi jika teringat kejadian malam itu, hatinya masih sakit.
"Boleh, Sayang. Habis itu kita langsung makan malam di Resto, ya. Makanan di sini enak-enak dan fresh. Kalau di makan di kamar rasanya sudah beda," balas Bayu bersemangat. Lelaki itu berniat mamasukkan obat perangsang dalam minuman Sandra nantinya.
"Iya, Mas. Ayo!" Keduanya pun keluar dari kamar dan berjalan kaki menuju pantai yang letaknya tak jauh dari hotel. Sepanjang jalan, tangan Bayu selalu menggenggam jemari Sandra seolah tidak ingin melepaskannya. Sandra pun membiarkan sang suami menggandengnya, meskipun rasanya sudah tidak seperti dulu lagi. Wanita itu merasa perasaannya kepada Bayu sudah hambar. Namun, Sandra berusaha menerima kenyataan dan mencoba untuk memaafkan sang suami. Wanita itu teringat nasehat kakaknya, bahwa dirinya harus memberikan kesempatan kedua untuk Bayu.
Sesampainya di pantai, keduanya pun bermain air. Baik Bayu maupun Sandra teringat masa-masa mereka pacaran dulu. Keduanya memang sering jalan-jalan ke pantai dan melihat Sunset. Sejenak, Sandra lupa kalau lelaki yang kini sedang bersamanya itu pernah sangat mengecewakannya, pernah menghianatinya dan masukan wanita lain kepada kehidupan rumah tangga mereka. Keduanya pun asyik bermain air sekaligus menikmati keindahan sunset.
"Mas, aku haus," ucap Sandra setelah lelah bermain air.
"Kamu mau minum apa, Sayang?" tanya Bayu sembari mengajak sang isri duduk di kursi malas yang tersedia di sepanjang pantai.
"Aku mau minum es s**u vanila latte."
"Oke, kamu tunggu di sini, ya. Biar aku belikan."
"Iya, Mas. Makasih, ya." Sandra duduk dikursi dan menyenderkan punggungnya. Sedangkan Bayu bergegas ke kantin terdekat untuk membelikan minuman pesanan sang istri.
"Hai, Sandra," sapa seseorang membuat wanita itu menoleh.
"Lho, Pak Rangga? Anda di sini juga?" tanya Sandra yang terkejut melihat lelaki yang tidak lain adalah Rangga ternyata juga berada di pulau Lombok. Wanita itu menegakkan punggungnya, lalu berdiri.
"Nggak nyangka, ya. Kita bisa ketemu di sini. Padahal saya nggak tau kalau kamu dan suami honeymoon di sini," balas Rangga sembari menatap Sandra membuat wanita itu salah tingkah.
Meski sudah sama-sama saling mengikhlaskan, tetapi tatapan Rangga terhadap Sandra masih sangat menyiratkan rasa cinta. Lelaki itu belum sepenuhnya ikhlas melepaskan Sandra yang sekarang sudah menjadi milik lelaki lain.
"Pak Rangga ke sini sama siapa dan dalam rangka apa?" tanya Sandra basa-basi tanpa menatap lelaki itu.
"Oh, saya ke sini sama John. Kebetulan saya niat liburan saja. Sungguh saya tidak menyangka akan ketemu kamu di sini," balas Rangga sembari tersenyum. Lelaki itu pun teringat kejadian siang tadi, saat melihat Bayu bertemu wanita selingkuhannya di Resto.
Rangga merasa geram dan bermaksud memberitahukan Sandra sekaligus menunjukkan bukti pembicaraan Bayu dengan selingkuhannya yang berhasil dia rekam. Rangga tidak rela kalau wanita yang ia cintai disakiti oleh laki-laki lain. Apalagi lelaki itu adalah suami Sandra sendiri.
"Oh hanya berdua dengan John?" tanya Sandra yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rangga.
"Oiya, suami kamu mana?" tanya Rangga yang menyadari Sandra sendirian.
"Mas Bayu lagi beli minuman. Sebentar lagi juga ke sini."
"Oh gitu. Eum, Sandra, bisa kita bicara sebentar? Penting." Mendengar ucapan Rangga, Sandra pun menatap lelaki itu. Melihat keseriusan wajah Rangga, sepertinya lelaki itu memang ingin membicarakan sesuatu yang penting.
"Mau bicara soal apa, ya, Pak? Kalau soal pekerjaan, sebaiknya jangan. Saya kan lagi cuti," canda Sandra untuk menghilangkan ketegangan, membuat Rangga terkekeh.
"Bukan, bukan masalah pekerjaan. Mana mungkin aku membahas pekerjaan saat lagi liburan begini."
"Lalu, Pak Rangga mau bicara soal apa?" Sandra Makin penasaran.
"Lho ada Pak Rangga?" ucap Bayu yang baru datang membawa dua cup es s**u vanilla latte, membuat Rangga mengurungkan niatnya untuk bicara.
"Iya, Pak Bayu. Nggak nyangka, ya. Kita bisa ketemu di sini." Rangga mengulurkan tangannya dan disambut jabat tangan oleh Bayu.
"Ini kebetulan atau memang Anda sengaja mengikuti kami?" tanya Bayu yang tampak kurang suka dengan keberadaan Rangga.
"Mas, kamu jangan sembarangan. Mana mungkin Pak Rangga sengaja mengikuti kita? Aku saja tidak bilang kalau mau ke Lombok," protes Sandra yang merasa tak enak hati pada Rangga.
"Oh, kalau begitu maafkan saya, Pak Rangga." Bayu membuang napas kasar karena sang istri terkesan membela Rangga.
"Sandra, boleh aku bicara sebentar dengan suamimu?" tanya Rangga membuat Sandra dan Bayu saling memandang.
"Bicara dengan suami saya? Soal apa, ya, Pak?" Sandra heran.
"Urusan lelaki."
"Ha? Maksudnya?" Sandra semakin heran.
"Maksudnya aku mau mengajak suamimu main volly pantai besok. Jadi, aku mau diskusi sebentar. Boleh, kan?" Jawaban Rangga membuat Sandra lega.
"Oh, volly. Boleh, Pak. Silahkan." Sandra mempersilahkan para lelaki bicara. Sedangkan dirinya kembali duduk menikmati segelas es s**u vanilla latte pemberian sang suami. Sementara, Bayu dan Rangga menjauh dari Sandra.
"Apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya, Pak Rangga? Saya tau Anda tidak benar-benar ingin mengajak saya main volly," ucap Bayu saat keduanya sudah menjauh dari Sandra.
"Anda ternyata cukup cerdas, Pak Bayu. Tidak heran, jika Anda bisa bermain wanita di belakang Sandra selama ini." Ucapan Rangga membuat Bayu terkejut.
"Apa yang Anda bicarakan? Saya tidak mengerti."
"Saya ada di Resto tadi siang saat Anda menjumpai seorang wanita yang saya duga, selingkuhan Anda. Saya pun mendengar semua yang Anda bicarakan dengannya," ucap Rangga membuat Bayu seketika panik.