Hari itu Juan menjalankan perintah Noah dengan sungut-sungut dibibirnya sepanjang perjalanan menuju ke kampus. Pasalnya tugas hari ini didukung oleh Adam yang merupakan bos terbesar mereka saat ini dan kalau Juan menolak dia bukan harus berhadapan dengan Noah saja tapi juga dengan kedua orang tuanya yang notabene orang kepercayaan Adam juga Ciara. Target sudah terlihat, Juan berpura-pura mengotak-atik ponselnya seolah tidak memperhatikan jalannya. “Aduh!” Ponsel Juan jatuh lalu memungutnya dengan seringai tersembunyi di bibirnya. “Maaf, saya ngak sengaja nabrak. Apa ada yang terluka? Perlu ke rumah sakit?” Tanya Juan seraya memperhatikan Marini dari atas ke bawah seolah sedang merasa khawatir. Seorang Marini yang sudah mereka pelajari karakternya sebelum Juan bertindak tentu saja suda

