Noah berbalik langsung berdiri dari duduknya saking kagetnya mendengar suara balasan dingin dari Ciara. “Mama! Kok kemari.” “Kenapa? Biar Mama ngak ngadu ke Papa kalau calon pewaris Damian searogan ini memaki stafnya bekerja demi meluapkan emosi.” Satu lagi perempuan yang membuat Noah mati kutu sudah pasti mama-nya. “Maaf, Mah. Noh ngak tahu Mama yang datang.” “Kalau sekretaris kamu tadi yang masuk dia bakal ngak punya otak kan.” “Ck, Mah. Udah dong. Aku pusing malah Mama bikin tambah mumet.” “Makanya kalau ada masalah yah cerita dong, Noh.” Sahut Ciara ketus membuat Noah tidak berani lagi melanjutkan protesnya lagi. Wanita berwajah manis dan lembut itu menghampiri meja anaknya, menarik kepala Noah masuk dalam dekapannya seraya mengusap kepala Noah. “Kamu kenapa? Mama jarang lihat

