“Dasar pengecut, jangan pikir punya bekingan aku akan membiarkanmu hidup tenang! Kamu akan merasakan akibatnya sudah membangkang! Lihat saja! Aku akan membalas rasa malu yang sudah kamu dan Ciara munafik itu lakukan di arisan tadi!” “Ayo bertemu, El. Kita bicara baik-baik. Jangan menghindar, aku ingin kita mulai dari awal lagi. Bocah itu hanya akan mempermainkanmu, El. Balas pesanku sekali ini saja.” “Dasar munafik! Bisa punya muka tembok ngak tahu malu pacaran sama bocah. Noah masih lebih pantas sama gua daripada loe!” Setelah masuk ke dalam kamar, Eloise lebih dulu masuk ke kamar mandi lalu bergantian mandi dengan Noah. Saat Noah keluar dia melihat calon istrinya duduk di kursi tempatnya biasa belajar juga bekerja. Wajah El terlihat murung cemberut sambil menatap layer ponselnya. “Ch

