Aku mencintaimu dengan segala kesederhanaanku. Dan kamu mengabaikanku dengan segala kelemahan yang kumiliki. **** Andrea memeluk lututnya di pojok pinggir kamarnya. Ingatan akan harapan yang diberikan Axel kepadanya terngiang begitu saja. Sentuhan, usapan, kata-kata yang dilontarkan Axel membuat dadanya kembali nyeri. Semua yang dia miliki telah dia berikan kepada pria itu. Cinta, kasih sayang, kepercayaan dan mahkotanya ia berikan kepada Axel dengan suka rela. Dia tidak memaksa pria itu untuk membalas cintanya, tetapi dia hanya meminta Axel untuk percaya kepadanya. Percaya kalau cinta yang dia miliki sudah cukup untuk pria itu. Sekelebat angan dan harapan Andrea tentang masa depannya pupus begitu saja. Tidak ada lagi harapan akan dirinya dan Axel tetap bersama. Dia yang salah, bukan A

