Jangan menunggu kesempatan kedua, kalau kesempatan pertama saja disia-siakan begitu saja. *** Axel menatap wajah Andrea yang terlelap tanpa berkedip. Ini adalah pagi, lebih tepatnya siang pertama untuk hubungan resmi mereka. Kini Andrea miliknya seutuhnya. Andrea adalah wanitanya. "Eeggghh.." Axel tersenyum melihat Andrea yang mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Kilasan bayangan yang beberapa jam yang lalu dia lakukan bersama Andrea membuat senyumnya tidak pernah pudar. Hatinya menghangat mengetahui kalau dia adalah lelaki pertama bagi wanita itu. "Morning my wife.." Bisik Axel mengecup pelan pipi Andrea. "Apa di sini masih sakit?" Tanya Axel menyentuh bagian tubuh Andrea yang paling intim. Sontak membuat pipi Andrea bersemu merah. Ia masih malu ketika Axel berbicara terlalu frontal.

