"Jangan janjikan aku apa pun. Sehingga jika nanti kamu harus pergi tidak ada yang perlu aku ingat, selain alasanmu untuk pergi."
***
"Please, stay with me.."
Andrea mengerjap-erjapkan matanya bodoh. Dia masih belum percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari bibir Axel. Pria itu memintanya untuk tetap bersamanya, lalu kemarin-kemarin mengapa Axel menyuruhnya untuk pergi meninggalkannya dan menyerah untuk mempertahankan pernikahan mereka.
Ada apa dengan Axel? Mengapa pria itu memintanya tetap bersamanya? Apa yang terjadi dengan Axel? Apa ini salah satu rencana Axel untuk membuatnya kembali jatuh? Apa memang Axel selama ini adalah pria b******n yang tega menyakiti hati gadis sepertinya?
"Maaf..." lirih Axel membuka matanya dan menatap tepat di manik mata Andrea. Bibir mereka masih menempel satu sama lain. Hanya menempel, tanpa ada lumatan dan semacamnya.
"Aku tau aku salah, maka dari itu maafkan aku Lea.." ucap Axel dengan bibirnya yang perlahan bergerak menyusuri tulang rahang Andrea. Axel menggigitnya gemas.
"Apa kau mau memaafkan ku, Lea..?" Bisik Axel bertanya seraya mengecup pelan lehernya.
Andrea mengangguk cepat. Dia tidak mengerti apa yang saat ini dia rasakan, dia begitu menikmati sentuhan Axel. Bahkan ia ingin menyuruh Axel agar melakukan lebih.
‘Kau m***m Le’
"Aku memang belum mencintaimu..." Bisik Axel. "Tapi aku berjanji akan belajar mencintaimu." Lanjut Axel lembut. Tangannya bergerak menyingkirkan anak rambut Andrea yang menutupi wajahnya.
Cinta? Dia tidak yakin bakal bisa mencintai Andrea dalam waktu dekat. Namun dia percaya cinta itu akan datang seiring dengan berjalannya waktu dan seberapa besar usahanya untuk belajar mencintai Andrea.
"Wilona..?" Tanya Andrea pelan.
Matanya masih terpejam menikmati sentuhan tangan Axel di permukaan wajahnya Nafasnya terasa berat. Adegan ini sama seperti adegan di film dan novel-novel yang pernah dia baca.
Axel tersentak mendengar pertanyaan Andrea. Dia sama sekali belum ke pikiran dengan bagaimana hubungannya dengan Wilona.
Wilona adalah sahabat yang menjelma menjadi kekasihnya. Wanita itu selalu ada untuknya dalam kondisi apa pun. Di saat ia terpuruk karena ditinggal Bianca, Wilona-lah yang selalu ada untuk menghiburnya. Hingga dimana Wilona mengungkapkan perasaannya kepada Axel. Wanita itu mengungkapkan betapa ia mencintai Axel dengan segala kekurangannya.
Dan see, Axel dengan mudah menerima Wilona untuk menjadi kekasihnya. Dia berharap dengan adanya Wilona dia akan bisa perlahan-lahan melupakan Bianca. Namun hasilnya tetap sama. Dia masih tetap mencintai Bianca hingga sekarang. Jadi perasaan apa yang dia rasakan ketika bersama dengan Wilona? Dia hanya merasa nyaman jika bersama dengan wanita itu, dan dia hanya menganggap Wilona sebagai teman, tidak lebih.
Bughh..
Andrea mendorong tubuh Axel hingga terjengkang ke lantai. Andrea tidak peduli dengan ringisan Axel. Hatinya kembali nyeri ketika melihat Axel yang hanya diam. Apa memang pria itu hanya ingin mempermainkannya? Kalau iya, maka Axel berhasil!! Pria itu berhasil mempermainkan perasaannya dan melukainya.
"Kau tidak perlu berjanji kalau kau sendiri tidak berniat untuk menepatinya" Ucap Andrea dingin dengan air mata yang siap jatuh.
"Aku sadar cinta itu tidak bisa dipaksakan. Jadi sekarang aku melepasmu, kau bisa melakukan apa pun yang kau mau. Bahkan kau bisa menceraikanku dan menikah dengan wanita yang kau cintai." Ucap Andrea terisak. Nafasnya memburu seirama dengan suara isak tangisnya.
Axel melongo mendengar penuturan Andrea. Cerai?
"Apa yang kau katakan ,Le? Aku tidak akan menceraikanmu sampai kapan pun..." ujar Axel cepat. Saat ini dia tidak sadar kalau ucapannya beberapa detik lalu terlah membuatnya kembali meminum air liurnya yang sudah dia buang. Menjijikkan!
"Mengapa? Apa satu wanita tidak cukup bagimu? Apa jalangmu itu tidak bisa memuaskanmu?" Tanya Andrea murka. "Kau mengatakan ingin memulainya denganku, mencoba mencintaiku, memintaku untuk tetap bersamamu. Tapi kenyataan yang aku lihat berbeda. Kau seolah menyuruhku menjauh darimu. Dan kau bahkan tidak menjawabku tadi."
Axel meraih tubuh Andrea yang bergetar akibat menangis. Ia memeluk Andrea dengan erat. Dia tidak peduli dengan seberapa besar penolakan Andrea akan pelukannya. Dia mengaku salah karena telah membuat Andrea menangis lagi.
"Ssttt. Diamlah honey." Lirih Axel lembut mengelus punggung Andrea.
"Aku memang lagi berusaha untuk memulai dari awal denganmu, dan aku harap kau percaya itu. Dan soal Wilona, secepatnya aku akan mengakhiri hubungan kami. Karena bagiku tidak ada yang lebih penting selain kebahagiaanmu untuk saat ini," bisik Axel. Dia memberikan beberapa kali kecupan di pucuk kepala Andrea.
"Aku tidak seromantis teman-teman priamu untuk meyakinkan betapa aku serius dengan ucapanku."
Andrea menatap Axel untuk mencari kejujuran pria itu.
"Aku berjanji akan membahagiakanmu. Dan aku harap kau masih mau menerima bandot tua ini untuk tetap menjadi suamimu."
Andrea terkekeh geli mendengar ucapan Axel. Dia masih ragu dengan Axel, tetapi ucapan dan tatapan pria itu mampu membuatnya dengan mudah luluh. Dia sangat mencintai pria tua ini, dia sangat mencintai bandot tua ini dan bandot tua itu adalah suaminya.
Sebesar apa pun Axel menyakitinya tetap saja cintanya yang menang.
#TBC