Hening Begitu lama. Begitu mencekam. Suasana itu sungguh menyesakkan, memukul-mukul d**a yang malang membuat napas terengah. Tubuh William membeku kaku, sementara matanya memandang kosong ke arah Stefano. Perlahan dilepaskannya tangannya yang bergetar dari leher Stefano untuk kemudian menoleh kepada Angel. Monster? Perempuan yang sangat dicintainya ini menyebut dirinya monster? Sungguh sebuah kenyataan yang ironis ketika mendengar sebutan itu terlontar dari bibir yang seorang yang dicintai. William memejamkan mata, menghela napas dalam mencoba untuk merayu hatinya yang seolah menangis karena luka itu. "Apa kau bilang? Monster?" tanyanya dengan tatapan tidak percaya. "Coba katakan sekali lagi Ella, katakan bahwa aku ini adalah monster." Tangan Angel bergerak untuk menutup mulutnya rap

