Xing Zaolin melihat baju yang diberikan padanya, baju hitam-hitam yang biasa di pakai oleh para busu.
“Simpan bajuku ini, sebab ini baju pertama milikku,” Xing Zaolin berkata.
“Dia mencuri nya,” Ling Ling berkata.
“Ling Ling, kau selalu berkata kasar kepada tuan muda Xing,” Nio Nio berkata dan perkataan nya agak keras di telinga Ling Ling, sehingga membuat gadis itu agak pucat wajah nya.
Ha ha ha.
“Tak apa nyonya, memang itulah kenyataan nya,” Xing Zaolin berkata.
“Baju ini seperti sebuah seragam tuan muda.”
Seragam..!! Apa maksud nya dengan seragam nyonya.
“Ini ada lambang nya,” Nio Nio berkata, sambil menunjuk ke arah ujung baju.
Benar nyonya, baju ini ku curi dari orang yang katanya anggota Sekte Naga Merah.
Wajah Nio Nio langsung berubah mendengar perkataan dari Xing Zaolin yang mengatakan bahwa, Xing Zaolin yang mencuri baju anggota Sekte Naga Merah.
Dan memang reaksi dari wajah Nio Nio yang ingin di lihat oleh Xing Zaolin, dan pemuda itu sekarang tahu, bahwa sedikit banyak Nio Nio mengetahui tentang Sekte Naga Merah dari perubahan wajah yang terlihat.
Tapi Xing Zaolin tak mau berkata apa-apa jika saat nya ia bisa menerima sebagian kepemilikan dari rumah surga hiburan malam, maka informasi apapun dapat ia tanyakan.
Dua kereta kuda dengan sepuluh ekor kuda yang mengawal nya bergerak dari kota shiro menuju ke kota sancang.
Perjalan dari kota shiro ke sancang lumayan jauh, melewati beberapa kota kecil.
Xing Zaolin yang belum pernah mengendarai kuda, duduk di samping kusir kereta, Ling Leng dan Ling Lung menyuruh duduk di dalam kereta, tapi Xing Zaolin menolak dan ingin duduk di luar sambil melihat-lihat.
Perjalanan ketiga kembang kota shiro sering mereka lakukan, ketiga kembang kota shiro memang terkenal di beberapa kota karna kecantikan nya dan keahlian mereka bermain musik dan suara Ling Ling yang merdu dan ahli memainkan suling, membuat nama tiga kembang kota shiro menjadi terkenal dan sering di undang oleh para pejabat maupun bangsawan yang ada di kota-kota sekitar kota shiro.
Ketika bertemu dengan Xing Zaolin di perahu, juga karna habis mengisi acara perayaan ulang tahun seorang pedagang besar.
Dan sekarang mereka menuju kota sancang untuk mengisi acara yang di adakan oleh bangsawan Khe yang memang terkenal di kota sancang.
Kereta mereka berjalan perlahan menuju kota sancang , kota tempat perguruan harimau besi.
Salah satu perguruan yang tercatat di buku kecil milik Xing Zaolin.
“Kakak bagaimana menurut kakak dengan tuan Xing Zaolin?” Ling Leng bertanya kepada Ling Ling.
“Pemuda yang sombong,” Ling Ling berkata.
“Sombong, menurutku tidak! Benarkan kakak Ling Lung?” Ling Leng berkata.
Hmm..!!
“Kau suka padanya ya?” Ling Ling berkata, sambil menatap tajam ke arah Ling Leng.
Tidak, tidak ko, aku tidak suka tuan Xing.
“Bagus jika tidak suka, dia pemuda yang dingin aku jadi penasaran apa hati nya terbuat dari batu?” Ling Ling berkata.
“Agak nya bukan aku, tapi kak Ling Ling sendiri yang suka padanya,” Ling Leng berkata sambil tertawa.
Ketika mereka sedang asik bercakap-cakap, tiba-tiba kereta berhenti dan suara ringkik kuda yang di tahan terdengar jelas oleh ketiga gadis yang berada di dalam kereta.
Ada apa, kenapa kereta nya berhenti, Ling Ling berkata.
Kepala Ling Ling menjulur keluar dari kereta dan melihat sebuah kereta mewah tengah berada di depan rombongan kereta mereka.
Kemudian Ling Ling turun dari kereta, di ikuti oleh kedua adik nya.
Seorang pemuda tampan dan gagah kemudian turun dari kereta kuda yang mewah itu.
Ling Ling mengerutkan dahi melihat pemuda itu karna tidak mengenal nya.
Ling Ling lalu membungkuk memberi hormat, “Tuan muda, apa maksud tuan muda menghadang perjalanan kami?” Ling Ling berkata.
Nona bukankah kembang kota shiro, nona Ling Ling? Betul tuan muda, hamba memang Ling Ling.
“Kami juga akan ke kota sancang menghadiri undangan, kebetulan tadi aku melihat cap kereta surga malam di kereta kuda. Jadi aku memberanikan diri menghadang perjalanan nona Ling Ling,” Pemuda itu berkata.
“Maaf tuan muda, memang benar kami akan ke kota sancang, tapi kami tidak kenal dengan tuan muda,” Ling Ling berkata.
“Maaf kalo boleh tau siapa tuan muda sebenar nya?” Ujar Ling Ling.
“Kami adalah sepasang tombak langit, murid dari Dewa Tombak,” Pemuda itu berkata dan kami adalah tamu kehormatan di acara yang di gelar oleh bangsawan Khe.
Hmm..!!
“Lagaknya seperti yang punya dunia saja,” Xing Zaolin berkata dalam hati, mata nya tampak berkilat melihat pemuda itu karna guru pemuda itu adalah orang yang disebut dalam buku kecil milik nya.
Dua dewa, Dewa Tombak adalah salah satu dewa di catatan itu, selain Dewa Api.
Dari kereta mewah itu turun seorang gadis cantik, menghampiri pemuda tampan yang sedang berbicara dengan Ling Ling.
“Kakak ayo kita pergi! Nanti jika terlambat paman Khe pasti marah,” Ujar gadis cantik itu berkata kepada pemuda tampan itu.
“Pamam Khe! Apa bangsawan Khe adalah saudara tuan?” Ling Ling berkata.
Nona benar bangsawan Khe adalah paman kami, oh ya nona, kenalkan ini adikku, Khe Hu dan aku Khe An. Kami berdua adalah kakak beradik dan murid Dewa Tombak.
“Khe Hu, nona ini yang akan mengisi acara di tempat paman Khe, suara nya bagus dan pemain musik mereka bertiga sangat indah,” Ujar pemuda tampan yang bernama Khe An itu.
Khe Hu kemudian menarik baju kakak nya agar menjauh, lalu gadis itu berkata, “Kakak ngapain sih deket-deket dengan wanita penghibur?” Nanti kalo keluarga kita dengar kan kita juga yang akan malu, Khe Hu berkata.
Khe An diam mendengar perkataan dari adik nya.
Khe Hu memang menarik baju kakak nya agar menjauh untuk bicara, tapi banyak orang yang mendengar, termasuk Ling Ling sendiri.
Ketika Khe An mendekat, sebelum pemuda itu bicara, Ling Ling mendahului berkata.
“Tuan muda Khe, tolong pinggirkan kereta mu karna kereta kami mau lewat,” Ujar Ling Ling.
“Keluarga kalian adalah keluarga bangsawan, benar kata adikmu yang cantik itu.”
“Kami wanita penghibur tak pantas berjalan dengan kaum terhormat, jadi tolong pinggirkan kereta tuan, kami akan melanjutkan perjalanan,” Ling Ling berkata.
“Tunggu nona Ling Ling,” Khe An berkata, tetapi adik nya nendahului nya, “Biarkan saja kakak, toh dia sudah bicara, perjalanan ke sancang masih jauh jika ada begal gunung yang mau merampok mereka, kita juga yang akan repot nantinya,” Khe Hu berkata, ada senyuman sinis setelah dia berkata.
Ling Ling yang tahu siapa mereka tak menjawab perkataan gadis itu, dan hanya diam.
Tapi dari arah kusir kereta terdengar suara.
“Cuma begal gunung kenapa harus takut.”
“Sekalipun Dewa Tombak yang datang sendiri untuk merampok.”
“Akan ku pecahkan batok kepala nya.”
Setelah berkata, Xing Zaolin turun dari kereta, lalu menarik tangan Ling Ling dan berkata.
“Kau ajak adik-adikmu masuk ke dalam kereta biar aku yang urus masalah kereta tuan-tuan dan adik nya ini,” Ujar Xing Zaolin berkata pelan.
Ling Ling seperti tak percaya mendengar Xing Zaolin bisa berkata lembut dan enak di dengar.
Ling Ling, Ling Lung dan Ling Leng membantah mereka masuk ke dalam kereta.
Khe Hu yang mendengar perkataan tidak sopan tentang guru mereka yang di hormati dan di segani di dunia persilatan, sangat marah.
“Busu kurang ajar! Apa kau bukan dari tionggoan, dan tak kenal dengan nama Dewa Tombak, sampai-sampai mulut mu yang bau itu berkata tidak sopan kepada guru kami?” Khe Hu berkata.
Xing Zaolin tak peduli dengan perkataan gadis itu.
Mata nya menatap tajam ke arah Khe Hu, lalu berkata.
“Apa tuan tidak dengar perkataan nona Ling Ling untuk menyingkirkan kereta kuda, karna kami akan melanjutkan perjalanan.”
Tapi jika tuan tak mau, biar busu ini yang menyingkirkan kereta.
Ketika Khe An hendak bicara tapi di dahului oleh Khe Hu, “Biarkan saja kakak.”
Mendengar perkataan dari Khe Hu, Xing Zaolin lalu memasang kuda-kuda, setelah menarik nafas sambil menggerak-gerak kan kedua tangan.
Lalu kedua tangan nya menyodorkan ke depan.
Whuutt, blaaar.
Kereta, dengan se ekor kuda dan kusir nya terlempar dari jalan, kuda yang menarik kereta langsung tewas, sedangkan sang kusir nya berdiri setelah terlempar, wajah nya sangat ketakutan.
Xing Zaolin yang sudah kesal, mengeluarkan tenaga dalam nya, dan ilmu pukulan dewa angin ia keluarkan hingga membuat kuda penarik tewas, kereta hancur dan kusir mereka terlempar jauh.
Xing Zaolin mendengus, dan berkata sambil menatap tajam ke arah Khe Hu.
“Salam kepada Dewa Tombak,” dan bilang pada gurumu itu.
Jangan coba-coba merampok kami.
Khe An dan Khe Hu menatap ke arah kuda mereka yang mewah dan tak bisa berkata-kata, sementara itu Ling Ling dan kedua adik nya dan para busu hanya bisa melotot, melihat kereta yang berat beserta kuda nya sampai terlempar terkena hantaman Xing Zaolin.
Khe An menghampiri Xing Zaolin yang wajah nya tertutup caping.
“Maaf bisa kami tidak sopan, kami tak tahu bila di dalam rombongan terdapat sesepuh dunia persilatan,” Khe An berkata sambil membungkuk memberi hormat kepada Xing Zaolin.
Sedangkan Khe Hu tubuh nya gemetar, melihat apa yang terjadi dan yang ia saksikan, guru nya Dewa Tombak belum tentu bisa melakukan apa yang dilakukan oleh busu itu, “Siapa sebenarnya busu itu dan apa yang diberikan rumah hiburan surga malam?” Sampai mendapat perlindungan dari tokoh sakti yang mau berpakaian seperti busu.
Xing Zaolin tak menjawab perkataan Khe An, pemuda itu berjalan ke arah kereta, lalu naik dan menyuruh kusir kereta kuda untuk melanjutkan perjalanan.
Tapi sebelum kereta berjalan, Ling Ling menyuruh seorang busu untuk memberikan dua ekor kuda kepada Khe An dan Khe Hu, yang masih bengong dan belum hilang rasa terkejut di hati mereka.
“Tuan sungguh hebat, tak kusangka rumah hiburan surga malam, bisa menarik tuan menjadi pengawal dari tiga kembang rumah hiburan surga malam seperti ini, aku kusir kereta jadi berani menubruk apapun dan siapapun yang menghalangi jalan kita.”
Sedangkan busu yang lain ketika berkuda lebih tampak gagah karna mereka sekarang bisa membusungkan d**a.
Karna nyonya majikan mereka menyewa seseorang yang sangat sakti, yang menyamar menjadi busu.