Kejutan Di Rumah Hiburan Malam

2009 Words
Ling Leng sampai mengusap-usap mata nya dengan tangan, akibat masih tak percaya melihat orang yang berada di depan nya. Begitu pula dengan Ling Lung dan kakak mereka yang pernah tercebur ke dalam sungai. Hmm..!! “Kenapa kalian ada di sini?” Xing Zaolin berkata setelah melihat gadis yang pernah bertemu dengan nya di perahu. Ketiga nya saling melihat satu sama lain mendengar perkataan dari Xing Zaolin. “Harus nya kami yang bertanya padamu, kenapa kau berada di sini?” Ling Leng berkata, dan dua orang gadis yang bersama nya mengangguk mendengar perkataan adik nya itu. “Aku memang menginap di sini,” Xing Zaolin berkata. “Hebat orang yang aku beri uang untuk bekal, ternyata menginap di penginapan termahal di kota shiro.” Xing Zaolin mendengar perkataan gadis yang pernah tercebur itu, sambil menatap tajam ke arah nya dan berkata. “Siapa nama mu?” “Dan satu hal lagi yang harus kau tahu, apa aku pernah meminta bekal padamu?” Xing Zaolin berkata. “Jika kau tak mau sebut nama mu dan ingin meminta kembali uang mu itu, ambil saja sama pemilik penginapan ini, nanti akan ku bayar tagihan penginapan sekalian,” Kau tak perlu main musik si sini, lebih baik kalian keluar, Xing Zaolin berkata ketus. “Tuan muda Xing, maafkan kakak ku namanya adalah.” “Ling Leng kau diam, aku bisa sebut namaku sendiri,” Gadia itu berkata. Maafkan kami tuan, kami tidak tahu jika tuan muda menginap di tempat kami, perihal uang yang aku berikan, anggap saja sebagai tips dari kami karna tuan sudah menginap di penginapan kami. Dan Nama ku adalah Ling Ling, gadis itu berkata sambil melirik ke arah Xing Zaolin, tapi pemuda itu yang di lirik seperti tidak melihat ke arah nya walaupun ia sudah menyebutkan nama nya. “Dasar pencuri tengik, tadi bertanya tapi setelah diberi tahu seperti tak peduli, Ling Ling Berkata dalam hati, hati nya sangat kesal kepada Xing Zaolin. Lalu Ling Ling dan kedua adik nya, mulai memainkan musik dan beberapa buah lagu, suara merdu Ling Ling menyanyikan lagu tentang seorang kekasih hati yang baru bertemu. Tak lama kemudian ketiga nya keluar dari rumah kecil tempat Xing Zaolin menginap. Ketika berjalan, tampak Ling Ling terus mengerutu, “Pencuri tengik, aku sudah kasih uang aku kasih tahu nama ku, dan juga nyanyi untuk nya, tapi apa balasan nya?” Ujar Ling Ling dengan raut wajah yang terlihat kesal. “Dia malah asik-asik tidur, sementara kita teriak-teriak untuk menghibur nya, dasar pencuri tak tahu diri,” Ling Ling terus ngomel sambil pergi. Dia tadi berusaha memikat Xing Zaolin dengan senyuman, gerak tubuh dan kerlingan mata tetapi tak ada respon dari pemuda itu yang tetap saja ia lihat memejamkan mata, dan selidik punya selidik akhir nya ia mengetahui, bahwa mata yang terpejam itu ternyata memang benar-benar tertidur. Bukan mendengarkan alunan musik atau suara merdu nya. Ling Leng dan Ling Lung hanya geleng-geleng kepala melihat dan mendengar keluh kesah kakak nya itu. Xing Zaolin ketika bangun dan melihat ketiga nya tak berada di kamar nya tersenyum, ia memang memejamkan mata dan mematikan rasa tapi tidak tertidur, mengawasi ketiga nya dan hati nya tertawa terbahak-bahak melihat gadis itu mencak-mencak ketika keluar dari tempat ia menginap. Setelah membasuh muka dengan air hangat, dan menyantap hidangan pagi yang sudah di sediakan. Xing Zaolin kemudian keluar dari penginapan dan ketika melewati pintu keluar gerbang, dan menengok ke atas, baru ia melihat tulisan, “Surga Malam,” di sebuah papan di atas gerbang pintu masuk. Pagi hari, Xing Zaolin berjalan-jalan di pusat kota shiro sangat ramai penduduk, banyak para pedagang menjajakan dagangan nya, ketika ia melihat banyak sepatu-sepatu dari bahan kulit, pemuda itu tertarik lalu menawar sebuah sepatu kulit berwarna hitam, untuk menggantikan sendal rumput yang dia pakai, selesai membeli dan keluar dari toko sepatu, sebuah batok kelapa yang seperti kemarin ia baru masuk kota telah berada di depan nya. Xing Zaolin tersenyum melihat pemuda itu, kemudian memberikan dua tail perak ke dalam batok kelapa itu, sang pengemis muda yang membawa bambu hitam tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Setelah memakai sepatu kulit berwarna hitam dan panjang itu, Xing Zaolin terlihat semakin gagah saja, pemuda itu lalu kembali ke penginapan setelah puas berjalan-jalan, karna hari sudah siang ia lalu kembali ke penginapan. Ketika ingin masuk, ia melihat lima orang pria berwajah bengis masuk ke dalam tempat hiburan surga malam. Kelima orang itu memakai baju yang sama berwarna merah, “Siapa orang itu?” Xing Zaolin berkata dalam hati. Setelah sampai ke kamar, Xing Zaolin melihat poci arak yang kosong, kemudian keluar dari rumah kecil nya ke arah gedung utama rumah hiburan surga malam untuk meminta arak. Xing Zaolin mendengar suara gaduh ruangan depan yang biasa di pakai oleh para tamu untuk minum arak dan menikmati pertunjukan musik. Tuan tuan di sini banyak wanita penghibur, tapi penyanyi dan pemusik di tempat kami bukan wanita penghibur, mereka khusus untuk bernyanyi dan bermain musik. Tuan, Ma Honk sebagai orang yang sering datang ke sini juga mengetahui itu, tolong lah tuan Ma Honk beri tahu teman-teman Ma, nyonya pemilik rumah hiburan yang menerima nya menginap itu berkata kepada orang yang di sebut tuan Ma. “Nio Nio, kakakku dan aku baru datang dari nayank dan ingin hiburan, ketika kakakku melihat Ling Ling ia tertarik dan berani bayar berapa saja untuk menemani kakak ku tidur untuk satu malam,” Tuan Ma berkata. “Tuan Ma, kau kan juga sudah tahu, bahwa Ling Ling, Ling Lung dan Ling Leng itu adalah ponakan ku dan mereka hanya bermain musik, tidak mencampuri urusan rumah hiburan surga malam,” Nyonya yang di panggil Nio Nio berkata. Oh ya, anak mu yang bernama Ling Leng aku suka dia, dia untuk ku dan aku bayar berapa saja yang kau pinta Nio Nio, Ma Honk berkata. “Adik, jika mereka tak mau memberikan apa yang kita inginkan, kita bakar saja tempat ini,” Kakek berpakaian kekuning-kuningan dengan garis-garis hitam, dengan ikat di kepala yang seperti terbuat dari kulit macan berkata. “Ibu biarkan saja mereka jika memang menginginkan nya,” Ling Ling berkata. Ha ha ha. “Nona,” Kami sering dengar tentang mu dan kedua adikmu itu, dan kami tak mau mati konyol, aku Ma Honk dan kakakku Ma Hoank yang menjabat tetua bagian hukum perguruan harimau besi akan menotok terlebih dahulu kalian semua, sebelum tidur dengan kami. Ketika Xing Zaolin berjalan mendengar perkataan harimau besi, langkah nya langsung terhenti, dan menengok ke arah lima orang berwajah bengis itu. “Perguruan harimau besi rupanya,” Ujar Xing Zaolin. Xing Zaolin kemudian menyuruh seorang pelayan untuk mengambilkan arak nya, dan Xing Zaolin duduk tak jauh dari mereka yang sedang beradu omongan. Di meja tempat Xing Zaolin duduk ada sebuah sumpit bambu dan beberapa makanan kecil bekas pelanggan yang belum di bersihkan. Xing Zaolin melihat Ling Ling sedang berdebat dengan seorang pria yang belum terlalu tua. “Apa kau bilang kau akan menotok kami?” Ling Ling Berkata. “Benar,” Jawab Ma Honk, “Aku tak ingin kakakku mati oleh tusuk rambutmu itu,” Ma Honk berkata lalu tertawa terbahak-bahak. Ha ha ha. “Adik, kau jangan khawatir dan tidak usah menotok nya!! Aku tak mau tidur dengan batang kayu, biarlah ia meronta-ronta dalam dekapanku.” Ma Hoank berkata sambil tertawa. Ha ha ha. Setelah berkata, dengan tawanya menggelegar karna di aliri tenaga dalam tinggi, dan untuk menunjukkan bahwa ia bukan orang sembarangan. “Dasar kakek tua otak m***m,” Ling Ling berkata sambil menyerang Ma Hoank dengan suling batu giok milik nya. Ling Lung dan Ling Leng melihat kakak angkat nya menyerang Ma Hoank kemudian menyerang ke arah Ma Honk, sementara itu, Ling Leng berkata. Tutup pintu gerbang depan, jangan biarkan orang masuk dan suruh para busu kemari. Ha ha ha. “Ling Leng kau akan membungkam kami dan ingin menutupi kejadian ini jika kami terbunuh,” Ma Honk berkata. Xing Zaolin mengerutkan kening nya melihat pertempuran, dan ia tak menyangka bahwa ketiga gadis itu yang terlihat lemah lembut mempunyai ke pandaian tinggi. Apalagi Ling Ling yang mampu menghadapi seorang tetua dari perguruan harimau besi yang sudah tersohor. Tapi memang pengalaman dan kekuatan tenaga dalam berkata lain, ketiga gadis itu mulai terdesak setelah beberapa kali jurus andalan nya mereka keluarkan. Begitu pula dengan kedua orang bermarga Ma, yang mengeluarkan jurus-jurus andalan mereka untuk menekan ketiga gadis yang menyerang nya. Semakin lama ketiga gadis itu terdesak, dan ketika Ma Hoank tangan yang berbentuk cakar lurus ke depan mengarah d**a Ling Ling, Ma Hoank berkata, “Kena kau,” Ujarnya dalam hati. Ling Ling, melihat serangan cepat Ma Hoank itu tak bisa menghindar, apalagi ketika ia berbalik menghantam dengan tangan kanan. Dengan tangan kiri Ma Hoank menangkis, dan tangan kanan nya dengan posisi berbentuk cakar siap meremas d**a gadis itu, Ling Ling memejamkan mata siap menerima penghinaan dari Ma Hoank. Xing Zaolin yang melihat hal itu, lalu mematahkan sumpit yang ia pegang, lalu ia sentilkan sumpit itu ke arah Ma Hoank. Shiiing, tuuk. Ma Hoank terkejut ketika tangan kanan nya berhenti bergerak, dan siku nya kesemutan akibat hantaman suatu benda. Ling Ling yang melihat Ma Hoank seperti tertegun, lalu langsung menendang pinggang kakek itu. Bhuuk..!! Ma Hoank yang sedang terkejut tak bisa menghindari tendangan Ling Ling, tubuh nya langsung terlempar dan jatuh menimpa meja dan kursi di ruangan itu. Gubraaak..!! Setelah jatuh, Ma Hoank langsung lompat berdiri. Ma Honk yang terkejut melihat kakak nya terlempar, langsung mundur dan berdiri di samping kakak nya. Dan tatapan nya berhenti di meja Xing Zaolin yang sedang mengunyah daging kering yang ada di meja. “Kesini kau,” Ma Hoank berkata sambil menunjuk Xing Zaolin. Xing Zaolin menoleh ke belakang nya dan tak melihat siapa-siapa, lalu tangan nya menunjuk ke arah diri nya sambil berkata, “Aku?” “Ya, kau,” Ma Hoank berkata. Xing Zaolin lalu menghampiri Ma Hoank, sedangkan ketiga gadis itu merasa cemas melihat Xing Zaolin di panggil oleh Ma Hoank, karna mereka tak tahu apa yang terjadi. “Apa kau yang tadi ikut campur masalahku?” Ma Hoank berkata dengan raut wajah bengis kepada Xing Zaolin. “Aku..!! Apa urusannya dengan ku,” Ujar Xing Zaolin dengan raut wajah polos nya. Ma Hoank menatap ke arah lantai ruangan, dan ketika melihat patahan sumpit, dan Xing Zaolin memegang sumpit yang salah satu nya sumpit nya patah, dan semua juga melihat apa yang Ma Hoank lihat. “Kau yang tadi membokong aku bukan?” Ma Hoank berkata sambil teriak. “Membokong..!! Kenapa aku harus membokong mu,” Xing Zaolin berkata. “Patahan sumpit mu itu yang bicara,” Ma Hoank berkata. “Oh ini, aku sedang makan daging harimau goreng spesial menu di tempat ini, dan agak nya harimau yang di masak sudah tua, daging nya keras jadi sumpit ku patah?” Xing Zaolin berkata. Ling Ling, Ling Leng dan Ling Lung tertawa mendengar perkataan Xing Zaolin yang bermaksud mengejek sepasang harimau bermarga Ma itu. Hmm..!! “Rupanya memang benar kau pemuda tengik,” Ma Hoank berkata. Tunggu sebentar, Xing Zaolin sambil memberi isyarat tangan kepada Ma Hoank. Tanpa memperdulikan Ma Hoank, Xing Zaolin berkata kepada Nio Nio. “Nyonya semua yang ada di dunia ini tidak ada yang gratis, akupun tinggal disini bayar dengan mahal..!! Jadi aku mau membantumu, tapi apa imbalan nya dan berapa harga yang nyonya berikan untuk kedua kepala harimau tua itu?” Ujarnya. Memdengar perkataan Xing Zaolin, ketiga anak buah Ma Hoank melesat ke arah Xing Zaolin. Whuutt..!! Shiing, sreeet, sreeett. Orang-orang hanya melihat gerakan tangan Xing Zaolin yang cepat, dan sebuah benda yang berputar kencang berwarna hitam, saking kencang nya tak terlihat benda hitam apa yang berputar, tetapi dua anak buah Ma Hoank memegang leher dan ambruk dengan leher seperti tersayat pedang, sedangkan satu anak buah Ma Hoank yang tersisa, lompat mundur dengan wajah pucat pasi. Benda hitam yang berputar kemudian balik kembali ke tangan Xing Zaolin, dan barulah mereka melihat sebuah pedang pendek berwarna hitam dengan gagang nya juga berwarna hitam, dan ujung gagang pedang terukir kepala naga. Xing Zaolin menatap ke arah dua orang anak buah Ma Hoank yang tewas, lalu beralih pandangan nya kepada Ma Hoank dan berkata. Anak buahmu tak sopan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD