Sampai Di Kota Shiro

1722 Words
“Dasar b***k kurang ajar, apa yang kau lakukan?” Pemilik kapal berkata. “Hai gendut, Hati-hati kau bicara, kan aku tadi mau mengucapkan selamat kepadamu, mana aku tahu nona ini datang?” Xing Zaolin berkata. Ambil kan tali..!! Pemilik kapal berkata kepada anak buah nya. Sementara itu, Ling Lung dan Ling Leng sudah berada di pinggiran perahu, melihat kakak mereka berenang sambil memegang badan perahu. Perahu, melambat karena pemilik kapal menyuruh untuk menghentikan kapal. Menolong seorang gadis yang tercebur. Xing Zaolin, mengambil tangga dari tail yang dibawa oleh anak buah si gendut. Kemudian membuka gulungan tangga tali itu, lalu melemparkan nya ke arah gadis yang ia tepak punggung nya dan tercebur ke sungai. Gadis itu menatap tajam ke arah Xing Zaolin, lalu naik tangga tali yang di lemparkan oleh Xing Zaolin. Xing Zaolin tidak mau melihat ke arah wajah gadis itu, karna tak bisa menahan tawa. Whuut, tap, plaaak. Baru setengah jalan gadis itu melesat lalu setelah kaki nya menapak di lantai kapal, dan tepat di belakang Xing Zaolin. Pemuda itu langsung menoleh, dan sebuah tangan langsung melayang ke arah pipi Xing Zaolin. “Kenapa nona menamparku?” Xing Zaolin berkata sambil mengusap-usap pipinya yang habis di tampar oleh gadis itu. Ketika Ling Lung dan Ling Leng menghampiri, dan hendak memanggil nama. Gadis itu berteriak dan berkata, “Jangan sebut namaku.” “Baik kakak,” Ling Leng berkata. “Kau tadi sengaja bukan, menepak punggung ku sehingga aku tercebur ke sungai?” Gadis itu berkata. “Mana aku berani nona?” Xing Zaolin berkata. Aku sedang berbalik dan memanggil paman gendut, dan nona sudah berada di belakangku. Pemilik kapal yang kasihan terhadap Xing Zaolin, ia mengangguk dan gadis itu mengerutkan kening nya ketika melihat Ling Lung dan Ling Leng juga mengangguk. Kau selamat kali ini, aku mau ganti baju dulu. Nanti setelah aku selesai ganti baju, kau datang ke tempatku. “Nona, nona sudahlah, dia orang gunung,” Pemilik kapal berkata kepada gadis itu. “Kau juga datang bersama dia!!” Gadis itu berkata ke pemilik kapal. Setelah berkata, kemudian gadis itu meninggalkan Xing Zaolin dan masuk ke dalam kapal. “Kenapa kau?” Xing Zaolin berkata ketika pemilik kapal menepak-nepak mulut nya. “Gara-gara mulut ini, aku jadi harus ikut dengan mu menemani ketempat gadis surga malam,” Pemilik kapal berkata. “Kau tidak datang juga tak apa,” Xing Zaolin berkata sambil melangkah ke arah ruangan kapal. Xing Zaolin duduk berhadapan dengan ketiga gadis surga malam, dan Xing Zaolin di temani oleh sang pemilik kapal yang bertubuh gempal. “Adik-adik ku berkata bahwa kau memang tak sengaja menepak punggung ku sehingga aku tercebur ke sungai, tetapi aku mau tanya, kau bilang apa tadi sewaktu aku bersama dengan pemimpin bajak sungai?” Gadis itu berkata. “Aku tak bilang apa-apa,” Xing Zaolin berkata. “Mau mungkir rupanya!! Adik-adikku sangat jelas mendengarmu,” Gadis itu berkata. “Kau sebut aku gadis beracun, benarkan?” Ujar gadis itu. Xing Zaolin diam mendengar perkataan gadis itu. Nona sudahlah, bahaya telah lewat, bagaimana jika kita minum arak saja untuk merayakan nona bertiga yang sangat hebat bisa menghabisi bajak sungai. Pemilik kapal kemudian keluar dan tak lama datang kembali sambil membawa dua guci arak. “Silahkan nona,” Pemilik kapal berkata sambil meletakkan guci arak di meja. Gadis itu terus menatap ke arah Xing Zaolin, yang menjadi salah tingkah ketika merasa ia terus saja di tatap. Nona aku minta maaf, dan jika sudah beres urusan nya, aku akan keluar dari sini. “Bajumu sangat bagus dari mana kau dapat?” Gadis itu berkata. “Aku mencuri nya!!” Xing Zaolin berkata, Ling Lung dan Ling Leng tertawa mendengar perkataan dari Xing Zaolin yang polos. “Lalu kenapa kau tidak sekalian curi sepatunya?” Gadis itu berkata. “Terlalu besar di kakiku,” Xing Zaolin berkata. “Kau tadi bilang tak punya orang tua, dan tinggal bersama kakekmu, siapa nama kakekmu?” Gadis itu berkata. “Walau ku sebut namanya nona juga tak akan kenal, percuma saja.” Ciiis..!! Mulut mu itu apa memang jika bicara seenak nya saja, gadis itu berkata. Apa maksud nona..!! Xing Zaolin berkata sambil menatap ke arah gadis itu, dan kali ini entah kenapa gadis itu yang menunduk ketika saling tatap. Setelah di perhatikan, wajah nya walaupun kotor, tapi seperti nya tampan. Jika ia bisa merawat rambut dan membersihkan wajah nya, pasti terlihat tampan. Ling Lung dan Ling Leng juga berpikiran sama, dan selama menunggu perjalanan sampai di kota shiro mereka berdua saling ngobrol dengan Xing Zaolin. Walau jarang bicara dan menjawab seenak nya, tapi ketiga gadis itu suka kepada Xing Zaolin karna kepolosan nya. Dan gadis itu sebenarnya ingin ikut ngobrol-ngobrol bersama mereka, tapi ia malu jika nanti kedua adik angkat nya menggoda. Tak terasa perjalanan lewat sungai, akhirnya kapal sampai di pinggiran kota shiro. Di tempat yang kecil, para penumpang turun dari kapal. “Hey Xing Zaolin, kau ingin kemana, apa kau punya sodara di kota shiro?” Ling Leng berkata kepada Xing Zaolin. Xing Zaolin menggelengkan kepala, lalu ia melihat gadis itu seperti berkata kepada Ling Leng dan memberikan sebuah kantung kecil. Ling Leng lalu melesat ke arah Xing Zaolin, kemudian memberikan kantung kecil kepada Xing Zaolin. “Ini dari kakak, hidup di kota harus ada uang. Jika kau nanti kesulitan uang, kau datang saja ke tempat kami, surga malam. Cari saja aku Ling Leng berkata.” Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan gadis itu dan berkata, terima kasih. Ternyata kantung kecil itu berisi dua puluh tail perak. Xing Zaolin berjalan di iringi tatapan ketiga gadis itu. Siang hari di kota shiro sangat ramai, penduduk hilir mudik suasana di tengah kota. Ketika Xing Zaolin berjalan, seorang pengemis membawa tongkat bambu berwarna hitam, menyodorkan batok kelapa kosong ke arah Xing Zaolin. “Sedekah nya tuan,” Xing Zaolin kemudian menatap ke arah pengemis itu, lalu ia memberikan dua tail perak ke dalam batok kosong itu. Pengemis muda itu tersenyum dan berkata, “Terima kasih tuan.” Xing Zaolin tidak membalas perkataan pemuda itu. Xing Zaolin melangkah masuk ke dalam sebuah rumah makan. Pedang pendek naga ia sembunyikan di dalam bajunya supaya tidak menarik perhatian. Rumah makan yang tidak begitu ramai, Xing Zaolin duduk sambil mendengarkan percakapan. Tapi tak ada percakapan yang berarti yang ia dengar. Jika aku ingin mencari tahu tentang musuh-musuhku, aku harus mencari tempat orang-orang dunia persilatan berkumpul, Xing Zaolin berkata dalam hati. Setelah beres makan. Xing Zaolin berjalan-jalan di pusat ke ramaian yang ada di tengah kota. Di depan sebuah gerbang yang terbuka tampak sebuah bangunan yang dihiasi lampion-lampion bermacam warna di depan bangunan itu, rumah-rumah kecil ada di sekeliling gedung besar, kebun luas untuk minum teh. Taman kecil yang di hiasi lampion-lampion tempat perangan. Pasti ini tempat berkumpul orang-orang penting dunia persilatan, Xing Zaolin berkata dalam hati, sambil kepala nya melihat ke arah gedung besar itu. Lamunan Xing Zaolin buyar. Ketika merasakan tangan nya di tarik. Xing Zaolin hampir lompat, ketika melihat tangan nya di tarik oleh seorang perempuan bertubuh gemuk yang berada di depan gerbang. “Silahkan masuk tuan, silahkan masuk,” Perempuan itu berkata sambil menarik-narik tangan Xing Zaolin. Xing Zaolin kemudian berkata, “Apa bisa menginap.” Bisa, bisa tuan..!! Perempuan gemuk yang memakai pupur tebal itu berkata. “Malah selimut malam nya sangat hangat tuan,” Perempuan itu berkata, sambil mengedipkan sebelah mata nya. Xing Zaolin akhirnya masuk ke dalam, karna tangannya terus di tarik oleh perempuan itu. Dan Xing Zaolin tak melihat tulisan di papan nama di atas gerbang yang tertulis. “Surga Malam.” Ketika masuk, datang seorang perempuan cantik yang berusia paruh baya, melirik ke arah Xing Zaolin dan bertanya, “Apa yang saya bisa bantu tuan muda?” Ujar wanita paruh baya tersebut. “Aku ingin menginap disini, apakah bisa?” Xing Zaolin berkata. “Bisa tuan, tapi biaya menginap disini tak murah, apa tuan punya uang?” Perempuan paruh baya itu berkata sambil melihat ke arah kaki sampai kepala Xing Zaolin. Xing Zaolin mengeluarkan uang yang sudah berbentuk uang kertas senilai seratus tail perak, kemudian memberikan tiga lembar ke arah perempuan itu dan berkata, “Terimalah ini dulu, nanti jika kurang nyonya tinggal bilang,” Xing Zaolin berkata. Melihat uang kertas senilai tiga ratus tail perak, wajah perempuan itu ceria dan berubah menjadi lebih hormat. Mari tuan muda silahkan masuk, saya akan antar dan menunjukkan kamar nya. Xing Zaolin kemudian, mengikuti perempuan itu dan mendapat kamar luar, rumah kecil yang ia lihat dari luar dan berada di dekat taman. Rumah itulah tempat menginap Xing Zaolin, dan Xing Zaolin merasa cocok dengan tempat itu karna berada di luar gedung, jadi ia bebas. Tuan agak nya dari dunia persilatan, perempuan itu berkata melihat penampilan Xing Zaolin. Kami akan menyuruh pelayan untuk mengantar tuan mandi dan mengurus wajah dan rambut tuan yang acak-acakan itu. Perempuan itu tertawa, dan sebagai pelanggan baru kami, nanti malam tuan akan di hibur oleh para kembang di penginapan kami, perempuan itu berkata setelah itu pamit undur diri. Pelayan wanita datang, lalu menyiapkan air hangat untuk Xing Zaolin mandi, kemudian menyiapkan gunting untuk merapikan rambut Xing Zaolin. Xing Zaolin yang dulu, kini berbeda dengan yang sekarang, setelah mandi dan wajah nya di bersihkan, rambut nya di potong dan di rapikan dan di ikat, Xing Zaolin menjadi pemuda yang tampan dan berbeda dengan Xing Zaolin sebelum nya. Ketampanan nya yang tertutup rambut panjang acak-acakan dan wajah berdebu, kini sudah tak terlihat lagi, rambut nya yang hitam tergerai sudah di potong dan terlihat rapi menambah ketampanan pemuda itu. Malam itu Xing Zaolin menatap ke arah bulan yang bersinar dari jendela kamar tempat nya menginap. Terdengar suara ketukan pintu kamar tempat nya ia menginap. Masuk..!! Xing Zaolin berkata. Terdengar suara kamar terbuka dan beberapa langkah orang masuk. Terdengar suara merdu berkata. “Tuan sebagai pelanggan baru, kami hari ini bertugas untuk menghibur tuan secara gratis, jika besok tuan ingin kami hibur kembali, tuan harus bayar.” Xing Zaolin yang sedang berdiri di jendela kamar ketika mendengar suara itu langsung berbalik. Xing Zaolin tertegun melihat gadis itu, begitu pula gadis itu setelah mengetahui orang yang tadi melihat siapa orang yang berdiri di jendela. Ketiga gadis surga malam yang bertemu dengan nya di perahu, dengan berdiri di hadapan Xing Zaolin, dan menatap bengong ke arah Xing Zaolin yang memiliki penampilan yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu. Ketiga gadis itu serempak berkata, ketika melihat Xing Zaolin. “Kauuu..!!!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD