Tiga Gadis Malam

1224 Words
Tiga buah perahu yang masing-masing berisi lima orang, semua naik ke kapal dari arah samping dan bergerak keruangan depan. Xing Zaolin terus menatap kearah gadis cantik yang memegang tusuk rambut dari golok hijau, yang terus tersenyum. Sedangkan pria gempal pemilik perahu tampak menggigil tubuh nya, dan sebentar-sebentar mengusap wajah nya yang penuh keringat dengan saputangan. Tangan Xing Zaolin memegang pembatas kapal, sementara tangan kanan nya seperti gemetaran, karna tenaga dalam nya berputar di sekitar telapak tangan, jika ada pedang naga merah, pasti pedang itu berputar-putar di tangan dan itulah rahasia ilmu putaran dewa pedang, pedang bisa berputar tanpa di pegang, karna hawa tenaga dalam dari telapak tangan yang seperti mengikat gagang pedang dan membuat pedang berputar. Xing Zaolin terus menatap ke arah para bajak sungai dan ketiga gadis cantik yang tadi bermain musik. Tapi perhatian Xing Zaolin terpusat pada gadis yang memegang tusuk rambut, dan gadis cantik itulah yang tercantik di antara ketiga nya, senyum gadis itu sangatlah menggoda. Xing Zaolin melihat gadis itu bersama kedua teman nya, menghampiri ke arah ketua bajak laut yang memegang golok besar, dengan wajah penuh dengan cambang dan brewok yang lebat. Xing Zaolin bersandar di pinggiran perahu, dan di dekat nya pria gempal pemilik perahu yang muka nya pucat, dengan keringat bercucuran. Gadis itu melenggak lenggok bersama teman nya lalu terdengar suara merdu dari gadis itu. “Tuan pendekar, apa tuan tidak salah membajak kapal ini?” Gadis itu berkata. Pemimpin bajak itu melotot ketika melihat baju gadis itu sedikit terbuka di bagian tengah nya. “Sungguh aku beruntung hari ini, bisa melihat tiga bidadari sungai,” Ujar pemimpin bajak itu, yang membuat anak buah nya tertawa terbahak-bahak. Ha ha ha. Dan memang benar, baru kali ini mereka melihat tiga orang wanita muda yang sangat cantik, dan yang tercantik adalah gadis yang sedang berbicara dengan pemimpin mereka. Gadis yang memegang tusuk rambut di tangan kiri nya berkata, “Tuan pendekar, kami mohon jangan jangan rampok kami,” Ujarnya sambil mengelus-elus tangan pemimpin bajak itu dengan tangan kanan nya. Xing Zaolin mengerutkan dahi nya melihat tingkah gadis itu. Ha ha ha. “Kau sungguh cantik sekali, baru kali ini aku melihat gadis secantik dirimu,” Pemimpin bajak itu berkata. Baik, baiklah karna permintaan mu aku tak akan merampok para penumpang kapal, tapi sebagai ganti nya kau harus menjadi istriku yang ke empat!!! Bagaimana apa kau setuju. He he he. “Tuan pendekar sangat nakal, masa sudah punya tiga istri masih mau nambah,” Gadis itu berkata. Phuihh..!! Xing Zaolin meludah ke arah sungai, dan berkata pelan, “Gadis beracun.” Gadis yang memegang tusuk rambut itu, menoleh ke arah Xing Zaolin, tapi kemudian berbalik kembali sambil mengusap-usap tangan pemimpin bajak itu. Dan ketika mata nya menatap ke arah dua teman nya, kedua teman nya mengedip-ngedipkan mata nya. Hmm..!! Xing Zaolin yang secara tidak sengaja melihat kedua gadis itu mengedip-ngedip kan mata nya, kemudian berbalik ke arah sungai dan melihat pantulan cahaya bulan di atas air sungai. Tuan, lebih baik tuan kembali saja!!! Jangan merampok hari ini, lebih baik menemani istri-istri tuan di rumah, gadis itu berkata sambil tersenyum manis. Pemimpin bajak itu lalu memeluk pinggang gadis itu dan berkata, “Bagaimana jika kau ikut denganku, dan semua harta yang ada di kapal ini akan ku berikan padamu,” Pemimpin bajak itu berkata sambil tangan nya mengelus-elus pinggang sang gadis. Perlahan gadis itu tangan kiri nya yang memegang tusuk rambut yang terbuat dari golok naik ke atas, sambil tersenyum manis ia lalu berkata, “Tuan tolong pejamkan mata aku akan memberikan hadia atas kebaikan tuan untukku,” Gadis itu berkata sambil meniup telinga pemimpin bajak. Pemimpin bajak, tubuh nya gemetar mendengar perkataan dan hembusan angin dari mulut gadis yang cantik di telinga nya. Tanpa berpikir panjang, pemimpin bajak langsung menutup kedua mata nya, mulut nya tersenyum. Dan wajah pemimpin bajak langsung pucat. Creeep..!! Keringat dingin, langsung keluar dari wajah nya. Darah muncrat, darah menyembur keluar tapi tidak sedikitpun mengenai sang gadis. Ketika gadis itu menggerakkan tusuk rambut ke kiri dan ke kanan, golok yang di pedang pemimpin bajak jatuh ke lantai kapal. Traang..!! Kedua lututnya gemetar. Sementara itu anak buah pemimpin bajak seperti terpaku, melihat kejadian yang terjadi di depan mata mereka. Gadis cantik itu, kemudian mencabut tusuk rambut nya dari leher pemimlin bajak, lalu menendang tubuh pemimpin bajak sampai terlempar keluar kapal. Byuuur..!! Seperti diberi isyarat ketika tubuh pemimpin bajak itu tercebur ke sungai. Kedua gadis itu langsung menyerang ke arah anak buah kapal yang masih melotot tak percaya melihat pemimpin mereka tewas dengan sangat mudah nya. Whuuut, plaaak, byuuur. Pukulan dan tendangan, menghantam para bajak sungai. Para bajak sungai yang hanya mengandalkan tubuh besar muka serem, dengan jumlah banyak tapi tak begitu hebat dalam hal ilmu bela diri, menjadi bulan-bulanan kedua gadis itu, sebagian terlempar ke sungai. Phuiihh..!! Setelah meludah ke sungai, Xing Zaolin berkata. “Sudah keduga, dasar siluman rase,” Ujarnya. Sementara pemilik kapal yang berbadan gempal, wajah nya langsung ceria melihat kejadian di depan mata. “Pukul, hantam nona, tendang saja ke sungai,” Pemilik kapal itu teriak-teriak memberi semangat kepada kedua gadis yang sedang menghantam para bajak sungai. Gadis yang memegang tusuk rambut tersenyum melihat kedua teman nya, yang tengah membereskan sisa bajak sungai, Ling Lung dan Ling Leng semakin hebat saja, gadis itu berkata sambil melihat kedua teman nya itu. Setelah berhasil membereskan para bajak sungai, kedua gadis yang bernama Ling Lung dan Ling Leng, melambaikan tangan ke arah gadis yang memegang tusuk rambut dari golok hijau dan tertawa ceria. “Kakak, kakak, kau hebat,” Ling Lung berkata sambil menghampiri Ling Leng di belakang Ling Lung. “Kakak kau dengar tidak tadi perkataan anak muda itu?” Ling Leng berkata sambil mencibir kan mulut nya ke arah Xing Zaolin yang sedang memandangi air. Ciiiis..!! “Aku dengar dengan jelas,” Gadis yang di panggil kakak berkata, kepada Ling Leng. “Dia menyebutku gadis beracun,” Ujarnya. Mari kita kesana..!! Setelah berkata gadis itu melesat ke arah Xing Zaolin. Sementara itu, pemilik kapal menoleh ke arah Xing Zaolin dan berkata. “Tuan muda, hebat sekali mereka, bajak sungai yang jumlah nya banyak mereka sikat habis,” Pria bertubuh gempal berkata sambil tertawa. “Liat mereka sedang ke arah kita.” Zing Zaolin seperti tidak mendengar perkataan pria yang di panggil gendut itu, dan masih menatap ke arah sungai di depan nya. Hmm..!! “Agak nya rase itu disuruh mandi,” Xing Zaolin berkata dalam hati, ketika merasa angin berdesir di belakang tubuh nya. Ketika Xing Zaolin merasakan sudah sangat dekat, dengan gadis yang melesat ke arah nya. Sambil berkata dengan kencang dan berbalik ke arah pemilik kapal. “Hai gendut, hebat benar kakak-kakak itu ya.” Xing Zaolin berbalik, dengan gerakan yang seperti tak sengaja, tangan nya menepak ke arah punggung gadis itu, titik syaraf di punggung nya di tepak oleh Xing Zaolin, yang membuat tenaga dalam gadis itu langsung hilang, karna tepakan Xing Zaolin pelan, jadi hilang nya tenaga tidak lama. Gadis itu langsung terhuyung dan terjatuh dari kapal, dan tercebur ke sungai. Byuuur..!! Ling Lung dan Ling Leng langsung teriak, ketika melihat kakak mereka tercebur ke sungai. “Kakaaaaak,” Ujar kedua adik nya berteriak. Gadis yang tenaga dalam nya sudah pulih kembali, menatap tajam ke arah Xing Zaolin, wajah nya menunjukkan raut wajah yang sangat kesal. Sambil berenang dengan kepala tegak. “Tunggu pembalasanku,” Gadis itu berkata dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD