Menuju Ke Kota Shiro

1318 Words
Xing Zaolin setelah menghafal nama-nama dalam buku kecil itu lalu, memasukkan kembali buku itu ke dalam saku bajunya, dan melangkah berjalan ke arah mana kaki nya melangkah tanpa tujuan, karna ia sendiri tak tahu harus pergi kemana. Ketika terus berjalan Xing Zaolin mendengar suara-suara riuh, Xing Zaolin kemudian naik ke atas pohon yang tinggi, dan melihat sebuah sungai besar, dengan sebuah dermaga kecil. Ada sebuah kapal yang tak terlalu besar yang sedang bersandar di dermaga itu, dan beberapa orang mengangkut barang-barang yang akan di bawa naik memasuki perahu, Xing Zaolin lalu melesat ke arah dermaga itu. Setelah sampai, Xing Zaolin melihat sebuah kedai yang tak terlalu besar, berada tak jauh dari dermaga itu. Xing Zaolin berjalan ke arah kedai itu, kemudian memesan makanan dan arak untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga. Setelah memesan makanan dan minuman, Xing Zaolin lalu bertanya kepada pelayan itu. “Mau pergi kemana kapal besar itu?” Ujar Xing Zaolin. “Kapan itu akan ke kota shiro tuan muda,” Pelayan itu berkata. “Kota shiro, apa kapal itu bisa membawa penumpang?” Xing Zaolin berkata ketika mendengar perkataan orang itu. “Bisa tuan, tapi aku tidak tahu apakah sudah penuh atau belum,” Ujar pelayan itu. Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan pelayan itu, dan tak lama kemudian pelayan lain datang membawa pesanan makanan yang di pesan Xing Zaolin. Setelah selesai makan, sambil duduk santai dan menikmati arak yang di pesan, Xing Zaolin melihat ke arah orang-orang yang memasuki kapal. Xing Zaolin tertarik melihat beberapa wanita cantik yang menggunakan pakaian mewah, sambil berjalan di depan para anak buah kapal yang sedang membawa barang-barang mereka. Setelah membayar makanan dengan uang yang sudah ia tukarkan terlebih dahulu di kota khansa. Xing Zaolin kemudian berjalan ke arah kapal. Seorang pria tak terlalu tinggi dengan perut sedikit buncit, yang berdiri tak jauh dari kapal menatap ke arah Xing Zaolin yang berjalan ke arah nya. Setelah dekat, dengan mengerutkan dahi nya orang itu berkata, “Ada apa anak muda?” Ujarnya. “Apa aku bisa ikut dengan kapal ini?” Xing Zaolin berkata. Pria gemuk itu menatap ke arah Xing Zaolin dari kaki sampai ke kepala. Melihat baju berwarna hitam dengan bahan sutra yang mahal, tetapi Xing Zaolin hanya memakai sandal dari anyaman rumput kering, pria itu mengerutkan kening nya dan berkata dalam hati, “Baju mahal tapi sandal dari rumput, jangan-jangan dia pencuri.” Lamunan pria berkata ketika mendengar Xing Zaolin berkata, “Hai gendut, kenapa kau melamun saja.” Phuiih..!! “Kau sebut aku apa?” Pria gemuk itu berkata kepada Xing Zaolin. Gendut..!! Xing Zaolin berkata, “Apa aku harus menyebutmu kurus?” Tapi ketika melihat dua buah pedang pendek di pinggang Xing Zaolin, pria itu diam, tapi tak lama kemudian pria bertubuh gempal itu berkata, ongkos perahu ke kota shiro dua puluh tail perak, sambil menyodorkan tangan nya ke arah Xing Zaolin. “Cuma dua puluh tail perak kau harus marah-marah,” setelah berkata Xing Zaolin mengeluarkan uang kertas yang nilai nya seratus tail perak. Ambil kembalian nya..!! Xing Zaolin berkata. Pria gempal itu ketika mendengar Xing Zaolin berkata, ambil kembalian nya sangat girang sekali. Lalu membungkuk di depan Xing Zaolin sambil memberi hormat dan berkata, “Terima kasih tuan muda, terima kasih.” Xing Zaolin mengerutkan kening nya melihat kelakuan pria pemilik kapal bertubuh gempal itu. “Kenapa kau membungkuk-bungkuk seperti itu,” Xing Zaolin berkata. “Hamba mengucapkan terima kasih kepada tuan muda karna memberikan uang ini,” Ujarnya pria gendut itu. “Bukankah itu buat ongkos naik perahu?” Xing Zaolin berkata. “Benar, tapi kan tadi tuan muda bilang ambil kembalian nya.” “Memang benar,” Xing Zaolin berkata menjawab perkataan pria gemuk itu. “Ambil kembalian nya,” Xing Zaolin berkata. “Baik tuan muda,” Pria bertubuh gempal itu berkata. Tapi tak lama kemudian, ia mengerutkan kening nya melihat Xing Zaolin menyodorkan tangan ke arah nya. “Ada apa tuan?” Pemuda pemilik perahu berkata. Mana kembalian nya..!! Bukankah aku memberimu seratus tail perak, sedangkan ongkos perahu dua puluh tail, jadi mana kembalian yang sebesar delapan puluh tail perak.” “Bukan kah tadi tuan bilang ambil kembalian nya,” Pria itu berkata sambil menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal. “Memang benar, lalu mana kembalian nya,” Xing Zaolin berkata kembali. Aku suruh kau ambil kembalian nya dan berikan padaku sekarang, supaya nanti aku tidak lupa lagi, Xing Zaolin berkata. Phuiihh..!! Setelah meludah pria bertubuh gempal itu berkata, “Menyesal aku tadi memanggil tuan muda,” Ujarnya. *** Suasana malam di perahu, terdengar alunan musik nan indah di mainkan, suara alunan musik kecapi dan suling sangat indah di malam hari, Xing Zaolin tampak terhanyut mendengar suara yang indah, yang menyanyikan lagu tentang seorang wanita yang sedang menunggu kekasih nya yang tak kunjung tiba. Suara suling yang mendayu dan suara kecapi yang melenting nyaring di malam hari, menambah suasana ceria bagi penumpang kapal, apalagi di malam itu adalah malam bulan purnama. Xing Zaolin yang sedang mendengarkan suara indah itu, menoleh ketika mendengar suara langkah kaki menghampiri, pria bertubuh gempal sang pemilik perahu datang menghampiri. “Hai gendut mau apa kau kemari, mengganggu saja lamunanku,” Xing Zaolin berkata. Phuiih..!! Sombong sekali kau anak muda..!! Ujar pria bertubuh gempal itu. “Pasti kau berpikiran kotor ya, dengan ketiga gadis itu,” Pemilik perahu itu berkata kepada Xing Zaolin yang sudah berbalik dan menatap ke arah air sungai, tapi Xing Zaolin tidak menjawab nya. “Mereka bertiga adalah kembang dari rumah hiburan terbesar di kota shiro, rumah hiburan surga malam,” Pemilik kapal itu berkata. “Kau sering kesana gendut?” Xing Zaolin berkata sambil matanya terus menatap ke arah sungai tanpa melihat ke arah pemilik perahu yang sedang bicara di samping nya. “Aku pernah sekali kesana, dan benar saja di sana adalah benar-benar surga malam,” tapi di sana jika ingin makan dan ditemani oleh seorang wanita sangat mahal, apalagi jika sampai tidur. He he he. “Setidak nya kau harus menyiapkan dua ratus tail perak.” “Dasar gendut otak m***m,” Xing Zaolin Berkata ketika mendengar perkataan pemilik perahu. “Apa disana bisa menginap,” Ujar Xing Zaolin berkata. “Bisa, tapi kau harus membayar mahal, karna penginapan dari rumah hiburan surga malam adalah penginapan yang menyiapkan kamar dan juga selimut hangat.” Hmm..!! “Setahu aku semua penginapan juga ada selimut nya,” Xing Zaolin berkata. Phuihh..!! “Bajumu saja seperti orang kaya, tapi otakmu kurang lancar,” Pemilik perahu berkata. “Yang aku maksudkan selimut adalah seorang wanita,” Pria bertubuh gempal itu berkata. “Ohh,” Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Xing Zaolin. “Hai gendut apa kau sedang menunggu seseorang?” Xing Zaolin berkata kepada pemilik perahu. Pemilik perahu terkejut ketika mendengar perkataan Xing Zaolin. Apalagi ketika melihat ke arah sungai, tiga buah perahu kecil bergerak menghampiri perahu besar mereka. “Celaka rombongan bajak sungai,” Pemilik perahu berkata sambil meninggalkan Xing Zaolin, untuk memberi tahu para anak buah kapal milik nya. Tiga buah perahu kecil itu akhirnya berhasil mendekat, mereka kemudian langsung berkumpul, para bajak sungai yang berjumlah lima belas orang itu yang di pimpin oleh seorang pria paruh baya yang berteriak kencang di atas perahu. “Tuan, tuan, kami tidak ingin menyakiti kalian, kami hanya menginginkan barang yang berada disini, bukan nyawa kalian, jadi serahkan barang-barang kalian dan membiarkan perahu ini terus melaju,” Pemimpin bajak sungai itu berkata dengan nada kencang. Sementara itu, salah seorang wanita cantik dari ketiga gadis yang tadi bermain musik menatap tajam ke arah pemimpin perampok. Xing Zaolin tetap berdiri di ujung perahu, dan tak peduli dengan perkataan pemimpin bajak, tapi mata nya menatap seorang gadis cantik, yang tangan nya sedang memegang tusuk rambut yang terbuat dari golok hijau, wanita yang paling cantik di antara ketiga gadis perempuan yang bermain musik. Hmm..!! Xing Zaolin yang melihat gerakan wanita itu lalu tersenyum dan berkata dalam hati. “Sebentar lagi ada tontonan menarik,” Ujarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD