Buku Catatan Kecil

1436 Words
Mana bayaran ku? Xing Zaolin berkata sambil menyodorkan tangan nya ke arah Tang San. Tang San tidak menjawab hanya menatap ke arah Xing Zaolin. Ketua perguruan pedang perak itu masik tak menyangka bahwa pemuda yang ada di depan nya sanggup mengalahkan siluman goa iblis, yang merupakan salah satu datuk golongan sesat, dan Tang San sangat yakin bahwa tadi ia sudah merasa akan tewas dan kehilangan perguruan pedang perak nya. Xing Zaolin yang melihat Tang San masih bengong dan tak menjawab perkataan nya menggoyang-goyangkan tangan nya di depan muka Tang San. “Hai, hai, kau dengar tidak?” Xing Zaolin berkata kembali. Tang San baru sadar, setelah melihat tangan Xing Zaolin di depan wajah nya, kemudian di bantu oleh adik nya Tang Sun, ia berusaha bangkit. Setelah bisa berdiri, Tang San memberi hormat, di ikuti oleh Tang Sun dan kedua anak nya. Terima kasih tuan pendekar, jika tidak ada tuan mungkin saya dan yang lainnya akan tewas dan kehilangan perguruan pedang perak. “Kami akan uang lebih atas rasa terima kasih kami, karna telah di tolong oleh tuan pendekar muda,” Tang San berkata. “Tak usah beri lebih, tapi aku mau kau katakan siapa saja orang-orang yang telah menghabisi Sekte Naga Merah?” Ujar Xing Zaolin. Tang San terkejut mendengar perkataan Xing Zaolin, memang tadi ia berkata seperti itu untuk memancing Xing Zaolin membantu mereka, dan tak menyangka pemuda itu akan menanyakan kembali apa yang tadi ia katakan. Tuan muda, lebih baik kita ceritakan di dalam saja, Tang San berkata. Tang San, Tang Sun dan kedua anak nya masuk ke dalam ruangan di ikuti oleh Xing Zaolin. Makanan kecil dan arak di sediakan di atas meja, sedangkan Diao Chan terus memperhatikan pemuda di depan nya, Xing Zaolin tidak peduli orang memperhatikan nya, pemuda itu hanya minum arak dan memakan makanan kecil yang di sediakan. Tuan pendekar kenapa tuan menginginkan nama-nama orang yang menyerang lembah merah. Panggil aku Xing Zaolin, Tang San dan Tang Sun terkejut dan saling lirik ketika mendengar nama pemuda itu. Mereka tahu seorang tokoh yang menjadi ketua dari Sekte Naga Hitam yang bernama Xing Fank, tokoh yang sangat di takuti oleh orang-orang dunia persilatan, tahu nama tapi tak kenal dengan orang nya. Xing Fank, selalu bisa membunuh dengan berbagai cara, apa yang ia sudah sanggupi walaupun orang yang akan ia bunuh lebih sakti dari nya, oleh karena itu Xing Fank sangat di takuti oleh orang-orang dunia persilatan. “Apa tuan Xing Zaolin ada hubungan nya dengan ketua Sekte Naga Merah, Xing Fank?” Xing Zaolin menatap Tang San, lalu berkata, satu hal yang harus kau ingat. “Apa yang kau lihat apa yang kau dengar lupakan, jika kalian tidak bisa menutup mata dan telinga, maka aku yang akan menggantikan siluman goa iblis yang akan menghancurkan perguruan pedang perak ini,” Xing Zaolin berkata sambil menatap tajam ke arah Tang San dan Tang Sun. Kedua kakak beradik ber marga Tang itu mengangguk mendengar perkataan dari Xing Zaolin. “Tuan Xing Zaolin boleh pegang kata -kata kami, yang tak akan membocorkan apa yang kami lihat dan kami dengar,” Tang San berkata. “Tapi tuan Xing Zaolin juga harus berjanji, tak akan membocorkan apa yang kami katakan pada tuan Xing, karna jika rahasia ini bocor, maka kami perguruan pedang perak akan hancur.” “Baik, kita sudah sama-sama berjanji tuan Tang San,” Xing Zaolin berkata. Tapi aku belum cerita, tuan Xing harus jujur terlebih dahulu karna apa yang akan aku ceritakan, dan yang aku dengar dari orang-orang dunia persilatan tentang Sekte Naga Merah. Xing Zaolin diam mendengar perkataan dari Tang San, seperti sedang berpikir. Setelah berpikir baik buruknya, akhir nya Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari Tang San. Ketua Tang, aku adalah putra dari Xing Fank ketua dari Sekte Naga Merah. Semua yang berada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan Xing Zaolin, tadi nya mereka berpikir Xing Zaolin hanyalah kerabat dari ketua Sekte Naga Merah, bukan putra dari Xing Fank. Tang San menghela nafas setelah mendengar perkataan dari Xing Zaolin, setelah melihat ke arah adik nya Tang Sun yang mengangguk, Tang San lalu mulai bercerita tentang kejadian tiga belas tahun lalu, sebelum p*********n orang-orang dunia persilatan terhadap Sekte Naga Merah. Hanya segelintir orang yang tahu Sekte Naga Merah dan penghubung nya. Orang dunia persilatan hanya tahu nama tapi tak pernah melihat apa dan siapa Sekte Naga Merah sampai mereka membunuh Jeet Li, pelindung perguruan selaksa pedang. Tokoh yang sangat di hormati oleh kalangan dunia persilatan golongan merah maupun hitam, karna Jeet Li adalah tokoh yang selalu menjadi penengah jika terjadi bentrok antara para tokoh golongan merah maupun hitam. Ketika mengetahui Jeet Li dibunuh dan kabarnya beredar ini adalah kerjaan dari Sekte Naga Merah, karna memang Jeet Li adalah seorang tokoh kosen yang bukan sembarang orang bisa mengalahkan nya. Orang-orang dunia persilatan marah mendengar hal itu, mereka lalu berembug dan akhir nya tokoh-tokoh dunia persilatan golongan merah maupun hitam berkumpul, setelah mendapat kepastian, karna tongkat setan mangaku melihat Jeet Li di bunuh oleh orang-orang dari Sekte Naga Merah. Akhir nya orang-orang dunia persilatan sepakat untuk menghabisi, Sekte Naga Merah dan entah dari mana mereka mengetahui markas yang tersembunyi itu, dan terjadilah p*********n yang menghabiskan seluruh anggota Sekte Naga Merah. Perguruan pedang perak di undang, kami hadir dan mendengar kesaksian tongkat setan, tapi kami tak ikut menyerang karna kami tak percaya omongan seorang tokoh golongan hitam, seperti tongkat setan. “Itulah yang kami tahu dan kami dengar dan sudah kami ceritakan,” Ujar Tang San. Xing Zaolin dengan wajah dingin mengangguk mendengar perkataan dari ketua perguruan pedang perak. “Siapkan uang bayaran kepala siluman goa iblis, dan nama-nama mereka yang menyerang Sekte Naga Merah,” Xing Zaolin berkata. “Baik, tuan Xing harap tunggu sebentar, aku akan menyiapkan nya,” Tang San berkata lalu masuk ke dalam ruangan. Setelah beberapa lama Tang San masuk, tak lama kemudian ketua perguruan pedang perak keluar, sambil menyerahkan sebuah buku kecil dan kertas kepada Xing Zaolin. Xing Zaolin menerima buku kecil itu, dan mengerutkan kening nya ketika menerima lembaran kertas dari Tang San dan bertanya. “Mana uang ku?” Ujar Xing Zaolin. Itu dua ribu tail perak sudah kau pegang tuan!! Tang San berkata. “Mana?” Xing Zaolin bertanya kembali, inilah uang itu, Tang San berkata sambil menunjuk kertas yang di pegang Xing Zaolin. “Yang aku pegang hanya kertas, bukan perak, bukan nya ketua tadi berjanji akan memberi dua ribu tail perak?” Xing Zaolin berkata. Tang San menghela nafas mendengar perkataan Xing Zaolin, dan geleng-geleng kepala, “Rupa nya gunung yang benar-benar baru turun dari gunung, apa gurunya tak memberi tahu bagaimana cara hidup di perkotaan seperti apa,” Ujar Tang San dalam hati. Akhir nya Tang San menjelaskan sebentar mengenai uang perak yang bisa di rubah menjadi kertas dengan jumlah yang sama dan harus ada cap kerajaan, dan bagaimana hidup di kota, makan harus bayar, tinggal di penginapan juga harus bayar dan bagaimana cara merawat tubuh juga, karna Xing Zaolin yang rambut panjang nya tergerai panjang tanpa di ikat dan di rapihkan. Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan dari Tang San. “Tuan Xing, apa gurumu tidak memberi tahu bagaimana tata cara hidup di kota dan bermasyarakat, jika boleh tahu siapa gurumu?” Xing Zaolin mendengar perkataan Tang San lalu berkata, Dewa Gila adalah guruku. Tang San hampir terjungkal dari kursi mendengar nama Dewa Gila, memang tak banyak orang tahu dengan Dewa Gila tapi Tang San tahu karna guru nya pernah bercerita, bahwa ia adalah tokoh yang sangat di takuti karna kesaktian nya, dan otaknya yang gila dan terkadang main bunuh jika tak senang melihat orang. Diao Chan sangat sedih ketika mendengar perkataan Xing Zaolin yang pamit untuk pergi, entah kenapa hati nya merasa sedih, tapi Diao Chan tak berani mengatakan apa yang ada di hati nya, hanya tampak mata nya berkaca-kaca. Setelah meninggalkan perguruan pedang perak, Xing Zaolin tak tahu berada di mana, lalu duduk di bawah sebuah pohon rindang. Xing Zaolin lalu mengeluarkan buku kecil dari saku dalam bajunya, dan membuka buku kecil itu. Dan membaca apa yang tertulis di dalam buku itu. Dewa Api, Dewa Tombak, Iblis Mata Satu, Siluman Lembah Bunga, Siluman Goa Iblis, Siluman Srigala, Tongkat Setan, Cakar Setan, Setan Pedang, Bayangan Setan, Perguruan Harimau Besi, Perguruan Elang Putih, Perguruan Beruang Hitam, Perguruan Naga Api, Perguruan Slaksa Racun. Setelah membaca Xing Zaolin menutup buku kecil itu, dan memasukkan lagi ke saku baju nya. Walau dengan cara apapun, nama-nama yang ada di buku ini harus mati, sambil mengepalkan tangan dan memukul nya ke tanah. Wajah nya sangat dingin ketika berkata. “Dua dewa, satu iblis, tiga siluman, empat setan, lima perguruan, kalian tunggu pembalasanku,” Ujar Xing Zaolin dengan wajah penuh kebencian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD