Musuh Pertama

1853 Words
Flasback. Sebelum bertemu Xing Zaolin di kota khansa. Tang Sun, dan kedua anak nya bercerita, bahwa mereka hampir saja di bunuh oleh kelompok Sekte Naga Merah, lalu Tang Sun menceritakan kepada kakak nya ketua perguruan pedang perak, tentang penyergapan yang di lakukan oleh gerombolan Sekte Naga Merah. Hmm!!! “Apa benar adik katakan itu?” Tang San berkata, setahu aku Sekte Naga Merah sudah habis tak tersisa, apa adik tak mendengar kabar sewaktu rapat bulim di adakan, kita menolak ikut karna belum ada kepastian siapa yang membunuh Jeet Li. “Karna aku tak percaya dengan perkataan dari tongkat setan yang menjadi saksi, kita tahu seperti apa orang yang mendapat julukan tongkat setan itu,” Ujar Tang San. “Kakak benar, aku juga curiga dengan pembunuhan-pembunuhan ketua partai menengah yang marak akhir-akhir ini, dan katanya di lakukan oleh Sekte Naga Merah.” “Dan seperti nya mereka mengincar perguruan pedang perak,” Tang Sun berkata. “Memang, aku juga tak habis pikir,” Tang San berkata, “Sekitar tiga belas tahun lalu, sudah di nyatakan bahwa Sekte Naga Merah berhasil di tumpas, tapi kenapa mereka masih saja muncul.” “Sebenarnya selain, mereka yang menyewa lewat perantara, jarang ada yang tahu Sekte Naga Merah, karna mereka sangat tertutup dan hanya keluarga yang bisa menjadi anggota nya, karna itu adalah sekte kuno turun-temurun, itu yang aku dengar kabar dari kawan-kawan dunia persilatan,” Ujar Tang San. “Tapi aku tahu sebuah rahasia, yang orang lain mungkin tidak tahu,” Tang San berkata. “Apa maksud kakak?” Tang Sun berkata sambil menatap tajam ke arah kakak nya. Aku sewaktu muda, pernah di tolong oleh seorang pria gagah, jika tidak ada dia mungkin aku sudah tewas, walaupun satu kali bertemu kami lalu akrab dan berjanji berteman. Dia mengaku dari Sekte Naga Merah, bernama Naga Angin, dan Naga Angin mengatakan, bahwa Sekte Naga Merah sering di jelek kan di dunia persilatan karna status nya sebagai pembunuh bayaran, tapi jika di d**a nya tidak ada gambar naga berwarna merah, dia bukan anggota Sekte Naga Merah. Tang Sun, Tang Chan dan Diao Chan terkejut mendengar perkataan dari Tang San. Tang San melihat perubahan muka dari ketiga nya mengerutkan kening nya dan berkata. “Ada apa dengan wajah kalian?” “Kakak,” Orang yang menolong kami di d**a nya ada sebuah gambar naga merah. Tang San terkejut mendengar perkataan dari adik nya. Sebelum Tang San berkata, datang seorang murid perguruan yang melihat Xing Zaolin ribut di tengah kota. “Guru, ada orang Sekte Naga Merah membuat kekacauan, seorang centeng rumah makan tewas, di hajar oleh nya,” Ujar pemuda itu melapor. Hmm..!! “Dari mana kau tahu dia dari Sekte Naga Merah?” Tang San berkata. Kami para murid, mendengar p*********n ketua Tang Sun, oleh Sekte Naga Merah dan mereka memakai pakaian warna hitam. “Lalu kami ber patroli di tengah kota dan melihat keributan di depan rumah makan, karna orang itu makan tapi tidak mau bayar, seorang centeng tewas dan yang membuat keributan itu berpakaian warna hitam, dia pasti anggota Sekte Naga Merah guru, empat orang murid kelas dua menunggu sambil mengawasi di sana, aku di suruh lapor kesini,” Ujar murid perguruan itu dengan wajah ketakutan. “Kau liat si lie jhen perawat kuda kita, setiap hari dia berpakaian warna hitam apa dia anggota Sekte Naga Merah?” Ujar Tang San sambil menatap tajam ke murid nya yang takut mendengar perkataan gurunya. “Tap, tapi di d**a orang itu ada gambar naga merah guru..!! Tang San terkejut mendengar perkataan dari murid nya. “Apa rambut orang itu acak-acakan?” Tang Sun berkata dengan wajah penasaran. “Benar, rambut orang itu acak-acakan,” Ujarnya murid perguruan itu. Tang Sun mengangguk ke arah kakak nya yang juga mengerti keinginan adik nya kemudian langsung melesat ke tengah kota khansa, di ikuti oleh kedua anak Tang Sun dan pemuda yang melapor tadi. Hingga akhir nya bertemu Xing Zaolin. *** Xing Zaolin menatap gedung yang lumayan besar, yang merupakan gedung pusat perguruan pedang perak, mereka termasuk perguruan kelas menengah tapi hampir naik ke atas, karna murid nya yang ada sekitar tujuh ratus orang dan kemampuan si pendekar berambut perak yang merupakan ketua dari perguruan pedang perak, Tang San yang sudah di akui oleh orang-orang karna permainan pedang nya. Tuan pendekar, silahkan masuk..!! Tang Sun berkata, Xing Zaolin tak menjawab, lalu melangkah mengikuti Tang San ketika dipersilahkan masuk. Ketika mereka baru saja duduk, tak lama kemudian datang kakak dari Diao Chan yang sudah membereskan kekacauan yang terjadi di rumah makan. Dan Tang Chan menjelaskan kepada Tang Sun ayahnya, bahwa urusan sudah selesai, lalu menceritakan kejadian yang terjadi di rumah makan. Tang Sun dan yang lain tertawa mendengar cerita dari Tang Chan. Xing Zaolin mengerutkan kening nya. “Apa tuan benar anggota Sekte Naga Merah?” Xing Zaolin tidak menjawab, mendengar perkataan dari Tang San, karna gurunya Dewa Gila pernah berpesan kepada Xing Zaolin bahwa, dia jangan sembarangan berkata, bahwa ia adalah anggota Sekte Naga Merah karna sekte mereka terlarang dan di buru oleh orang-orang dunia persilatan. Tang San mengerutkan kening nya melihat Xing Zaolin tak menjawab. “Baiklah, anggap saja aku tak berkata apa-apa,” Padahal aku mempunyai kawan bernama Naga Angin di Sekte Naga Merah. Xing Zaolin begitu mendengar perkataan dari Tang San lalu menatap tajam, tapi kembali seperti biasa, perubahan itu hanya Tang San yang tahu dan sudah itu cukup bagi Tang San, bahwa pemuda yang berada di depannya memang ada hubungan dengan Sekte Naga Merah, tapi ia juga tak habis pikir, karna Sekte Naga Merah sudah habis tak ada yang tersisa. Memang peristiwa jatuh nya Xing Zaolin ke dalam jurang hanya Tongkat Setan dan Dewa Tombak yang tahu dan mereka menutup rapat-rapat rahasia itu supaya tak bocor keluar, karna mereka juga yakin bocah itu tewas di dasar jurang. “Terima kasih, telah membereskan masalah, aku tak mengerti jika makan itu harus bayar, dan memakai perak untuk membayar, aku mohon diri, setelah berkata Xing Zaolin berdiri dan hendak keluar ruangan dan langkah nya tertahan ketika sebuah tangan mungil memegang lengan nya. “Kenapa terburu-buru?” Diao Chan berkata. Xing Zaolin melihat ke arah lengan lalu menatap Diao Chan, Diao Chan langsung melepaskan tangannya. Tiba-tiba terdengar suara tertawa, tertawa yang di aliri tenaga dalam tinggi. Setelah selesai tertawa, terdengar suara keras dan sampai ke tempat Tang San dan Xing Zaolin berkumpul. “Tang San keluar kau,” Suara keras terdengar dari luar ruangan. Tang San, dan yang lain keluar mendengar teriakan itu. Tetapi setelah sampai ke halaman depan, Tang San terkejut ketika sudah melihat tiga orang telah berdiri, dan banyak murid perguruan pedang perak yang tewas di sekeliling mereka. “Siluman goa iblis,” Tang San berkata dalam hati. Tang San, aku akan mengambil perguruan pedang perak secara baik-baik, cepat kemasi barang-barangmu dan tinggalkan kota khansa, maka kau akan selamat, kakek berwajah bengis memakai caping hitam berkata. “Kami tak pernah ada urusan dengan orang-orang goa iblis, dan apa perkataan tuan tadi?” Tang San berkata sambil menatap tajam ke arah ketiga orang itu. Aku sudah berjanji memberikan hadiah ke temanku..!! Dan seperti nya perguruan pedang perak cocok untuk di hadiahkan buat temanku. Wajah Tang San berubah kelam, ini adalah penghinaan buatnya dan perguruan pedang perak. “Siapa mereka?” Xing Zaolin bertanya kepada Diao Chan yang ada di sebelah nya. “Mereka adalah tokoh golongan hitam siluman goa iblis,” Ujar Diao Chan. Siluman buta yang membawa tongkat, siluman tuli, dan pemimpinnya yang memakai caping di tengah itu, Xing Zaolin mengangguk mendengar perkataan gadis itu, dan mulut nya terus mencicipi satu-persatu kue yang ada di meja dan minum arak yang telah di sediakan. “Kau pikir gampang?” Tang San berkata. Phuiihh..!! “Yang lebih besar dari perguruan mu, aku sudah sering mangambil alih, cukup ku bikin kalian berdua masuk ke dalam kubur, maka perguruan pedang perak akan menjadi milikku. Ha ha ha. Tang San yang sudah kesal, lalu mencabut pedangnya yang berada di punggung kemudia melesat menyerang kakek bercaping, siluman goa iblis. Traaang..!! Tangan Tang San bergetar akibat tongkat batu yang menangkis serangan pedang nya. Tang San kemudian, melentingkan tubuhnya sambil mundur, lalu balik menyerang kembali ke arah kakek bercaping itu. Pedang berwarna perak lurus menyerang d**a, siluman goa iblis. Entah kapan mengeluarkan, siluman tuli sudah memegang sebuah pit baja. Pit baja itu menangkis serangan Tang San. Traaang..!! Tang San yang merasa marah karna merasa dilecehkan, lalu menyerang kembali, kali ini pedangnya menyabet ke arah leher dari siluman goa iblis, dan lagi-lagi, siluman buta dan siluman tuli menangkis serangan pedang dari Tang San. Ha ha ha. “Percuma saja kau menyerang, tidak akan mungkin kau bisa menyentuh tubuhku,” Kakek bercaping itu berkata. “Kau kemasi saja barangmu, jangan membandel.” Tapi Tang San tidak peduli, sudah puluhan tahun jurus ia menyerang tapi tak ada hasil yang di dapat, sampai akhir nya. Ketika pedang nya kali ini menyambar ke arah pinggang siluman buta, siluman buta hanya diam tapi siluman goa iblis yang menangkis, dengan pedang nya. Traang..!! Dan setelah menangkis, siluman goa iblis langsung menghantam dengan telapak ke arah d**a kirinya, kemudian telapak kirinya langsung balik menahan serangan dari siluman goa iblis. Telapak mereka bertemu. Dhuaar..!! Tang San terhuyung, dan mundur satu langkah, sedangkan siluman goa iblis tersenyum. Ketika tangan nya, bertemu dan terdengar ledakan suara tenaga dalam, siluman buta melesat ke arah asal suara ledakan, dan tongkat batu miliknya langsung menghantam, pinggang Tang San yang tengah terhuyung. Bhuuuk. Pinggang Tang San terkena dengan telak hantaman tongkat batu milik dari siluman buta. Tang San langsung melayang ke arah Tang Sun yang langsung menangkap kakak nya. Hoaakks..!! Darah segar menyembur keluar dari mulut Tang San, ketua perguruan pedang perak terluka karna kecerobohan nya sendiri. Huuh..!! Xing Zaolin mendesis melihat Tang San terkena pukulan tongkat dari siluman buta. Ha ha ha. “Bagaimana sekarang, apa masih belum menyerah juga?” Ujar siluman goa iblis. “Dasar siluman licik kalian bertiga, sedangkan kakakku seorang diri,” Tang Sun berkata. “Bukankan aku menyuruh mu untuk ikut bergabung biar cepat,” Kakek bercaping itu membalas perkataan dari Tang Sun. Tang San melirik ke arah Xing Zaolin, dan tiba-tiba terlintas sebuah ide. Dua dewa, satu iblis, tiga siluman, empat setan, dan lima perguruan yang telah menghabisi Sekte Naga Merah, dan ku dengar siluman goa iblis, adalah peringkat ketiga di antara 3 siluman yang menghabisi orang-orang Sekte Naga Merah. Xing Zaolin yang hendak meminum arak nya, dan tak peduli dengan pertempuran, ketika mendengar perkataan dari Tang San langsung menaruh kembali cawan araknya, lalu menoleh dan menatap tajam ke arah siluman goa iblis. Xing Zaolin berdiri dan berkata kepada Tang San, “Hidup ternyata harus mempunyai perak di dunia ini, ketua, sebutkan harga kedua kepala siluman buta dan tuli itu?” Xing Zaolin berkata. “Aku akan membayar mu dua ribu tail perak, jika kau membunuh nya, tapi bagaimana dengan pemimpin mereka?” Tang San berkata. Xing Zaolin ketawa mendengar perkataan dari Tang San, “Dia pemimpin siluman goa iblis yang menyerang perkampungan Sekte Naga Merah.” Baik, kau ku bayar dua ribu tail perak, lalu Xing Zaolin menunjuk ke arah kakek bercaping itu, dan berkata dengan nada dingin. “Anggap saja ia adalah bonus nya.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD