Usai mandi dan berganti pakaian, Letta duduk di meja dan mulai sarapan. Semangkuk sup, roti bakar, dan sebutir apel sudah tersaji. "Duduklah, kita sarapan bersama," ajaknya pada Meredith. "Saya sudah duluan, tadi," jawab Meredith. "Baiklah, tapi temani aku makan. Rasanya tidak enak makan sendirian," ucap Letta lagi. Meredith pun menurut, dia duduk di hadapan Letta. Hanya suara denting sendok dan mangkuk yang terdengar. Letta makan dengan tenang, sementara Meredith terus mengamatinya. "Ada yang ingin kau katakan?" tanya Letta. "Oh, tidak, tidak ada," jawab Meredith buru-buru mengalihkan pandangan. "Aku tahu ada yang ingin kau katakan. Tapi kau tidak berani bilang," kata Letta. Dia memandang Meredith lekat-lekat, membuat wanita itu langsung menunduk. Seolah takut. "Tolong jelaskan

