~ Rindu itu menyakitkan .... ♥♥♥ Aroma ini adalah aroma yang selalu aku rindukan setiap waktu. "Al?" Setelah memastikan bahwa yang mendekap adalah benar adikku, Aku pun balas memeluknya tak kalah erat. Melepaskan rindu yang setiap malam menghampiri sampai begitu menyesakkan d**a. Aku melepaskan pelukan dan mendongak. Menatap wajahnya yang terlihat berantakan. Jambang kasar mulai terlihat di wajah tampannya. Aku menelusuri hidung dan bibirnya. Seakan takut ini adalah halusinasiku saja. Benarkah yang sekarang dihadapanku ini nyata? "Kenapa kamu ...." Belum selesai menyelesaikan ucapan, ia sudah membungkamku dengan bibirnya. Bukan dengan pelan lagi, tapi sedikit kasar. Perpaduan rindu, putus asa, dan kecewa. Aku membiarkannya melakukan apa yang ingin ia lakukan. Karena aku pun memang

