4

892 Words
~ Bolehkah aku mencintaimu seperti cinta laki-laki kepada perempuan? ♥♥♥ Entah kenapa mendengar kalimat itu, ada rasa nyeri di d**a. Sakit. Padahal sebagai seorang kakak bukankah seharusnya aku bahagia karena ternyata Al sudah memiliki kekasih? Tapi kenapa malah sebaliknya. Perasaan aneh ini cukup membuatku tak nyaman. "Ohh ... pacarnya. Ayo, silakan masuk," ajakku basa-basi dengan setengah hati. "Nggak usah deh, Kak. Saya pulang saja. Takutnya masih lama. Saya masih ada keperluan juga," elaknya seraya tersenyum "Oh begitu. Baiklah kalau begitu." Aku mengulas senyum sekilas. Merasa senang ajakanku ditolak sehingga aku tidak perlu pake lama berbasa-basi.  "Permisi, Kak." Wanita itu pun berbalik dan berjalan dengan anggun memasuki mobil yang terlihat mewah itu. Ia membunyikan klaksonnya pertanda berpamitan untuk terakhir kali, sebelum akhirnya wanita itu pergi. Setelah si wanita cantik itu pergi dengan segera aku menutup pintu. Ada sesuatu yang aneh dengan diriku. Sebenarnya aku kenapa? Kenapa aku seperti cemburu. Seperti tak rela jika adikku bersama dengan wanita lain. Bener-bener aneh.  Aku memijit pelipisku yang terasa berdenyut. Mungkin karena diajak berpikir terlalu keras sehingga membuat kepalaku malah jadi semakin pusing. Hah! Bodo amatlah. Kenapa pula aku jadi banyak mikir aneh. Masa aku bisa suka sama adik sendiri. Yang benar saja kau Lyra! Mengedikkan bahu tak peduli aku pun menuju sofa lalu meringkuk dengan nyaman. Melanjutkan tontonanku yang tertunda. Lambat laut mataku pun terasa berat dan tak terasa mulai memasuki alam mimpi. *** Pipiku seperti ada yang menepuk-nepuk dan mengusap, bahkan seperti ada sesuatu yang basah mengenai pipi. Rasanya seperti mimpi tapi serasa nyata juga. Karena merasa terganggu dengan sesuatu yang tak pasti sehingga membuatku bergejolak dengan rasa penasaran maka secara perlahan aku mencoba membuka mata. Ternyata ada seseorang dengan posisi setengah mengurungku. Bahkan wajahnya begitu dekat sehingga deru napasnya menerpa pipi. Keadaan yang cukup membuatku terlonjak kaget. Aku menyesuaikan retina dengan keadaan ruangan yang terang. Menyipitkan mata dengan orang yang berada di atasku yang ternyata orang yang sama yang membuatku sesiangan uring-uringan.  "Loh, Dek. Kamu sudah pulang? Duh, Kakak ketiduran, ya."Aku mengucek mata dan berusaha bangun dari posisi nyamanku. Tapi ternyata aku sulit bergerak. Al masih mengungkungku tanpa terlihat ada keinginan untuk berpindah. Aku pun menatap heran dan balik memandang lelaki dihadapanku "Ada apa? Kok kakak dikurung? Kamu tuh berat tahu. Mana sempit pula!" Aku berusaha sedikit berontak. Tapi ternyata tenagaku tidak ada apa-apanya dibanding tenaga Al. "Cuma mau ngetes doang. Masa diginian aja nggak bisa gerak. Makanya punya badan jangan mungil." Seringainya. Ia pun melepas kurungan lalu duduk dengan manis sambil menonton entah apa. Aku tak begitu memperhatikan. Aku sedang fokus menatap lelaki dihadapanku. Memperhatikannya dalam diam. Kelihatannya ia sudah mandi. Bajunya pun sudah berganti dengan kaos oblong hitam dan celana pendek. Aku jadi berpikir sudah berapa lama aku tertidur. Kok sudah melihat makhluk tampan ini ketika terbangun dari tidur lelapku. Aku sedikit tersentak saat teringat sesuatu lalu menepuk jidat. Waduh! Aku belum mandi. Pasti aromanya sudah tak sedap nih. Dengan sedikit panik, aku pun segera beranjak dari sofa. Pasti penampilanku kacau sekali. Membuat malu saja. Haduhhh. "Mau ke mana, Kak? Kok buru-buru?" tanya A heran. Aku terdiam sejenak mendengar pertanyaannya. Memperhatikan Al kembali yang selalu membuat mataku tak mampu berpaling. Ini bocah kenapa memakai pakaian apa saja selalu cocok sih. Padahal cuma kaos oblong. Eh, tunggu! Apakah yang aku rasakan tadi adalah kenyataan? Sebuah kecupan itu apakah bukan mimpi? Memikirkan hal demikian entah kenapa malah membuatku senang seketika. Sayangnya itu dilakukan saat aku tertidur.  Jadikan aku tidak tahu bener apa tidaknya dugaanku ini. Duh, otakku sepertinya tidak beres nih.  "Kakak mau mandi. Lengket dan bau rasanya." "Kata siapa bau? Masih tetap wangi kok," Aku hanya mencibir mendengar ocehan Al. Wangi dari mana coba. Dari Hongkong. "Boong banget. Nggak usah ngehibur deh." "Siapa yang ngehibur. Itukan fakta. Lagipula tadi sudah aku cobain. Jadi apa yang ucapkan ini tidak bohong." Mendengar ucapan Al membuatku malah jadi bingung memikirkan maksud perkataannya. "Maksudnya cobain apa?" "Ah, lupakan saja. Nggak usah dibahas." "Huh! Dasar aneh. Terus kamu udah makan belum?" "Udah, Kak." "Oiya, tadi ada cewek cantik datang ke sini nyariin kamu," ucapku dengan hati sedikit perih. Mengingat kembali kejadian tadi siang.  "Siapa?" "Lahh, emang pacar kamu ada berapa? Sampai nanya siapa?" "Banyak, dong," ujarnya sambil mengerling ke arahku. "Ck. Kalau begitu Kakak duluan masuk kamar. Mau mandi." ujarku setengah dongkol. Saat aku hendak berdiri, ia malah meraih tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya. Ia pun merangkul pinggangku dan menarik lebih dekat. "Kok seperti ada yang ngambek. Hemm." Ia memencet hidungku dengan tampang jahil. Kalau sudah tampang jahil begitu, beneran bikin aku gemas deh. Kelihatan makin ganteng saja. Duh, tolong kuatkan imanku! Aku pun hanya terdiam malas meladeni lelaki menyebalkan ini. Mau beranjak tapi aku tidak bisa bergerak. Pelukannya kencang sekali. "Kok, diem aja. Ada apa?" Sorot matanya berubah lembut.Ia merapikan rambutku yang mengenai mata dan menaruhnya di belakang telinga. "Nggak percaya ya kalau Kakak masih wangi?" "Kakak mau mandi. Lepas, ih." "Bentar. Aku ingin melanjutkan kegiatan tadi pagi yang tertunda. Penasaran." Belum sempat aku bertanya, ia sudah membungkamku dengan bibirnya. Melumatnya dengan lembut dan perlahan. Bahkan ia menuntunku untuk melakukan hal yang sama. Seharusnya aku berontak dan aku tahu semua ini salah. Tapi reaksi tubuhku tidak bisa dibohongi. Aku malah menikmatinya. Jadi beginikah rasanya? Sesuatu hal yang selalu membuatku penasaran sedari lama, akhirnya terjawab sudah. Dan kini aku hanya mampu terdiam, Menikmati setiap sensasi yang menggelegar. Memompa adrenalin yang berpacu di d**a. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD