Aku Ingin Melindungimu

1297 Words

Jalanan masih gelap. Rembulan dengan setia membiaskan cahayanya. Pagar kayu pembatas di pinggir jalan terlihat hitam dari dalam mobil. Ombak di pantai yang terbentang sepanjang jalan nampak tenang. Tidak ada burung laut yang terbang. Hanya suara angin dari arah pantai saja—menjadi nyanyian waktu dini hari itu. Biasanya, orang-orang datang kemari dengan hati riang untuk melihat keindahan Pulau ini. Tidak dengan Sarah. Wajahnya penuh kecemasan. Tarikan nafas panjang juga embusannya, terus di lakukan. Sampai tiba di area parkir Resor. Para demonstran, tidur di sembarang tempat. Kayu, papan tulisan— juga spanduk tergeletak di dekat mereka. Kim Sang Hyun berhenti agak jauh dari mereka. Menengok ke arah kursi penumpang. “Mmm.. Penerjemah.. Tidak ada. Jadi, bagaimana nanti omong sama mereka?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD