Sirene ambulan yang berhenti di depan pintu rumah sakit itu membawa Alan yang kini darahnya bersimbah tak karuan. Alat bantu pernapasan pun di pasangkan padanya. Sarah yang tampak kacau terus komat-kamit mulutnya. Berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Alan. Ranjang brankar yang di atasnya Alan berbaring, segera di dorong masuk oleh petugas. Beberapa perawat segera menyambut. Di arahkan oada ruang IGD. Kim Sang Hyun dan Sarah menunggu dari kejauhan. Sementara perawat dan Dokter yang berjaga terus memberi tindakan pada Alan. Kedua tangan Sarah yang merah bertaut gugup. Dokter yang memakai jubah putih mendekati keduanya. “Pendarahan cukup parah di bagian luar kepala pasien, sebenarnya bisa di tangani. Tapi.. Kami mencurigai pasien mengalami Hematoma Subdural.” “Hematoma? Apa it

