Sarah sedang duduk di samping Alan yang masih terbaring dan tak sadar. Alat bantu pernapasan yang di pasang melalui mulut masih terpasang. Suara dari monitor detak jantung membuat suasana semakin kalut. Perban jaring seperti topi terpasang di kepala Alan. Sarah yang menggunakan masker dan gaun protektif berwarna hijau—menatap nanar pada Alan. Dadanya kembali terasa sakit. Air mata yang memberontak keluar ia tahan sekuat mungkin. Sarah terisak tanpa air mata. Napasnya semakin terasa berat. Menelan ludah pun sangat sulit baginya saat ini. Sarah menunduk. Menyerah pada akhirnya. Air matanya menderas tiba-tiba. Mengingat kembali kata-kata Dokter. Tentang golongan darah Alan. “Kenapa.. Kau setega ini padaku. Apa benar.. Kau tak mengingatku, Rama?” Sarah mengangkat wajahnya. Kembali menatap R

