ep 15

1000 Words
Perut Shylla semakin terasa nyeri. Shylla berusaha menenangkan pikirannya. Tapi bayangan Kevin yang mencium Clarisa terus berputar dalam kepalanya. Sampai matanya tertuju pada satu tempat. Rumah cadangan. Mereka telah sampai di sana. Begitu pula dengan Darrel, Alfian, Nora dan Lucas yang juga telah sampai disana. Tentunya dengan begitu banyak laki-laki bertubuh kekar, dan berpakaian hitam yang di tugaskan Alfian menjaga sekitar rumah. "pa... aku gak mau di sini... Kevin mengetahui tempat ini. bagaimana jika Kevin kemari? aku tidak ingin bertemu dengannya" ucap Shylla "tenanglah kami tidak akan membiarkanmu bertemu dia" jawab Darrel "istirahatlah. papa akan mencarikan dokter untukmu" ucap Alfian lalu sibuk dengan handphonenya Alfian mengundang salah satu temannya yang dokter kandungan untuk memeriksa Shylla. Tak ada sesuatu yang membahayakan. Hanya saja Shylla harus lebih sering istirahat dan jangan stress untuk saat ini. Karena Stress bisa menyebabkan bayi lahir prematur. sehari.... dua hari... tidak ada kabar dari Kevin. Shylla mampu beristirahat dan tenang kembali jika tidak ada yang membahas Kevin. sampai di hari ketiga Kevin datang. banyak pengawal yang menghadang Kevin agar tidak masuk. Termasuk Darrel yang siap sedia 24 jam menjaga Shylla dari berbagai ancaman. "loe tolong biarkan Shylla istirahat. buat calon anak loe juga" ucap Xiu "gue kemari juga buat anak gue" bantah Kevin "tapi loe udah ngelukai hati istri loe!" balas Dallin "tapi gue butuh Shylla... gue mau jaga istri gue yang hamil anak gue" "jaga shylla? jaga istri? gak usah ngimpi... ketinggian mimpi loe!" ucapan Xiu terlalu pedas, hingga membuat kevin mundur satu langkah "ssttt,.. Shylla baru aja tidur!" ucap Darrel pelan yang muncul dari balik pintu "Reza, Tio, bawa kevin pergi" perintah Dallin ke pengawalnya yang sedari tadi memegang erat lengan kevin "kenapa loe usir gue lin?" tanya Kevin "gak jelas kata gue tadi? loe lukai hati istri loe! istri loe adik gue! jelas?" "pergi... pergi... dan jangan kembali" ucap Darrel Kevin berbalik, langkahnya pelan menuju mobil. Harapannya agar Shylla untuk memaafkannya pupus sudah. Ia menyesali perbuatannya. Kenapa pada saat itu ia mau menuruti Carisa. Jika saja Carisa tidak datang, Jika saja Carisa tidak mengatakan akan pergi ke luar negeri, Jika saja Carisa tidak meminta maaf dan menganggap Kevin kakaknya, Jika saja Carisa tidak meminta peluk dan cium terakhir itu, semua tidak akan menjadi begini. Sebelum masuk mobil ia menengok kembali kearah rumah itu. Namun, Amarah menggelayuti hati dan pikiran Kevin. Kevin menangis berbalik dan berlari menuju pintu. Namun berhasil di hadang oleh beberapa pengawal. Dengan langkah berat Shylla keluar kamar. Sayup-sayup ia mendengar suara teriakan Kevin, ia juga mendengar keributan sehingga Shylla terbangun dari kamarnya. Semarah-marahnya Shylla ke Kevin, walo sangat merasakan sakit hati, bagaimana pun Shylla mengandung anak Kevin dan masih merindukan Kevin. "kak, aku denger suara Kevin" ucap Shylla "dek... dek... masuk... " ucap Darrel lalu menuntun Shylla kekamar "Shylla... Shylla... Sayang... ini aku... aku di sini" teriak Kevin "dek, kamu gak mau ketemu Kevin kan... masuk ya" Dallin ikut menuntun adiknya masuk "lepasin... lepasin gue!!! gue mau ketemu istri gue!!!“ teriak kevin sambil berusaha melepaskan diri dari pengawal Alfian "kak... sebentar aja... aku cuma mau lihat Kevin" pinta Shylla "la... dia udah sakitin loe!" ucap Xiu Shylla terdiam tak mampu berkata lagi, tapi Shylla masih mendengar suara Kevin yang berusaha masuk menemui Shylla. Shylla berjalan beberapa langkah, namun di cegah lagi oleh kedua kakaknya dan Xiu. Hingga akhirnya Kevin mampu melawan beberapa orang tersebut dan berhasil masuk bertemu Shylla. Kevin menangis, ia langsung memeluk Shylla. Kevin meminta maaf pada Shylla. Shylla hanya diam dan tak mau menjawab permintaan Kevin. "kamu gak maafin aku sayang?“ tanya Kevin tapi jawaban Shylla hanya helaan nafas panjang "Shylla gak mau jawab! pergi loe!" bentak Dallin "mbak Shylla maaf hp nya bunyi sejak tadi" Tiba-tiba Nora datang tapi langsung berbalik menuju Lucas "Carisa La..." pekik Xiu "jangan di angkat" ucap Kevin "kenapa? kali aja mau minta maaf" Xiu ketus menanggapi Kevin Shylla jalan pelan menuju kursi. Lelah, dan berat dengan kehamilan sekarang. Shylla menunggu hp nya sampai berhenti berdering. Baru berhenti beberapa detik, Carisa menelpon lagi. Belum lagi Shylla duduk Kevin sudah bersimpuh di depan Shylla memintanya jangan menerima telpon Carisa. "halo" sapa Shylla "Shylla! loe sama Kevin? suruh kevin angkat telpon gue! gue mau ngomong" "sabar aja. ntar di angkat" "gue hamil" "apa loe bilang sa? "gue hamil... anak Kevin... gue mau minta tanggung jawab kevin" Bagai petir menyambar. Handphone di tangan Shylla terjatuh. Langsung Xiu ambil alih, dan Shylla terjatuh hingga tubuhnya terduduk di lantai. "loe bicara apa ke Shylla? "gue cuma bilang, gue hamil, butuh Kevin buat tanggung jawab" "p*****r loe!" bentak Xiu lalu menutup telpon Carisa Xiu menampar Kevin dengan keras. Air mata Xiu mengalir. Ia tidak menyangka jika Sahabat yang paling Xiu sayangi harus menderita seperti ini karena Sahabatnya juga. Kevin. Darah terlihat mengalir ke kaki Shylla. Tapi Shylla tak merasakan apapun. Shylla hanya diam. Bungkam tanpa suara. Hanya satu yang Shylla rasa, sakit hati ke suaminya. Hanya satu yang ia dengar pernyataan Carisa. Air matanya terus mengalir deras. Semua yang ada di rumah sudah panik. Karena melihat Shylla pendarahan dan di tambah sekarang ia pingsan. Terutama Kevin, ia shock. Kevin melihat pemandangan di depannya. Tak lagi cercaan dari Dallin, Darrel, atau Xiu ke dirinya. Hanya ada keributan dan kepanikan karena Shylla yang pingsan dan pendarahan. Kevin tersadar setelah di tepuk pundaknya oleh Josh yang baru saja datang. "josh, bantu saya bawa Shylla ke mobil" ucap Dallin panik "gue... biar gue bawa" ucap Kevin langsung membopong Shylla ke mobilnya dengan cepat "Shylla berat lho" ucap Dallin pelan "iyalah baby nya 2" "kekuatan cinta" "oh iya, Nora.... mbak.... " panggil Xiu keras "nggeh bu" "jagain Lucas. saya mau kerumah sakit" "siap" "Tio, Reza, ikut kami ke rumah sakit, untuk yang lainnya jaga rumah. jaga Nora dan lucas" imbuh Dallin lalu menyusul Kevin "mbak Shylla kenapa mas?" tanya josh "shylla pendarahan" jawab Darrel "Biar gue yang nyetir, Xiu... Sayang... kamu jaga Shylla, loe di sebelah gue! jangan panik!!“ ucap Dallin ke kevin dan Xiu "Josh, Tio, Reza, kalian sama saya. Josh loe yang setir" ucap Darrel melempar kunci mobilnya ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD