Shylla tertidur. Keesokannya ia bangun dengan kondisi tubuh yang segar. Shylla melihat suaminya duduk di halaman belakang, ia terlihat selesai berolahraga. Tapi saat ia menghampiri Kevin, ia memergoki Kevin ber-telponan dengan Carisa. Shylla kesal, marah, namun ia tidak membiarkan emosi merasuki pikirannya.
"kevin. ini roti dan s**u telur" kata Shylla sambil menaruhnya di meja samping tempat duduk Kevin
"oh, terima kasih sayang" ucap Kevin lalu menyesap minuman hangatnya
"kenapa Carisa telpon?" tanya Shylla jutek
"dia minta maaf atas kejadian kemarin sayang" jawab Kevin sambil makan roti yang disediakan Shylla
"bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Kevin
"baik" jawab Shylla singkat
"siang ini aku harus kerumah sakit sayang. Ada meeting sama papa" ucap Kevin
"hem... jam berapa?" tanya Shylla
"setelah makan siang" jawab Kevin
"kamu pulang tunggu aku ya sayang" ucap Kevin
"lama dong... mungkin kamu sampai malam.. aku nyetir pulang sendiri gakpapa kok sorean nanti" ucap Shylla
"jangan! siap-siap pulang sekarang! " ucap kevin tegas lalu berdiri dan akan mandi
"aku gak mau pulang sekarang" rengek Shylla
"biar nanti gue anter kev" ucap Xiu yang ada di belakang Shylla
"nah betul. ntar sama Xiu" celetuk Shylla
"oke. tapi hati-hati" ucap Kevin lalu pergi ke kamar Shylla
pukul 10 Kevin sudah berangkat. Begitu pula Darrel dan Dallin yang sudah berangkat bekerja semenjak pagi. Shylla sedikit bertanya-tanya, kemana Kevin pagi ini. Walau penasaran tapi ia tak mampu berbuat apapun. Untuk berjalan saja sudah berat, malas rasanya untuk mencari tau ke rumah sakit. Tapi rasa penasarannya amat besar.
"loe dari tadi ngalamun aja? kenapa?" tanya Xiu sambil menyodorkan buah-buahan yang sudah ia potong-potong
"gue penasaran. kemana kevin? " tanya Shylla
"bukannya kerumah sakit ya?" jawab Xi
"iya. tapi rapatnya habis makan siang. sekarang baru setengah 11. lama kalau setengah satu"
"mungkin ada pasien la"
"hem, mungkin"
"jangan kebanyakan mikir loe tuh kasian baby loe!"
"gue ambil minum dulu"
"eh ini sekalian... buahnya abis" ucap Xiu lalu menyodorkan piring yang sudah kosong
"gue isi lagi ya? " teriak Shylla
"gak usah... gue kenyang" jawab Xiu dengan teriak karena mendengar anaknya menangis.
"gakpapalah gue isi, gue mau lagi kok" gumam Shylla pelan
Shylla mengambil beberapa buah di kulkasnya. Ia mengambil pisau dan mulai memotong beberapa buah. Di saat memotong buah terakhir tangannya teriris karena kaget oleh panggilan Xiu. Karena piring terlalu berada di pinggir meja, piring yang penuh berisi buah ia senggol dan terjatuh sehingga mengenai kaki Shylla dan kakinya ikut terluka. Xiu panik ia segera memanggil Nora untuk menggendong Lucas, dan Xiu segera membawa Shylla ke rumah sakit. Beruntungnya Shylla hanya luka kecil di tangannya, dan tidak terjadi sesuatu hal yang parah di kakinya. Tapi untuk saat ini Shylla Harus memakai kursi roda. Selain karena dia Hamil, juga karena kaki akan terasa sakit saat berjalan.
"eh ke ruangan Kevin dulu yuk... gue tadi kabari dia" ucap Xiu
"ha? dia pasti panik" ucap Shylla
"makanya kita kesana" ajak Xiu
"ya udah ayok"
Sebelum sampai ruangan kevin, Dallin datang ke rumah sakit. Xiu dan Shylla lagi-lagi melihat penyamaran penampilan Dallin. Karena ia memakai Celana panjang, Kaos panjang, Kacamata hitam, bermasker hitam, dan memakai topi bulat hitam. Shylla dan Xiu paham, mungkin Dallin akan di kerubungi Fans nya jika ketahuan di sini saat ini. Ternyata Dallin tidak sendiri. Ia bersama Joshua assistennya. Josh, biasa di sapa Dallin, ia baru ikut Dallin 9 bulan ini.
"dek, xiu, gimana?" panggil Dallin
"gakpapa kak" Jawab Shylla
"mau kemana lagi mas?" tanya Josh
"mau ke ruang kevin sebentar" jawab Dallin
Josh hanya ikut di belakang Dallin, Sambil mendorong kursi roda Shylla. Shylla dan yang lainnya sampai di depan ruangan Kevin. Dallin membuka pintu ruangannya. Tapi hal tidak baik yang ia lihat. Kevin memeluk dan mencium Clarisa dengan mesra. Kevin panik. Dallin marah dan langsung memukul Kevin dengan garang. Shylla berusaha tidak menangis. Hanya sakit, sakit hati yang ia rasa.
"Sialan loe! gue anggep loe sodara, loe bakal jaga adik gue, tapi berulang kali loe sakitin adik gue! mulai sekarang jangan lagi loe temui adik gue! tunggu surat cerainya!" bentak Dallin
"sampun mas... sampun... (sudah mas... sudah) mbak Shylla itu kasihan" ucap Josh
"La.. Shylla... ini tidak seperti yang kamu lihat" ucap Kevin menyusul Shylla yang akan di bawa pergi Dallin
"pergi loe!" ucap Xiu lalu mendorong Kevin Kuat-kuat hingga terjerembab.
"Josh telpon Darrel minta dia ke rumah cadangan. Xiu telpon papa minta kesana" ucap Dallin lalu berhenti dan membopong Shylla menuju mobil
"rumah cadangan dimana tanya Darrel mas?" tanya Josh
"villa. oh Xiu, minta papa bawa seluruh pengawalnya kesana" imbuh Dallin
"iya sayang" jawab Xiu mantab
"mas Dallin, mobil mbak Xiu pripun(bagaimana)?" tanya Josh
"loe bawa. loe bisakan imbangi kecepatan gue?" tanya Dallin
"nggeh... bisa" jawab Josh dengan bahasanya yang campur
Kevin berusaha mengejar Shylla lagi. Kevin meraih lengan Shylla yang sudah berada di dalam mobil. Shylla terlihat telah mengusap air matanya. Ia memandang lembut wajah Kevin. Ia mengusap perutnya yang buncit.
"sayang... Shylla jangan marah. jangan pergi" ucap kevin
"kevin... aku gak marah. Tapi jangan tahan aku. saat kau mulai memeluk wanita lain, perlahan aku sudah hilang dari hatimu. saat kau mencium wanita lain, aku telah hilang sepenuhnya dari hidupmu dan kamu sudah mendapat pengganti... tenanglah... untuk anak kita, akan aku rawat baik-baik" ucap Shylla yang terlihat berusaha tenang
"tidak... aku tidak ingin pisah. kita akan rawat anak kita bersama" ucap kevin
"gak perlu... aku bisa rawat anak ini sendiri. aku aja sudah kamu khianati, apa lagi anak kamu.... aku tidak ingin, anakku melihat kelakuan buruk ayahnya" ucap Shylla lalu meringis seperti menahan sakit di perutnya
"gak usah loe cari adik gue!" ucap Dallin memukul Kevin lalu menutup pintu mobil dan melajukan mobilnya di ikuti Josh
***