Dengan terpaksa Alya mengetuk pintu kamar Adit dengan takut. Beberapa kali ia menghela nafasnya panjang. Tok. Tok. Tok. Tak berapa lama pintu terbuka, menampilkan Adit dengan bertelanjang d**a, seketika pandangan Alya langsung menunduk. “Kenapa?” Tanya Adit. Alya menelan ludahnya kasar. Dia bingung harus menjawab apa. “Mama pasti minta kamu buat tidur disini kan?” Tanya Adit, dengan cepat Alya mengangguk. “Iya masuk.” Sambung Adit, dia tersenyum smirk menatap Alya. Setelah Alya masuk Adit menutup pintunya dengan pelan. Karena hari sudah sangat larut. “Tapi jangan harap tidur diranjang bareng.” Sambung Adit kembali, Alya sangat tahu hal ini akan terjadi kepadanya. “Iya.” Jawab Alya menunduk. “Tidur disofa.” Kata Adit, Alya mengangguk paham dan segera berjalan menuju sofa panjang d

