“Kayla kenapa nangis?” Tanya Adit, Adit memang keras dan sangat dingin tapi berbeda jika berhadapan dengan anak kecil. Dia akan menjadi laki-laki yang hangat dan penuh kasih sayang, “Ayah jangan tinggalin Kay lagi.” Jawab Kayla dengan isakan. Adit mengangguk kemudian mengelus tangan kecil Kayla,”Iya ayah janji.” Kata Adit. Alya tersenyum mendengar perkataan Adit, sebisa mungkin dia menahan air matanya untuk tidak jatuh dihadapan Adit. “Sekarang Kayla mandi.” Kata Adit, dengan cepat Kayla mengangguk. Begitupun dengan Alya yang langsung menggendong Kayla menuju kamarnya. Ceklek. Adit membuka kamar milik Kayla, sepertinya Kayla baru saja selesai mandi. Karena Alya baru saja menguncir rambut Kayla. “Ayah.” Pekik Kayla saat melihat Adit membuka pintu. “Udah selesai?” Tanya Adit yang men

