Chapter 30

1072 Words

"Aw... pelan, Jennie. Itu perih."  Brianna menatap Jennie dengan sangsi. Dia tidak yakin apa Jennie benar-benar peduli dengan menawarkan diri mengobatinya. Tampaknya wanita itu bahkan melamun saat memberikan obat merah di pipinya juga sudut bibirnya.  "Apa aku menyakiti salah satu temanmu? Jadi kau menawarkan diri mengobatiku agar bisa membalaskan dendam mereka dengan samar-samar?" tanya Brianna dengan tatapan meminta sebuah kejujujan pada wanita yang mengerjap itu. "Apa?" "Bukannya mengobati, kau lebih terkesan ingin menyakiti aku. Kau melamun sejak tadi dan menekan lukaku dengan keras." "Astaga, maafkan aku, Els. Pikiranku benar-benar tidak di sini." Jennie dipenuhi dengan rasa bersalah. Brianna hanya menggeleng dengan maklum. "Apa yang kau pikirkan?"  "Aku takut tiga orang yang b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD