Ranjiel dan Lia terpisah dari rombongan, mereka benar-benar berlari tanpa arah dan juga tujuan. Saat ini lebih baik menjauh dari hutan, dan mencari tempat yang aman untuk duduk serta menunggu jam dua belas malam. Cowok itu melepaskan tangan Lia, mereka berhenti di dekat gudang sekolah. “Gila ... beneran ada setan ternyata. Gue kira Bang Razka bohongin gue,” ujar Ranjiel. Ia tak sempat membawa tasnya pergi dari hutan, dan ia hanya bisa menyelamatkan dirinya dan juga Lia beserta ponselnya. Cowok itu kemudian menatap Lia, cewek itu juga terlihat begitu lelah, dan sedang mencari napas. “Yaya dari tadi udah ngerasa nggak enak. Anjiel nggak ngerasa apa? Pas kita masuk hutan udah kek diawasin gitu,” ujar Lia. Ranjiel yang mendengar penuturan Lia menepuk dahinya. Ia lupa jika Lia bisa merasakan

