Pukul enam sore, semua murid Algateri sudah selesai dengan persiapan, dan mereka yang mengikuti kompetisi sebagai anak inti segera menuju ke hutan. Setelah berbaris sekitar satu jam di lapangan dan mendengarkan ocehan Pak Hutapea tentang keadilan dalam permainan ini akhirnya mereka bisa terbebas. Ranjiel dan Lia berjalan bersama, di depan mereka ada Geisha dan juga Barton, sedangkan di belakang mereka ada Niel dan Milana. Mereka semua terlihat santai, tidak terburu-buru masuk ke dalam hutan. “Kok sante bener sih jalannya?” tanya Niel yang melihat Ranjiel sama sekali tak memiliki beban. Ranjiel yang mendengar hal itu hanya diam, ia malah memainkan ponselnya sebelum memasukkan ponsel itu ke dalam saku. “Anjiel ... emang kita nggak pa-apa kalo sante gini? Kan bisa abis benderanya,” ujar L

