Lia yang tadi sempat tak sadarkan diri membuka mata, cewek itu menatap sekitar dan melihat Ranjiel sedang duduk di bawah pohon, bersandar, lalu sambil menutup mata. Cewek itu masih merasakan sakit pada bagian kakinya, ia juga menatap sekitar dan sadar jika dirinya kini berada di tengah hutan. Dengan cepat ia duduk dan menatap jam yang melingkar pada tangannya. “Ihhh ... kirain udah jam berapa,” ujar cewek itu dengan suaranya yang agak kencang. Sekarang baru pukul sembilan, dan mereka sudah berada di tempat itu sekitar satu jam. Ia segera berdiri, tetapi kemudian terjatuh lagi. Kakinya sedikit terkilir, dan terasa sangat nyeri jika memaksakan diri. “Akhhh ... kaki Yaya sakit.” Ranjiel yang merasa terganggu dengan suara Lia segera membuka mata, ia menatap ke arah Lia dan diam. Diamatinya

