Tiga puluh menit berlalu dengan cepat, dan Ranjiel beserta teman-temannya masih menunggu Pak Hutapea untuk bicara. Tetapi seperti biasa ... pria paruh baya itu masih diam, sesekali membenarkan kacamata, lalu akan menatap ke arah mereka sebentar. “Pak, ini udah setengah jam. Bapak belom mau nyimeng?” tanya Ranjiel yang sudah tak tahan lagi dengan kelakuan sang Kepala Sekolah. Pletak ... Ranjiel yang sedang dalam mode serius segera mengusap kepalanya. “Nape pala gua jadi korban?” Vivi yang melakukan hal itu tersenyum, sedangkan Theo bersikap waspada. Ditatapnya Ranjiel, seakan memberikan peringatan agar cowok itu tidak membalas tindakkan pacarnya. “Tiga puluh menit ... kita di sini ....” Rhea segera melantunkan lirik lagu milik salah satu band lawas Indonesia. Pak Hutapea segera meleta

