BAB 45

1582 Words

Ranjiel baru saja kembali ke rumahnya, cowok itu terlihat begitu lelah, dan tak bersemangat. Hari ini benar-benar banyak kegiatan dan juga tuntutan untuknya, ia bahkan tak sadar jika sekarang sudah lewat dari jam dua belas malam. “Baru balik lo?” tanya seseorang. Ranjiel segera berhenti melangkah, tatapan matanya tertuju pada Niel yang sedang duduk sambil menyaksikan acara di televisi. Ia tak mengucapkan sepatah kalimat pun, dan memilih melanjutkan langkah. Ia bersikap seakan Niel tak ada di dekatnya, dan menaiki anak tangga. “Jiel, lo kagak mau ramah tamah gitu ama gue?” Ranjiel tak memedulikan hal itu, ia tetap menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya. “Buset, gue brasa transparan.” Niel yang benar-benar merasa diabaikan segera mematikan televisi, ia kemudian juga menaiki anak t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD