BAB 52

1110 Words

Pagi menjelang, setelah kejadian semalam Ranjiel hanya bisa mengeluh dalam hatinya. Ia merasa pengorbanannya selama ini sia-sia, dan ia merasa dunianya benar-benar runtuh. Cewek yang dulu mati-matian ia jaga sudah rusak, dan cewek itu yang melemparkan dirinya sendiri ke tengah kebusukan pergaulan bebas. Ranjiel juga semalaman tak bisa tidur, ia memikirkan kejadian di dalam sana. Seharusnya ia tak kembali ke tempat itu, seharusnya ia juga tak peduli dengan nasib Lia. Cowok itu segera duduk, ia berdiri dan menuju ke arah dapur. Rasanya sangat haus, dan ia tak sabar untuk meneguk air demi mendamaikan kerongkongannya yang gersang. Bruk ... Tanpa sengaja Ranjiel bertabrakan dengan Lia, ia menatap cewek itu tajam, kemudian mengembuskan napasnya kasar. “Anjiel, ih ... kok jalannya nggak lia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD