Ovi hanya bisa terpaku, ia tak mengerti dengan maksud ucapan Lia. Cowok itu kemudian menggaruk kepalanya, ia terlihat semakin salah tingkah saat Lia menatapnya dengan lembut. Apa yang cewek itu maksud, kenapa bertanya tentang hal yang ambigu padanya. Sejenak Ovi menenangkan otaknya yang mendadak kotor, ia kemudian mengelus kepala Lia. “Yaya, lo sehat?” tanya cowok itu tiba-tiba. “Sehat kok,” balas Lia. Ovi tak tahu harus mengatakan apa, posisi mereka saat ini cukup membuat benda tumpul miliknya semakin bereaksi. Ia mati-matian menahan diri untuk tidak menyerang Lia. “Maksud pertanyaan lo tadi paan, Yaya?” Ovi yang sudah tak tahan dengan pikirannya segera bertanya. Ia tak ingin terlalu lama memecahkan kode seorang cewek, walau rasa cinta dan kasih sayang ada untuk Lia, tetapi tetap saj

