TERIMAKASIH ARINI

1198 Words

"MasyaAllah ... Umpomo aku ra meteng aku wis misuh ki !" (Seumpama aku gam hamil, aku udah bicara kasar!) Kata Arini begitu mendengar ceritaku. Aku menutup wajahku, tak bisa kusembunyikan kekecewaan dan hancurnya hatiku. Rasa sakitnya melebihi apapun, aku merasakan sesak di d**a. Aku merasa seperti habis dinodai meskipun itu oleh orang yang berstatus suamiku sendiri. Arini memelukku sambil mengusap bahuku menenangkanku. "Wis, pegat wae Ngi. Wong lanang kok b*****t ! Astaghfirullah amit-amit jabang bayi!" (Udah, cerai aja Ngi, laki-laki kok b*****t!). Kata Arini sambil mengelus perutnya. "Aku menyesal menyerahkan semuanya pada mas Moondy Rin." Ucapku dalam tangis. "Aku aja yang mendengar juga menyesal lho. Aku nek ketemu orang itu wis sumpahku yo iki, mau tak jambak-jambak dan tak cakar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD