Ketika kematian datang
Zahra berusaha tegar sambil menahan tangisnya,setelah perjuangan panjang merawat ibu nya selama bertahun-tahun pada akhirnya wanita satu-satunya nya yang begitu sia sayangi tersebut menghembuskan nafas terakhir nya juga.
Dimasa kemarin dia berharap ibu yang sangat dia cintai itu bisa terus hidup hingga 100 tahun lama nya, tapi rupanya harapan tinggallah harapan, semua yang dia impikan sia-sia. Penyakit kanker rahim milik ibunya sama sekali tidak berhasil disembuhkan,setelah perjuangan panjang mengobati ibu nya bahkan berhutang kesana kemari penuh perjuangan berharap jika masih tersisa sedikit harapan atas kesehatan wanita itu, rupanya semuanya sia-sia.
Pada akhirnya setelah kematian ibunya dia harus menyelesaikan biaya perawatan dan pengobatan ibunya ke bagian staf administrasi, mencari sisa uang dengan berbagai cara untuk melunasi tagihan rumah sakit yang terus berjalan selama bertahun-tahun ini.
Kemudian setelah menyelesaikan persoalan biaya rumah sakit, gadis itu harus membakar jasad ibunya hingga menjadi abu,membawanya pulang dan menaburkannya ke pantai.
Dan disinilah dia saat ini, Zahra sama sekali tidak mengeluarkan air matanya dimulai sejak dia tahu ibunya meninggal,baginya air mata itu telah sirna sejak dia berusia 5 tahun.
Ibunya tidak pernah menyuruhnya menangis dalam keadaan apapun, wanita itu berkata jika dia harus jadi kuat bahkan sekeras batu untuk dapat bertahan hidup didunia yang kejam ini.
Terakhir kali dia menangis saat mereka tinggal di kampung xxxxxxx,banyak anak-anak seusianya mengejek dirinya dan berkata jika dia bocah kecil yang merupakan anak haram karena tidak diketahui asal usulnya dan siapa ayahnya.
Kala itu dia mengadu kepada ibunya tapi bukan mendapat pembelaan,justru pukulan hebat yang dia terima dari ibunya, saat itu ibunya berkata.
"tidak peduli bagaimana susahnya. terserah orang mau berkata apa. Kau adalah putriku satu-satunya, jangan dengarkan omong kosong mereka,ingat kau harus sekolah hingga tamat SMA, masuk ke universitas yang baik di kampung A dan harus bisa menguasai banyak bahasa, harus bisa berenang di lautan, harus bisa menyetir truk, harus bisa menari balet dan harus bisa semua urusan yang berhubungan dengan akuntansi dan matematika, tidak peduli bagaimana caranya ibu dan kamu sendiri akan bisa membayar semua pendidikan itu"
"Kelak saat sudah tiba waktunya,akan ada orang yang datang menjemput mu dan mengembalikan mu ketempat asalmu".
Saat itu Zahra masih tidak paham dengan apa yang dimaksud ibunya,tapi ibunya benar-benar berjuang membuatnya sekolah menjadi lulusan terbaik meskipun harus mencari uang hingga tidak memperhatikan kesehatannya sendiri
Tapi bagi Zahra orang miskin pada akhirnya tetaplah akan menjadi orang miskin, bagaimana ibunya berjuang untuk menaikkan derajatnya melalui jalur pendidikan, tapi semua orang tidak sudi bergaul dengannya karena penampilannya dan kelas ekonomi nya.
Sangat lucu sekali ketika orang-orang yang berteman denganmu Masih tetap melanda status sosial seseorang, bagi orang-orang kehidupan orang miskin benar-benar menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.
Bahkan Ibunya tidak pernah mengizinkannya berpenampilan normal seperti layaknya teman-temannya, meskipun dia pernah protes jutaan kali,saat itu ibunya hanya berkata ini semua untuk kebaikannya.
Ibunya berkata,
"Saat kau sudah siap orang itu sendiri yang akan mengubahmu dan mengembalikan mu ketempat asal mu, karena dia tidak akan bertahan lama disana menggantikan mu. Sejak awal dia sudah sakit-sakitan dan lemah, satu-satunya cara untuk menyelamatkan kalian adalah dengan cara seperti ini,kelak kau akan paham kenapa ibu begitu kejam padamu"
ingatan akan kata-kata ibunya telah hilang berpuluh-puluh tahun yang lalu dari kepalanya, yang dia ingat bagaimana cara mereka bertahan hidup selama ini, 3 tahun belakangan penyakit ibunya kambuh sangat parah, karena masih kuliah dan ibunya tidak mengizinkannya untuk berhenti kuliah, Zahrah terpaksa bekerja paruh waktu dimalam hari untuk membiayai hidup mereka dan pengobatan ibunya. Awalnya cukup tapi lama kelamaan sama sekali tidak cukup,1 tahun belakangan Zahra terpaksa berhutang kepada rentenir untuk biaya pengobatan ibunya, dan makin lama bunga pinjaman itu semakin meningkat.
Sejenak gadis tersebut membuang pemikiran nya, Zahra memberikan penghormatan 3 kali terhadap debu ibunya,kemudian memeluk erat foto ibunya yang ada ditangannya.
Ibunya sebelum meninggal berpesan, jangan meletakkan kenangan ibunya di makam manapun di kampung A,B atau C karena itu akan menyulitkan nya untuk pergi dari tempat-tempat itu suatu saat nanti, jangan pernah berteman dengan siapapun karena suatu saat jika dia harus pergi orang-orang akan ikut mengenang ibunya dan mengenali Zahra sendiri dengan baik.
Tanpa melanggar permintaan ibunya, Zahra sendiri memilih membakar tubuh ibunya,membuang abu ibunya kelautan dan meletakkan semua kenangan ibunya kedalam kotak kecil dan membuang semua kenangan soal ibunya ketengah lautan.
Pada akhirnya gadis tersebut melangkahkan kakinya menjauh dari sana, berjalan dengan langkah gontai tanpa tujuan.
Dia tidak yakin untuk kembali ke rumah mereka, Sebab dia tahu pada akhirnya para rentenir sudah menunggu dirinya di depan rumah mereka.
para penagih telah memperingati dirinya untuk segera membayar seluruh pokok dan bunga pinjamannya, bayangkan saja ke mana Zahra harus mencari uang tersebut, kecuali keajaiban dia juga tidak punya cara untuk mengembalikan uangnya.
jika dia masih nekat untuk kembali ke rumah, bisa Zahra pastikan kehidupannya akan terancam bahkan bisa jadi dirinya dijual oleh para rentenir ke salah satu yang ada di tempat mereka.
lagi gadis tersebut menghela panjang nafasnya, iya pikir ke mana lagi dia harusnya melangkahkan kakinya saat ini.
mereka jelas tidak punya keluarga, bahkan Zahra tidak memiliki satu teman pun di kampung tersebut, mengingat bagaimana ibunya selalu memperingatinya untuk tidak bergaul dengan siapapun hingga dia sedewasa ini.
Baginya terkadang peringatan yang diberikan ibunya terdengar begitu aneh, tapi setelah dpikir-pikirkan kembali, ucapan ibunya ada benarnya juga, bayangkan apa keuntungan diri nya memiliki seorang teman?!.
pada akhirnya siapa yang akan mau membantunya atau mendengarkan keluh kesah nya, orang dengan kehidupan sepertinya memang tidak pantas untuk memiliki teman satu pun.
Selain hanya sekedar kenal, dia tidak akan memilih untuk menjadi teman siapapun, bahkan di tempat kerja dia berusaha mengasingkan diri dan tidak pernah mengakrabkan dirinya kepada siapapun.
apalagi penampilan cupu dengan kacamata tebalnya serta rambut yang sering diikat ke atas, membuat orang-orang juga enggan untuk mengenalnya lebih jauh.
yang Zahra tahu hanyalah pergi bekerja di waktu yang lebih awal dan setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, gadis itu langsung kabur dan pulang ke rumah nya.
Dan Zahra pikir saat ini lebih baik dia kembali ketempat kerja nya diwaktu jauh lebih awal demi menghindari rentenir yang pasti ingin menagih dirinya.
Gadis tersebut melangkah kan kakinya secara perlahan menjauhi tempat di mana abu ibu nya di taburkan tadi, tanpa menoleh kebelakang lagi dia Bergerak lurus kearah depan.
Tanpa dia sadari seorang laki-laki terlihat bergerak dari sisi kanan yang bersembunyi dibalik pepohonan, menatap punggung Zahrah sembari laki-laki tersebut meraih Handphone di saku celananya.
"Aku menemukan dia"
Ucap laki-laki itu kemudian dari Balik handphone nya.