Brenda merasakan adrenalinnya memuncak saat dia akhirnya tiba di Kanada setelah perjalanan panjangnya. Kabut tipis tergantung di atas bandara, menciptakan suasana misterius. Dengan senyum lebar, dia melangkah keluar dari pintu pesawat dan merasakan hembusan angin dingin Kanada yang menyapa wajahnya.
Mata Brenda berkilat saat dia memandang sekeliling, mencari sosok Jorge. Hatinya berdebar kencang, dan dengan langkah mantap, dia mendekati seorang pria yang sedang menunggu dengan gelisah di sisi kedatangan. Ketika dia berada cukup dekat, dia tersenyum tulus
"Jorge, gosh akhirnya kita bertemu lagi," ujarnya
pria itu tertawa dan memeluk Brenda
"Sarah memintaku datang menjemput mu" ujarnya
perempuan itu mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir
"Aku tidak menyangka kalau kau akan kembali lagi ke Kanada," ujar Jorge
Brenda tertawa mendengar penuturan sahabatnya tersebut, sebelum menikahi Daniel, dia sudah bekerja sebagai seorang modeling dan tinggal di Kanada, lalu dia bertemu dengan Daniel di Jakarta, Daniel menyukai perempuan Virgin alias perawan, dan dia harus mencari tahu bagaimana caranya agar perempuan itu menjadi seorang perawan seutuhnya, dia melakukan sebuah operasi untuk membuat miliknya kembali seperti perempuan perawan pada umumnya
"aku sangat baik, sekarang aku memutuskan untuk kembali lagi ke Kanada dan bekerja bersama dengan kalian semoga ada pekerjaan untukku di sini," ujarnya
Jorge menoleh sekilas.
"kau masih cantik dan berusaha manapun pasti mau bekerja sama denganmu, percayalah kalau Sarah dan Tuan kemayu itu akan mencarikanmu pekerjaan" ujarnya
Brenda tertawa lalu menyandarkan tubuhnya di bangku, sementara Jorge sibuk memusatkan perhatiannya pada jalan Raya.
setelah sampai di kantor agency, Brenda melangkah sendiri menuju kantor temannya . Di dalam kantor yang modern, dia melihat temannya, Sarah, sibuk di meja kerjanya. Dengan langkah percaya diri, Brenda mendekati Sarah yang tersenyum ramah.
"Brenda! Kamu mengagetkan ku." ucap Sarah sambil berdiri dari kursinya.
Brenda tersenyum dan mengangguk. "Iya, aku tiba-tiba memutuskan untuk datang ke Kanada."
Sarah tertarik dan bertanya, "Ada apa, Brenda? Ada sesuatu yang bisa aku bantu?"
Dengan penuh semangat, Brenda menjawab, "Aku ingin mencoba peruntunganku sebagai model di Kanada. Bisakah kamu memberikan informasi atau kontak yang bisa membantu aku memulai?"
Sarah melihat Brenda dengan antusiasme. "Tentu saja! Aku punya beberapa teman di industri ini. Ayo duduk, kita bicarakan rencana karirmu."
Greta, teman lama Brenda, tiba-tiba muncul di kantor Sarah. Dengan senyum lebar, dia mendekati Brenda yang baru saja menandatangani kontraknya. "Brenda!" serunya dengan gembira.
Brenda berbalik dan melihat Greta dengan terkejut. "Greta! Wow, apa kabar?"
Mereka berpelukan dengan hangat, seolah-olah waktu tidak pernah berlalu sejak pertemuan terakhir mereka. Setelah berpelukan, mereka duduk bersama di kantor Sarah.
Greta mengatakan, "Aku tak percaya bisa melihatmu lagi setelah begitu lama. Apa yang membawamu ke Kanada?"
Begitu kata-kata itu diucapkan, perjalanan Brenda ke Kanada semakin mendebarkan, dan dia siap menjalani petualangan baru dalam dunia modeling.
Sarah mencoba untuk membantu Brenda menemukan pekerjaan sebagai model pakaian musim semi di Kanada.
karena wajah cantik dan profesionalisme Brenda langsung mendapat tawaran yang menarik. Sebuah agensi modeling terkemuka di Kanada tertarik padanya dan menawarkan kontrak kerja terlebih dahulu. Brenda terkejut namun merasa senang dengan kesempatan ini.
Dengan senang, Brenda menerima tawaran tersebut dan merasa bahwa ini adalah langkah besar menuju karir modeling yang sukses di Kanada.
mendapatkan pekerjaan itu membuat Sarah langsung menarik pergelangan tangan berenda agar segera datang ke perusahaan salah satu fashion yang sangat terkenal.
Jorge melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hingga akhirnya mereka tiba di depan perusahaan fashion terkenal itu
"ini adalah keberuntungan, kau baru saja sampai tapi sudah mendapatkan pekerjaan, sangat luar biasa dan kau pantas untuk mendapatkan bayaran yang sangat mahal," ujar Sarah
perempuan cantik itu hanya tersenyum lalu mereka naik ke lantai atas, tepatnya ke ruang meeting untuk menandatangani berkas.
_______
Brenda duduk di meja dengan berkas kontrak di depannya. Matanya memandang dengan penuh antusiasme pada baris-baris kata yang memuat kesepakatan untuk kontrak kerja sebagai model pakaian musim semi. Dia mengambil pulpen, hati-hati menandatangani nama lengkapnya dengan tanda tangan yang jelas.
Sarah, yang duduk di seberang meja, tersenyum lebar. "Selamat, Brenda! Kamu telah resmi menjadi bagian dari agensi modeling terkemuka di Kanada."
Brenda tersenyum bahagia. "Terima kasih, Sarah. Aku tak sabar untuk memulai petualangan ini."
Sarah memberikan kopinya dan mereka mulai berbicara lebih rinci tentang apa yang diharapkan dari Brenda sebagai model. Mereka membahas jadwal pemotretan, audisi, dan kesempatan yang mungkin akan datang. Brenda mendengarkan dengan serius, menyerap semua informasi yang diberikan.
"Saya yakin kamu akan berprestasi dengan gemilang," kata Sarah dengan keyakinan. "Kamu punya bakat dan potensi besar."
Brenda tersenyum lebar. "Saya akan memberikan yang terbaik. Ini adalah impian yang menjadi kenyataan bagiku."
Sementara itu, Daniel yang masih berada di Kanada tidak mengetahui bahwa Brenda, perempuan telah terobsesi dengannya, telah datang diam-diam ke negara ini. Dia menjalani hari-harinya seperti biasa, sibuk dengan pekerjaannya dan aktivitas sehari-hari.
Brenda, yang kini telah memulai karir modelingnya, menjaga identitasnya dengan baik. Dia tidak ingin membuat Daniel khawatir atau merasa terganggu oleh kedatangannya. Sebagai gantinya, Brenda berfokus pada pekerjaannya dan memaksimalkan peluang yang ada di Kanada.
Daniel adalah seorang pria yang tampan, kharismatik, dan kaya raya. Keberhasilannya dalam bisnis telah membuatnya menjadi salah satu tokoh terkenal di Kanada. Wanita-wanita sering kali tertarik pada keberadaannya, dan banyak yang berharap bisa mendapatkan perhatian darinya.
Namun, ada satu hal yang sangat penting bagi Daniel dalam mencari pasangan hidupnya. Dia menginginkan seorang wanita yang masih mempertahankan keperawanannya sebagai calon istrinya. Bagi Daniel, ini bukanlah tentang menilai nilai seseorang berdasarkan status keperawanannya, tetapi lebih tentang nilai-nilai dan keyakinan pribadi yang penting baginya.
Dia percaya bahwa perempuan yang memilih untuk tetap menjadi virgin sampai pernikahan adalah tanda komitmen dan kesetiaan yang kuat terhadap hubungan tersebut. Dia ingin berbagi momen istimewa pertama dalam hidupnya dengan seseorang yang sama-sama berkomitmen untuk menjalani pernikahan yang bahagia dan langgeng.
Daniel tahu bahwa dengan status sosial dan kekayaannya, banyak perempuan yang akan mencoba mendekatinya. Namun, dia berpegang teguh pada nilai-nilainya dan terus mencari pasangan yang memiliki keyakinan yang sama dengannya. Baginya, mencari cinta sejati adalah lebih dari sekadar penampilan atau harta; itu tentang menemukan seseorang yang cocok dengan hati dan jiwa.
Daniel mulai membayangkan sosok Ayuni, istrinya yang dikenal dengan perempuan desa yang sederhana namun sangat baik dan pandai melayani sebagai seorang istri, Ayuni adalah perempuan yang menghadirkan kedamaian dalam hidupnya, yang menerima Daniel seutuhnya.
Dia membayangkan bagaimana Ayuni dengan lembutnya akan merawat Daniel. Dia akan memasak makanan lezat dari bahan-bahan segar , menciptakan hidangan yang menggugah selera Daniel setiap hari. Ayuni akan menjaga rumah dengan penuh cinta dan kehangatan, menciptakan tempat yang nyaman bagi keduanya.
Daniel juga membayangkan bagaimana Ayuni akan selalu ada di sisinya, memberinya dukungan dan kasih sayang. Dia akan menjadi pendamping setia dalam setiap langkah hidupnya, berbagi sukacita dan duka yang mungkin mereka hadapi bersama.
Yang paling penting, dalam bayangan Daniel, Ayuni adalah sosok yang selalu setia kepada nilai-nilai yang mereka percayai bersama, termasuk pentingnya menjaga keperawanan sampai pernikahan. Mereka akan berbagi momen yang istimewa ketika saatnya tiba, dan itu akan menjadi momen yang membekas dalam ingatan mereka sepanjang hidup.
Membayangkan hubungan seperti ini membuat Daniel merasa hangat dan bahagia. Meskipun perempuan seperti Ayuni mungkin tampak jauh dari lingkungannya yang glamor dan sibuk, dia tahu bahwa ketulusan dan kebahagiaan yang akan mereka bagikan bersama adalah sesuatu yang sangat berharga.
Daniel, yang terbiasa dengan dunia yang malam dan berbagai kemungkinan dalam percintaan, mulai merasa bahwa Ayuni adalah seseorang yang benar-benar istimewa baginya. Saat dia duduk sendirian, dia berbicara dengan hati yang tulus.
"Kupernah mencintai seseorang, tapi Ayuni, kamu berbeda," kata Daniel dengan suara yang tenang. "Kamu membawa kebahagiaan yang sebelumnya tak pernah kukenal dalam hidupku. Kejujuranmu, kesederhanaanmu, dan kebaikan hatimu membuatmu istimewa." gumamnya
Dia merasa bahwa dalam kehadiran Ayuni, dia menemukan kedamaian dan kelegaan yang jauh lebih berarti daripada kilauan dunia yang pernah dia kenal.
"Dalam pelukanmu, aku merasa lengkap," ucap Daniel, senyum tulus di wajahnya. "Kita mungkin berbeda, tetapi itu adalah keunikan kita yang membuat kita pasangan yang sempurna."
Daniel merasa beruntung karena telah menemukan cinta yang istimewa dalam sosok Ayuni,