Aku akan merebutmu

1378 Words
Hari itu, matahari baru saja terbit, menerangi rumah Ayuni dan Daniel. Ayuni yang sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan spesial untuk suaminya, Daniel, sebelum dia berangkat kerja, tampak begitu senang. Ayuni begitu peduli terhadap suaminya meskipun ini adalah pernikahan kontrak. Dengan hati-hati, Ayuni memilih bahan makanan yang akan digunakan untuk sarapan. Dia ingin memastikan bahwa hari ini, Daniel menikmati makanan buatan tangan nya. Dia memilihkan roti gandum segar dan membuatkan omelet dengan tomat dan keju, makanan favorit Daniel. Tidak lama kemudian Daniel turun dari lantai atas dengan kemeja yang sudah rapi "Selamat pagi, mas. Aku sudah menyiapkan sarapan istimewa untukmu hari ini." Daniel terkekeh "Wow, terima kasih, Ayuni. Kamu selalu tahu bagaimana membuatku merasa senang." " aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu." Sahutnya Sambil mencicipi omelet yang disiapkan Ayuni, Daniel merasa begitu beruntung memiliki Ayuni sebagai istrinya. Pria tampan itu menoleh ke arah istri kelimanya tersebut "Di antara para mantan istriku, hanya kamu, Ayuni, yang selalu tahu bagaimana melayani suamimu dengan begitu baik." Ujar Daniel sambil mengunyah makanan nya "Aku melakukan ini semua karena ini adalah kewajiban ku sebagai seorang istri, meskipun aku tahu ini adalah pernikahan kontrak, tapi kita sudah menikah secara sah," sahut Ayuni Daniel merasa senang, karena dia telah menemukan istri yang sesuai dengan apa yang dia inginkan, yang selalu menjadikan kebahagiaan Daniel sebagai prioritas utama. Sambil tersipu malu, Ayuni tersenyum sambil menundukkan kepalanya, Mereka telah menikah selama beberapa minggu, namun Ayuni masih saja merasa canggung. "Kamu tahu Ayuni, masakan mu cukup enak, cocok di lidahku," ujarnya "Aku senang mendengarnya, mas." Sahut Ayuni sambil menuangkan segelas air putih. Setelah Daniel selesai makan sarapannya, Ayuni dengan penuh perhatian membantu Daniel memakaikan dasi. Meskipun masih sedikit gemetar, perempuan itu dengan hati-hati melilitkan dasi tersebut dengan perlahan. "Bagaimana, apakah ini pas?" Tanyanya, dia sudah beberapa kali belajar mengikat dasi, dan ini adalah hasilnya "Tentu saja. Terima kasih telah membantuku, Aku sangat beruntung memiliki istri seperti kamu." Pungkasnya merayu Setelah dasi terpasang dengan rapi, Daniel mencium bibir Ayuni dengan lembut sebelum berangkat kerja. Tubuh Ayuni seketika gemetaran, ini adalah pernikahan kontrak tapi cintanya terhadap laki laki itu tidak main-main, apakah Ayuni bodoh karena mencintai Daniel? Sementara, Daniel merasa kalau Ayuni adalah jawaban atas apa yang selama ini dia cari dalam diri seorang istri. Setelah empat pernikahan sebelumnya, dia merasa bahwa Ayuni adalah orang yang benar-benar memahami dan memenuhi kriteria yang selama ini dia idamkan. Dia merasa beruntung telah menemukan seorang istri yang begitu pandai dalam melayani dan menjaga perasaannya. Dalam diri dan sikap Ayuni, Daniel menemukan pasangan hidup yang memahami makna dari sebuah pernikahan dan kebahagiaan bersama. Mereka berdua merasakan ikatan yang kuat, dan ini adalah awal yang indah untuk perjalanan mereka sebagai suami istri. Apakah Daniel akan mempertahankan pernikahan ini dan melepaskan kontraknya? Sementara itu. Brenda merasa sangat terkejut saat datang ke rumah Daniel di Jakarta dan mendapat kabar bahwa Daniel dan istrinya telah pindah ke Toronto. "Apa kamu serius? Daniel dan istrinya pindah ke Toronto?" Tanyanya "Iya, Bu. Mereka memutuskan untuk pindah beberapa waktu yang lalu. Sepertinya mereka ingin memulai hidup baru di sana." Sahut pelayan itu Brenda merasa kesal campur aduk, antara keterkejutan dan kebingungan jadi satu. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi sejak terakhir kali dia berkomunikasi dengan Daniel. "Ini benar-benar tiba-tiba. Aku tidak tahu kalau mereka berencana untuk pindah." Gumamnya "Bu Brenda bisa mencoba menghubungi mereka untuk mendapatkan informasi lebih lanjut." Brenda merasa tidak perlu menghubungi Daniel untuk mencari tahu lebih banyak tentang situasi ini. Karena dia memiliki rencana yang lain. Brenda merasa sangat kesal dan frustrasi, seharusnya dia telah berhasil membuat Daniel kembali padanya atau setidaknya mendapatkan penjelasan atas situasi mereka, namun dia merasa semakin kesal dan putus asa dengan berita bahwa Daniel dan Ayuni telah pindah ke Toronto. "Ini tidak bisa di diamkan. Aku datang ke sini untuk mencoba memperbaiki hubungan kami, tapi sepertinya semuanya sia-sia." Batinnya Dia merasa tidak tahu harus berbuat apa, Brenda merasa perlu menyusul nya ke Toronto, karena Daniel dan Ayuni sudah pindah dari Jakarta. Brenda, tidak perlu merasa putus asa lagi untuk bisa mendekati Daniel, perempuan cantik itu memutuskan untuk menghubungi Tom Hunkin di Kanada dan meminta pekerjaan sebagai seorang model. Dia merasa bahwa ini adalah cara terbaik untuk mendekatkan dirinya kepada Daniel dan, pada akhirnya, merebutnya dari Ayuni. Tom Hunkin, yang mengenal Brenda sebagai teman lama, mungkin akan membantu dalam memberikan peluang pekerjaan sebagai model di Kanada. Namun, tujuan Brenda untuk merebut Daniel dari Ayuni dengan cara ini mungkin menimbulkan konflik suatu hari nanti. Perempuan cantik itu menghubungi Tom Hunkin dan berbicara dengan nya "Halo, Tom. Ini Brenda. Aku tahu sudah lama kita tidak berbicara. Aku punya permintaan spesial untukmu." Tom Hunkin mengerutkan keningnya "Brenda, apa kabar? Tentu saja, aku mendengarkan. Ada apa?" Brenda menghela nafas "Aku ingin meminta bantuanmu. Aku ingin pekerjaan sebagai model di Kanada. Aku tahu ini tiba-tiba, tapi aku memiliki alasan khusus." "Hmm, ini memang tiba-tiba. Apa alasannya, Brenda?" Tanya Tom "Aku ingin dekat dengan Daniel. Dia pindah ke sana dan menikahi seseorang. Aku merasa masih ada kesempatan untuk kami. Aku ingin merebutnya dari Ayuni." "Brenda, ini bisa menjadi langkah yang berisiko. Aku memahami perasaanmu, tapi mencoba merebut seseorang dengan cara seperti ini bisa menimbulkan masalah besar. Bukankah dulu kau yang meninggalkan Daniel demi laki-laki lain? Ayolah…hentikan kegilaan mu" Brenda terdiam sejenak "Aku tahu, Tom, tapi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan lagi. Aku masih mencintainya." Tom Hunkin menggelengkan kepalanya "Brenda, mari kita bicarakan lebih lanjut tentang pekerjaan sebagai model di Kanada. Tapi pertimbangkan baik-baik tindakanmu. Ini adalah situasi yang rumit, dan penting untuk mempertimbangkan perasaan semua orang yang terlibat." " Aku hanya ingin kembali bersama Daniel." ucap perempuan itu tegas "Brenda, biarkan Daniel bahagia, pernikahanmu dulu adalah pernikahan kontrak dan Daniel merasa kalau pernikahan kontrak kalian harus segera dihilangkan dan menggantinya menjadi sebuah pernikahan yang jelas tanpa adanya kontrak, tapi kau justru berselingkuh, membuat pria itu menceraikanmu, Tolong jangan ulangi kesalahan yang sama, bersikaplah realistis, Daniel juga butuh kebahagiaan, bahkan dia baru saja memesan pakaian malam untuk istrinya di pesta perusahaan." Ujar Tom Brenda merasa kesal mendengar kata-kata itu, "Aku tidak tahu harus berkata apa, Tom. Aku merasa begitu bodoh dan sia-sia. Aku ingin memperbaiki semuanya dan kembali pada Daniel bahkan aku rela menunggu pria itu menceraikan istrinya setelah kontrak selesai." Ujar Brenda "Aku tahu ini sulit, Brenda. Tapi kadang-kadang kita harus menerima kenyataan. Ini bisa menjadi saat yang baik untukmu untuk fokus pada dirimu sendiri dan mencari kebahagiaan di tempat lain." Brenda merasa sangat perlu untuk merebut kembali Daniel, meskipun dia tahu bahwa perjuangan ini akan sulit dan penuh dengan konsekuensi. Dia mungkin akan mencari berbagai cara, termasuk mungkin mencoba mendekati Daniel dengan cara yang tidak biasa atau bahkan lebih ekstrim. "Tom, aku mengerti risikonya, tapi aku benar-benar ingin Daniel kembali padaku. Aku bersikukuh untuk melakukannya, bagaimana pun caranya." Tom Hunkin menggelengkan kepalanya "Aku tidak tahu apa yang bisa aku katakan lagi. Ini adalah keputusanmu, tapi ingatlah bahwa mencoba merebut seseorang dari pernikahan adalah tindakan yang tidak etis dan bisa merusak banyak hal. Pikirkan dengan matang langkah yang akan kamu ambil." Brenda tetap bersikukuh "Aku tahu ini tidak mudah, Tom. Tapi aku merasa bahwa aku tidak bisa menyerah begitu saja." Brenda tetap teguh pada niatnya untuk merebut kembali Daniel, bahkan jika itu berarti mengambil risiko yang besar. Dalam hatinya, keinginan untuk kembali bersama Daniel terasa begitu kuat sehingga dia siap melakukan apa pun. Dia merasa bahwa Daniel adalah cinta sejatinya, dan dia tidak bisa hanya berdiri di sisinya dan menonton Daniel bahagia dengan orang lain. Brenda mungkin akan mencoba mempengaruhi hubungan Daniel dengan Ayuni. Meskipun Tom mencoba memberikan peringatan, namum dia merasa bahwa ini adalah saatnya untuk bertindak. Baginya, cinta adalah pemicu keputusannya, dan dia bersikeras untuk menjadikannya kembali bagian dari hidupnya, bagaimanapun caranya. "Aku tidak bisa melarangmu untuk melakukan apapun yang kau inginkan, kau sudah dewasa." Pungkasnya Dia merasa kalau Brenda sulit untuk dinasehati dan memiliki niat yang kuat dalam memiliki Daniel Pria kemayu itu kemudian menghela nafas "Sudahlah, aku telah mengatur kesempatan bagimu untuk bekerja di Kanada sebagai model. Ini adalah langkah pertama menuju rencanamu. Kau perlu bersiap-siap untuk terbang ke Kanada." Brenda merasa beruntung atas kesempatan yang diberikan oleh Tom, langkah ini akan membawanya lebih dekat pada usahanya untuk merebut kembali Daniel. "Terima kasih, Tom." Perempuan itu tersenyum lalu mematikan sambungan telepon, waktunya akan dimulai dan dia akan merebut kembali mantan suaminya tersebut
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD