Sesampainya di rumah, Daniel menuju ruang makan, dan Ayuni segera meletakkan tas kerja pria itu di atas meja.
"Istirahatlah sebentar, mas, aku akan menyiapkan capuccino dingin," ucap Ayuni seraya melangkah kembali ke dapur.
Beberapa detik kemudian, perempuan cantik itu tersenyum dan meletakkan capuccino dingin tersebut dan tersenyum.
Daniel menatap wajah cantik Ayuni,
Perempuan itu sangat pintar melayani Daniel dalam segala hal, sangat berbeda dengan beberapa mantan istrinya terdahulu hanya mementingkan uang dan berbelanja barang-barang branded.
"Aku tidak bisa memasak makanan luar negeri, jadi aku hanya membuat sop iga dan ayam goreng," Ujarnya
Daniel tertawa mendengar penuturan polos istrinya tersebut, perempuan ini benar-benar cantik dan memiliki sisi lembut yang berbeda.
"Tidak masalah kalau kalau kamu hanya bisa memasak makanan Indonesia, yang terpenting ada sambal, itu sudah cukup," ucapnya
Perempuan cantik itu tersipu malu mendengar penuturan Daniel, dia lantas meletakkan segelas air putih dan duduk di samping Daniel.
"Kita akan tinggal sementara di sini karena aku ada urusan yang sangat penting, maaf Jika beberapa hari ini aku tampak sibuk, jika kamu ingin pergi kemanapun, kamu bisa mengajak Tio berkeliling, dia akan mengantarmu," ucap Daniel
Ayuni menggelengkan kepalanya.
"Saya masih merasa sedikit aneh berada di negeri orang, suasana dan udaranya berbeda, maaf kalau saya terlihat seperti orang kampungan," ucapnya
Daniel terkekeh, dia menarik nafas panjang dan menatap wajah perempuan cantik itu lagi.
"Aku menyukai perempuan polos seperti kamu, selama ini aku sering bertemu dengan orang-orang yang berbeda, mungkin mereka kelihatan lebih modern. Tapi aku tidak menyukai gaya hidup perempuan seperti itu," ucapnya
Ayuni benar-benar berbeda, dia polos meskipun terlihat kampungan tapi Daniel menyukai perempuan ini.
Dia bahkan tidak bisa berbelanja barang-barang mewah, dan dia begitu menghargai uang.
Seperti mantan istrinya terdahulu, apalagi Brenda.
Dipikiran perempuan itu hanya ada uang dan berakhir perselingkuhan, dia memang sangat cantik bahkan sempat membuat Daniel tertarik dengan kecantikannya tersebut, Namun perempuan itu ternyata tidak sebaik visual nya.
Perempuan itu penuh dengan intrik dan juga kebohongan, itulah sebabnya Daniel menceraikan perempuan tersebut dan memberikan kompensasi uang secukupnya.
"Ay," ucap Daniel di sela-sela makan siangnya
"Iya mas,"
"Ambil kartu ini, belanja apapun yang kamu mau, Aku akan mengirimkan uang bulanan khusus untukmu di kartu itu, sementara uang bulanan untuk kebutuhan rumah aku mengirimnya pada pelayan utama, Aku sengaja melakukan itu karena aku tidak mau kau terlalu repot dengan urusan dapur, biarkan bibi rose yang berbelanja kebutuhan rumah, kamu tinggal mencatat apa yang kamu mau," ucap Daniel.
Ayuni terdiam, menikah dengan Daniel ternyata mampu membuatnya menjadi seperti seorang Ratu.
Pria itu pandai membuat perempuan betah berada di sampingnya.
"Terimakasih mas," sahut Ayuni
Daniel tertawa kecil, mereka sudah menikah hampir seminggu, tapi perempuan itu tampaknya masih saja terlihat canggung di hadapan Daniel.
Mereka kembali melanjutkan makan siang mereka dan sesekali berbincang santai mengenai masa lalu Ayuni dan penyakit neneknya yang membutuhkan begitu banyak biaya.
"Kamu tidak perlu khawatir mengenai kondisi nenekmu aku sudah meminta anak buahku yang ada di Indonesia untuk menjaganya, kamu bisa melakukan video call pada nenek karena aku sudah memberikannya ponsel," ujar Daniel
Ayuni melotot senang saat mendengar penuturan tersebut akhirnya dia bisa melihat wajah neneknya lagi.
"Mas, aku benar-benar berterima kasih karena kamu mau membantu keluargaku," ujar Ayuni
"Ayolah, Ay! Kita ini keluarga, di surat perjanjian tersebut tertera kalau aku akan menjagamu dan juga keluargamu," ucap Daniel
Ayuni mengangguk, ini adalah pernikahan kontrak tapi kenapa Ayuni berharap kalau ini bukan sekedar kontrak belaka.
Kebaikan Daniel membuat Ayuni tertarik padanya terlebih lagi wajahnya yang begitu sempurna
Dia bukan hanya tampan tapi juga kaya raya, dan siapa perempuan manapun akan mencoba mendekat ke arahnya dan merayunya.
Apakah Ayuni beruntung karena menikahi pria tampan ini, tapi Ayuni cukup sadar diri karena dia bukanlah perempuan modern dengan pakaian indah dan juga seksi.
Selesai menghabiskan makan siangnya, Daniel memilih naik ke lantai atas dan berganti pakaian.
Melihat Daniel naik mengikuti langkah pria tersebut, saat Daniel membuka kemeja yang dia kenakan, Ayuni dengan cekatan merapikan pakaian bersih di atas kasur, lalu mengambil pakaian kotor milik Daniel dan meletakkannya di dalam keranjang.
Daniel melihat kesungguhan perempuan tersebut, dia benar-benar merasa dilayani dengan baik sebagai seorang suami pada umumnya, dan entah kenapa dia merasa beruntung karena kali ini dia tidak salah pilih.
Ayuni memang sederhana tapi dia memiliki wajah yang cantik dan bentuk tubuh yang ideal, dia bahkan tidak banyak bicara dan menurut pada suaminya.
Pria tampan tersebut kemudian mengambil laptop yang ada di atas meja dan mengerjakan sebagian pekerjaan kantor dari rumah.
Sementara pekerjaan perusahaan, di handle sementara oleh Dave, asisten pribadinya.
Ayuni memandangi wajah tampan suaminya, d**a perempuan itu berdebar-debar, tanpa di sadari, Ayuni jatuh cinta pada Daniel.
Ayuni tahu seharusnya dia tidak boleh mencintai pria itu tapi perasaan ini tumbuh dengan sendirinya, Daniel sangat pandai membahagiakan seorang perempuan dan ucapannya cukup sopan.
Melihat Ayuni yang terus menerus menatap nya, membuat Daniel melirik.
"Sepertinya kau mulai terpikat denganku?" Ujarnya dan membuat Ayuni menundukkan kepala karena malu.
"Tidak masalah itu bagus, aku tidak melarangmu untuk mencintaiku," tambahnya
Ayuni berkeringat, jantung nya berdetak lebih kencang, sementara Daniel, hanya tertawa melihat reaksi perempuan itu.
Cukup menggemaskan, batin Daniel.
Pria tampan itu berdiri, mendekati Ayuni dan mengusap rambutnya, lalu jemari pria itu mengelus pipi mulus Ayuni.
"Surat kontrak itu tidak tertulis kalau diantara kita dilarang untuk jatuh cinta, Kau boleh menyukaiku, begitupun denganku," ujarnya
Ayuni menelan ludahnya kasar, dia terus menundukkan kepalanya namun Daniel mengangkat dagu perempuan itu dengan jari telunjuknya.
"Kita sudah menikah hampir satu minggu, tapi kau masih saja malu saat menatap suamimu ini," ujarnya
Ayuni menatap wajah tampan tersebut, dan bola matanya hampir saja keluar ketika Daniel mencium bibir perempuan itu dengan cepat.
"Aku menyukai sikap kampungan mu, wajah lugu mu dan cara bicaramu yang terlihat canggung pada ku," ujarnya
Ayuni hendak menunduk, tapi Daniel kembali mencium perempuan itu lagi.
"Mas," gumam Ayuni
Daniel terkekeh, jemari tangannya mulai menyentuh tengkuk leher perempuan itu dan dia meraba punggung Ayuni, hingga membuat ayuni tersipu malu.
Dia tahu ke mana arah jemari itu berhenti.
Jangan perlahan dia membuka pakaian istrinya satu persatu setelah itu memandang wajah cantik Ayuni dan membisikkan kata-kata di telinganya.
"Puaskan aku," ucapnya
Perempuan itu menelan ludahnya kasar, Daniel dengan cekatan membuka pakaiannya tempat di hadapan Ayuni dia bahkan melihat bagaimana pria itu berdiri dengan tubuh polos tanpa busana.
Tubuhnya benar-benar sempurna, Dia sangat tinggi dan berkulit putih.
Ini adalah jackpot, menikahi pria tajir kaya raya dengan wajah tampan memikat bahkan nyaris sempurna.
Dengan keberanian diri, dia menarik lengan pria itu agar tertidur di sampingnya, dia lantas meraba-raba tubuh pria itu agar pria tersebut terangsang.
Tidak perlu merasa malu, toh saat ini dia sudah menikah dan sah menjadi suami istri.
Walaupun pernikahan itu hanyalah pernikahan kontrak, tapi percintaan ini cukup nyata dan mereka kerap kali melakukannya.
Ayuni menciumi tubuh pria itu, memberikan rangsangan yang mampu membuat Daniel mendesah.
Siang ini, Ayuni yang pemimpin percintaan di atas ranjang, Sebenarnya dia masih malu untuk melakukan hubungan percintaan ini, tapi ini adalah kewajibannya sebagai seorang istri.
Mereka berdua bergumul menikmati sensasi kenikmatan luar biasa, tubuh mereka berkeringat ketika hentakan demi hentakan tercipta.
Suara desahan mereka bak nyanyian merdu di tepi pantai.
Ayuni melupakan, kalau dia terla
lu canggung untuk melakukan hubungan percintaan ini
Daniel terlalu memikat, dan Ayuni menginginkan tubuh pria itu terus menerus.