Daniel menatap kearah jalanan kota Toronto, hatinya dipenuhi dendam terhadap keluarga Alejandro. Konflik antara keluarga mereka telah memicu ambisi besar dalam dirinya. Dia tahu bahwa satu-satunya cara untuk menghancurkan Alejandro adalah dengan merampas klien besar perusahaan Alejandro dan membuat mereka bangkrut.
Dengan kebencian, Daniel mulai merencanakan langkah-langkahnya. Dia menyusup ke dalam dunia bisnis keluarga Alejandro dan dengan bermain cerdas, dia dan Dave mencoba membangun hubungan dengan pemimpin perusahaan klien keluarga tersebut.
Sementara itu, keluarga Alejandro tidak menyadari ancaman yang mendekat, mereka terlalu sibuk menghitung pundi pundi uang peninggalan Emilia.
"Aku sudah menyiapkan jadwal untuk meeting besok bersama dengan tuan Hermes, yang adalah salah satu klien yang cukup besar di perusahaan Alejandro," ujar Dave yang seketika membuyarkan lamunan Daniel
Daniel menoleh sekilas lalu kembali menatap jalan raya.
"Aku benar-benar ingin menghancurkan perusahaan tersebut, mereka sudah mencuri uang adikku dan menyakitinya sampai dia kehilangan nyawanya, sekarang adalah waktu pembalasan bagi mereka yang telah menghancurkan kehidupan adikku," ujarnya bergumam.
Dave mendekat dan berdiri di belakang kursi Daniel, yang saat itu sedang memandang jalan raya dari dalam ruangan kerjanya.
"Aku yakin mereka akan mendapatkan pembalasan yang jauh lebih hancur daripada ini, Jika saja kita tahu apa yang terjadi pada Emilia, Mungkin kita sudah membawa dia pergi dari sisi John dan menyelamatkan nyawa nya," ujar Dave
Daniel berbalik dan menghela nafas panjang
"Nasi sudah menjadi bubur, kita tidak bisa kembali ke masa lalu, yang harus kita lakukan sekarang adalah menghancurkan keluarga mereka," geram Daniel.
Dave mengangguk, pria tampan tersebut meletakkan berkas di atas meja lalu memundurkan langkahnya dan keluar dari dalam ruangan kerja Daniel.
Melihat berkas di atas meja, pria itu tersenyum menyeringai.
Mereka tidak mengenal siapa Daniel Smith yang sebenarnya, orang mungkin mengira kalau dia adalah seorang pria tampan yang hobi menikah kontrak dengan perempuan-perempuan perawan,
Namun kenyataannya tidak begitu, Daniel memiliki sisi gelap yang tidak semua orang ketahui.
______
Keesokan paginya.
Daniel duduk dengan santai di lobi hotel mewah bersama dengan Dave, asisten nya, mereka tampak tenang menunggu pertemuan dengan Tuan Hermes Birkin, seorang pengusaha terkenal dalam industri perhotelan.
Ketika pintu lift terbuka, seorang pria elegan dengan jas yang mahal dan senyum ramah keluar dari dalamnya. Itu adalah Tuan Birkin.
Daniel berdiri seraya menyambut kedatangan pria setengah baya itu.
"Tuan Birkin, sangat senang bisa bertemu dengan Anda." Ujarnya sopan.
Tuan Birkin mengulurkan tangannya dan berjabatan tangan
"Sama-sama, Daniel." Sahutnya, lalu duduk di bangku yang tersedia "Saya mendengar Anda memiliki proposal menarik tentang pembangunan hotel?" tanyanya
Daniel Mengangguk
"Benar sekali. Kami memiliki lokasi yang sangat menarik di dekat pantai, dan kami yakin bahwa proyek ini akan menjadi investasi yang sangat menguntungkan." Ujarnya
Tuan Birkin mengangkat alis
"Menarik. Apa yang membuat lokasi itu begitu istimewa?" tanyanya penasaran
Daniel membuka berkas dan memperlihatkan rencananya
"Lokasinya memiliki pemandangan laut yang luar biasa dan akses mudah ke pusat kota. Rencananya hotel ini akan menghadirkan pengalaman menginap yang mewah dan eksklusif." Sahut Daniel
Dave yang berada di sisi Daniel, hanya tersenyum mendengarkan penjelasan atasannya tersebut.
Tuan Birkin mengamati rencana Daniel dengan seksama
"Aku suka ide ini. Tetapi kau tahu, industri perhotelan adalah persaingan sengit. Apa yang membuat proyek mu berbeda dari yang lain?" Tanyanya lagi.
Tampaknya pria setengah baya itu cukup detil dan perfectionist dalam pekerjaannya, dan Daniel melanjutkan ucapannya.
"Kami memiliki tim desain yang luar biasa dan akan memadukan gaya arsitektur yang tak biasa. Kami juga berencana untuk menjadikan hotel ini ramah lingkungan dan berinvestasi dalam energi alam, Kurasa ini ini cukup bagus, terlebih lagi dalam kondisi alam yang memang tidak menentu, setidaknya back to nature adalah rencana terbaik tahun ini," ujar Daniel
Pria setengah baya itu tampak mulai tertarik dengan apa yang dijelaskan oleh Daniel. Dia hanya menganggukkan kepalanya.
"Itu semua terdengar sangat menarik, Daniel. Aku akan mempertimbangkan proposal ini dan berbicara dengan tim ku. Terima kasih atas pertemuan ini." Pungkasnya
Pada saat yang sama John Alejandro juga datang untuk bertemu tuan Hermes dan berniat memenangkan hati tuan Hermes agar memilih perusahaan Alejandro untuk pembangunan hotel,
Dengan hati-hati, John menyusun proposalnya, percaya bahwa hubungan bisnis lama keluarganya dengan Tuan Hermes akan menjadi keuntungan besar.
John menghampiri meja resepsionis
"Aku punya janji bertemu dengan Tuan Birkin." Ucapnya datar
Petugas Resepsionis Memeriksa jadwal
"Maaf, Tuan Alejandro. Tuan Birkin sedang dalam pertemuan dengan tamu lain. Silakan tunggu sebentar di lobi." Pintanya
Tidak lama kemudian, John diundang ke ruang pertemuan yang sama di mana Daniel telah bertemu dengan Tuan Hermes.
John tersenyum lebar dan menjabat tangan pria setengah baya itu
"Tuan Birkin, sangat senang bisa bertemu dengan Anda lagi. Kami, keluarga Alejandro, memiliki hubungan bisnis yang telah berhasil bersama selama bertahun-tahun. Kami yakin bahwa saat kau memilih perusahaan kami untuk pembangunan hotel, ini adalah langkah yang tepat." Ujarnya penuh percaya diri
Tuan Birkin mengangguk mendengar penuturan pria muda itu.
"Aku menghargai hubungan bisnis yang telah lama." Ucap nya sambil membaca proposal John dengan detail, "Namun, aku juga telah mendengar proposal yang menarik dari Daniel Smith. Mereka memiliki visi yang menarik untuk proyek ini." Tambah nya.
John mengernyitkan dahi
"Tuan Birkin, bisnis keluarga kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, kau sudah tahu bagaimana pelayanan di perusahaan kami." Ujarnya
"Aku memahami itu, Tuan Alejandro. Tetapi setelah mempertimbangkan kedua proposal ini dengan hati-hati, aku memutuskan untuk bekerja sama dengan Daniel Smith.
John tampak Terkejut
"apakah Anda yakin?" Tanyanya
"Ku pikir , rencana mereka memiliki ide yang ku anggap lebih menarik dan inovatif. Ku berharap kau memahami keputusan ku." Ucapnya sopan
John tersenyum dan menutupi kekecewaannya dari tuan Birkin.
Dia keluar dari ruangan dengan rasa kecewa. Dia tidak bisa menahan perasaan frustrasinya. Meskipun dia telah berusaha keras, Tuan Hermes memilih perusahaan Daniel Smith untuk membangun hotel terbaru perusahaan Birkin.
Dalam perjalanannya pulang, John memikirkan keputusan yang telah diambil Tuan Hermes.
Dia merasa bahwa ini bukan hanya kekalahan bisnis biasa, tetapi juga sebuah penghinaan terhadap keluarga Alejandro.
Pria tampan itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan kembali pulang ke rumah.
Hari ini dia benar-benar kesal sekaligus malu, itulah sebabnya Dia memutuskan untuk pulang ke rumah daripada kembali ke kantor.
John Alejandro duduk di ruang tamu, wajahnya masih mencerminkan rasa kecewa setelah pertemuan dengan Tuan Hermes Birkin.
Ayah John, yang duduk di sebelahnya, bisa merasakan kekesalan itu
"Ada apa? Wajahmu tampak kesal, bagaimana dengan tuan Hermes? Apakah meeting tadi berjalan lancar?" Tanyanya
John mengeram kesal,
"Semua Karena perusahaan baru yang bernama Smith corporate, dia yang memenangkan tender itu, ini membuatku malu sekaligus marah seolah-olah harga diriku hancur di hadapan mereka," geram John
"Sebenarnya siapa Daniel Smith ini? Sebelumnya, kita tidak pernah mendengar tentang perusahaan Smith di Toronto." Ujarnya penasaran
John menghela nafas berat
"Aku tidak tahu banyak tentangnya, Tapi sepertinya, dia adalah seorang pengusaha yang relatif baru di bidang ini." Sahut John
" Tapi bagaimana mungkin Tuan Hermes memilihnya daripada keluarga kita? Sebelumnya kita memiliki hubungan bisnis yang kuat dengan perusahaan Birkin." Pungkasnya
John menggelengkan kepalanya,
"Aku sedang tidak mau membicarakan pria tersebut, mendengar namanya membuat ku semakin marah," geramnya
Ayah John seketika terdiam, dia tak kalah kesal dengan putranya tersebut.
Keluarga Alejandro tidak mengetahui bahwa Daniel Smith adalah kakak dari mantan istrinya, seseorang yang pernah John sakiti dan tinggalkan.
Sementara itu di ruang meeting Tuan Birkin.
Daniel Smith tersenyum lebar setelah menandatangani berkas kerjasama pembangunan hotel. Ini adalah hal yang telah dia nantikan
"Terima kasih, Tuan Birkin. Kami akan memulai proyek ini dengan cepat." Ujar Daniel
"Aku yakin jika proyek ini akan menjadi sukses besar." Timpalnya
Dua saling tersenyum dan memandang satu sama lain.
Dalam hati Daniel, saat tanda tangan berkas kerjasama tersebut terjadi, dia merasa seperti kemenangan besar dalam hidupnya.
Perasaan dendam terhadap keluarga Alejandro membuat Daniel berniat menghabisi seluruh keluarga tersebut.
" Inilah saat yang tepat untuk membalaskan dendam kematian adikku. Keluarga Alejandro harus merasakan apa yang pernah Emilia rasakan." Batin nya
Daniel merencanakan langkah selanjutnya dan memastikan bahwa proyek hotel ini tidak hanya akan menjadi kesuksesan bisnis, tetapi juga jalan untuk menghancurkan keluarga Alejandro.
Setelah menyelesaikan pertemuan pentingnya dengan Tuan Hermes Birkin, Daniel memilih pulang ke rumah untuk memberikan kejutan pada Ayuni, perempuan desa yang dia nikahi secara kontrak, namun pere
mpuan itu sangat berbeda dengan istri-istrinya yang lain, dia polos dan menggemaskan.
Daniel berharap, kalau Ayuni akan merasa kerasan tinggal di Kanada daripada Indonesia.