malam pukul 23.00
Daniel terbangun, dia melihat ponselnya berdering lalu pria tampan tersebut mengerutkan kening saat menatap layar ponselnya tertera nama Dave, asistennya yang bekerja di Kanada, Toronto.
"Dave, apa kau tahu kalau di Indonesia ini sudah tengah malam?" geram nya, saat dia baru saja menyambung kan panggilan tersebut.
"ini tentang adikmu!" ujar Dave datar
pria tampan itu mengerutkan keningnya, dia langsung duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, pasti ada yang tidak beres, batin Daniel.
"maksudmu, Emilia?" tanyanya
"Yap," sahut Dave.
Daniel memijat pelipisnya
"ada apa lagi dengan Emilia? bukankah dia pergi dan meninggalkan rumah tanpa permisi untuk menikah dengan laki-laki pilihannya?" ujar Daniel
"Adikmu meninggal Daniel, pendarahan hebat yang terjadi membuatnya kehilangan nyawa, datanglah segera ke Toronto, aku akan menceritakan semuanya," ujar Dave
pria tampan tersebut merasakan jantung yang berdetak sangat kencang, pasti ada yang tidak beres di sini.
"aku akan pergi ke Toronto besok pagi, aku tidak mungkin membawa istriku malam-malam begini," ujarnya
Dave mengangguk, dia lalu mematikan sambungan telepon.
Daniel segera menghubungi Tio, dan meminta pria itu untuk menyiapkan pesawat pribadinya karena dia akan pergi ke Kanada besok pagi.
Saat Daniel meletakkan ponselnya di atas meja dia memandang ke arah langit-langit kamar.
Dia masih tidak percaya bahwa adik kesayangannya sudah meninggal karena pendarahan apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan Emilia setelah dia pergi dari rumah?
Ayuni menoleh kearah Daniel dan mengusap punggungnya
"Tuan," panggilnya
Daniel menoleh
"Berhentilah memanggilku Tuan, saat ini kau adalah istriku, jangan biasakan memanggilku Tuan apalagi di depan umum itu akan sangat tidak baik untukku," ujarnya
Ayuni menganggukkan kepalanya
"Kamu terlihat gelisah, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Ayuni
Daniel menghela nafas panjang
"Persiapkan dan kemasi pakaianmu sekarang, besok pagi kita akan pergi ke Toronto, adikku meninggal dan aku harus melihat jenazah nya," ujar nya
Ayuni menganggukkan kepala tanpa berkata panjang lebar.
Perempuan cantik itu langsung berdiri dan mengusap wajahnya agar tidak terlalu mengantuk.
sementara Daniel, mengepalkan tangannya keras.
"aku yakin pasti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan aku harus tahu apa itu!" batin nya
_____
pagi-pagi sekali, Ayuni dan Daniel pergi ke bandara, mereka harus terbang ke Toronto pagi ini juga,
Ayuni berdiri di depan pesawat, matanya terbelalak dan kakinya kaku.
Daniel menyadari keanehan pada Ayuni.
"Ada apa?" tanyanya
"Sejujurnya, aku belum pernah naik pesawat terbang, bagaimana jika aku mabuk udara?" tanyanya
Daniel tertawa dan merangkul bahu Ayuni.
"Kau bisa tidur dan aku akan menjagamu, percayalah," ujarnya
Perempuan desa tersebut melangkahkan kakinya naik ke tangga pesawat, tubuhnya gemetaran, dia memang kampungan, tapi setidaknya dia telah mencoba pesawat untuk pertama kalinya.
Saat pesawat mulai lepas landas, terbang melintasi samudera menuju Kanada, tubuh Ayuni gemetaran dan keringat dingin.
Daniel terkekeh dan menggenggam tangan nya.
"Semuanya baik-baik saja, percaya padaku," bisiknya.
Ayuni menghela nafas panjang, dia lantas meminum obat pereda sakit kepala dan memaksakan matanya untuk terpejam.
________
Sesampainya di Kanada, Daniel memerintahkan anak buahnya untuk membawa Ayuni pulang ke mansion, sementara dia dan Dave pergi ke pemakaman berdua.
Pemakaman tampak sepi.
Daniel berdiri di depan makam adiknya, dia tidak menyangka jika nasib adiknya akan seperti ini.
Menikah tanpa restu, adalah pilihan Emilia, namun, dia memilih pria yang salah.
Pria bodoh yang memanfaatkan Emilia untuk mencari uang, sementara, John? Dia asik sendiri dengan dunianya.
Seandainya Daniel tahu kalau John, akan membuat adiknya menderita dan mati konyol. Mungkin dia akan membawa Emilia pergi dari sisinya, dan mungkin saja, Emilia masih hidup hingga saat ini.
Kemarahan John tidak bisa di tahan lagi, bagaimana pun caranya, dia harus membalaskan dendam adiknya.
Bagi Daniel, nyawa di bayar dengan nyawa.
John harus merasakan seperti apa yang dia rasakan, kehilangan adik perempuan, adalah hal paling menyedihkan di dunia ini.
Langkah pertama yang harus dia lakukan adalah mendekati adik dari John, setelah itu menghancurkan bisnis keluarganya.
Mereka harus mendapatkan pembalasan dari rasa sakit Emilia.
Waktunya akan tiba, Daniel akan menghancurkan keluarga Smith dan membuat mereka bangkrut.
Dia memakai kacamata hitam lalu beranjak pergi dari area pemakaman, mobil mewah pergi meninggalkan pemakaman tersebut, tapi tidak dengan kemarahan Daniel
"kamu sudah menemukan di mana rumah perempuan itu?"
"maksudmu, adik John?"
Daniel mengangguk
"Yap,"
Dave menoleh
"aku sudah menemukannya, dia tinggal di apartemen Blok G, lokasinya tidak jauh dari Central Park," ucapnya
Daniel tersenyum puas, mulai sekarang dendam yang akan terbalaskan,
"lalu bagaimana dengan perusahaan John? kudengar, mereka akan launching berlian untuk musim semi, itu sangat bagus, jadi kita harus mulai mendekati perusahaan tersebut, ajak kerjasama dengan perusahaan ku, tapi rahasiakan identitas ku, aku tidak mau jika John, mengetahui bahwa aku ada di balik semua ini,"
Dave mengganggukan kepalanya dan mendengarkan dengan baik perintah dari atasannya tersebut.
Daniel sudah tidak sabar untuk menghancurkan perusahaan tersebut dan menjadikan mereka miskin, hingga mereka kelaparan.
ini tidak seberapa dengan rasa sakit yang Emilia rasakan, dia dijadikan sebagai pelayan dirumah keluarga Alejandro,
mereka menghinanya, mencuri uang milik Emilia di bank dan menjadikan uang tersebut sebagai modal untuk produksi berlian di musim semi,
Emilia hancur secara fisik maupun mental, tapi tidak ada satu orang pun yang memperdulikan dirinya.
John juga kerap kali bersikap kasar bahkan dia sering memukul Emilia jika Emilia tidak mendengarkan perkataannya.
dan sekarang waktunya pembalasan, Emilia mati karena keguguran dan pendarahan hingga kehilangan nyawanya.
Daniel tidak akan pernah memaafkan keluarga Alejandro, dan mereka, satu persatu akan mendapatkan pembalasan yang setimpal.
_____
Mansion Alejandro
"Apa kau pernah memikirkan tentang Emilia, istrimu? aku tidak menyangka kalau dia akan mati secepat ini," ucap Roberta.
John menoleh, dia memutar gelas wine ditangannya.
"Aku tidak merasa membunuhnya, dia terjatuh dari tangga ketika kami sedang bertengkar, itu kan hanya kecelakaan," sahut John
Roberta menghela nafas panjang, dia menggenggam tangan suaminya yaitu tuan Tom Alejandro,
"Tentu saja, aku yakin kalau putraku tidak membunuh perempuan tersebut, itu hanya kecelakaan, lagipula, semua salah Emilia, bukankah seharusnya dia memperhatikan langkahnya agar tidak terjatuh," ucapnya
"Kudengar dia masih memiliki seorang kakak laki-laki, tapi aku belum pernah melihatnya, Emilia tidak mengatakan apapun mengenai keluarganya," pungkas John
Roberta tertawa
"Dia adalah perempuan yang tidak berguna, datang ke keluarga ini dengan membawa uang yang sedikit, bukankah kau bilang, jika Emilia berasal dari keluarga kaya raya? semua hanya omong kosong." ucapnya
John terkekeh mendengar perkataan ibunya.
"Semula aku juga berpikir kalau dia adalah salah satu putri dari seorang billionaire, tapi ternyata aku salah, dia datang ke rumah ini tanpa membawa apapun dan hanya membawa satu tas berisikan pakaian, aku menyesal karena telah menikahi perempuan itu," ucapnya
Tuan Tom Alejandro menoleh, dia mematikan cerutunya dan menghela nafas
"Apa kalian tidak bosan karena terus-menerus membicarakan tentang Emilia? dia sudah mati dan lupakan saja perempuan itu," ucapnya
Roberta tertawa,
Saat ini mereka sedang menikmati segelas wine setelah kematian Emilia,
John adalah pria materialistis,
pria yang hanya memanfaatkan perempuan kaya raya untuk dinikahinya dan mendapatkan uang dari hasil pernikahan tersebut.
wajahnya sangat tampan dan banyak sekali perempuan-perempuan yang terobsesi dengan ketampanannya tersebut, tapi dibalik wajah tampan yang itu... tersimpan niat jahat untuk menguasai kekayaan perempuan-perempuan itu, dan menikmati kekayaan itu untuk bersenang-senang.
dia akan meninggalkan perempuan itu setelah berhasil mengambil kekayaannya dan uang yang ada di bank milik perempuan itu.
sungguh kejam, tapi seperti itulah John Alejandro.