Di tolak mentah-mentah

1095 Words
Brenda merasa terpukul mendalam saat mengetahui bahwa Daniel, telah menikahi perempuan lain. Rasa sakit dan kecewa membakar hatinya, mendorongnya untuk merencanakan balas dendam. Dengan perlahan, Brenda menyusun strategi licik untuk membalas perlakuan Daniel. Dia mulai mengumpulkan informasi tentang perempuan yang dinikahi Daniel, mencari celah yang bisa dia gunakan untuk menghancurkan hubungan mereka. Rasa marah dan sakit hati melonjak di dalam dirinya, membuat Brenda berkeinginan untuk membalas dendam. Brenda mulai merencanakan langkah demi langkah yang licik untuk menghancurkan hubungan Daniel dan Ayumi. "Dia tidak bisa begitu saja melupakan ku, dan hidup bahagia dengan wanita lain. Aku harus membuatnya merasakan penderitaan yang sama." geramnya Buku catatan terbuka di depan Brenda, dia mulai menulis rencana jahatnya. Brenda berbisik kepada dirinya sendiri " Pertama, aku harus mengumpulkan informasi tentang perempuan itu. Teman-temannya, hobi, kebiasaan... segalanya yang bisa kupakai untuk menghancurkannya." Brenda mulai menjelajahi media sosial dan mencari tahu lebih banyak tentang istri baru Daniel. Brenda menggumam sambil tersenyum kejam. "Aku bisa membuat semua orang tahu tentang pernikahan kontrak nya dengan Daniel, agar semua orang tahu kalau perempuan itu hanyalah seorang perempuan murahan yang dibayar cukup mahal untuk menjadi istri kontrak Daniel," Brenda tersenyum licik, dia bisa membuat Daniel meragukan setiap kata yang keluar dari mulut istri kontrak nya itu dan Perlahan-lahan, menggerogoti kepercayaannya. Brenda merenung sejenak, merencanakan cara untuk menghasut keraguan dalam pikiran Daniel. sementara itu, Daniel, yang merasa khawatir akan rencana balas dendam Brenda, menghubungi asistennya, Tio. Daniel meminta agar Tio beserta anak buahnya menjaga Ayumi, perempuan yang dinikahinya, dari segala niat buruk yang mungkin dimiliki Brenda. Meskipun perasaan cemasnya terhadap rencana balas dendam Brenda tampaknya menguasainya, Daniel menghubungi Tio via telepon. Panggilan berdering, Tio mengangkat panggilan tersebut. "iya, tuan," "Tio, aku benar-benar perlu bicara denganmu tentang sesuatu yang sangat penting. Ini menyangkut Ayumi dan situasinya dengan Brenda." Tio mengerutkan keningnya "Apa yang terjadi, Tuan?" Daniel menarik napas dalam-dalam "Ini masalah besar. aku yakin Brenda merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Ayumi. Aku tidak tahu pasti apa rencananya, tapi aku merasa kita perlu mengambil tindakan!kita tahu persis seperti apa sifat perempuan itu," Tio mengangguk perlahan "Baiklah tuan, aku akan meminta anak buahku untuk berjaga di depan rumahmu," ucapnya Daniel menggelengkan kepalanya "Jangan terlihat seolah-olah kalian sedang menjaga Ayuni, perempuan itu sangat licik dan aku tahu benar seperti apa dirinya, perempuan itu sangat manipulatif dan pintar berkata-kata, kau harus berhati-hati saat mendengar ucapannya, karena dia sangat pandai memutarbalikkan fakta dan seolah-olah dia adalah korban," ujar Daniel "Baik Tuan," "Dan satu lagi, tutup semua akses jika terjadi sesuatu ataupun beranda berniat memperburuk Citra namaku di media sosial," ujarnya Tio mengangguk "aku akan memastikan bahwa skandal pernikahan kontrakmu terhadap beberapa perempuan akan tetap tertutup," sahutnya "Bagus, kerjakan permintaan ku mengenai anak buahmu, pinta mereka agar tinggal di paviliun ku untuk sementara," pungkas Daniel Tio menganggukkan kepalanya, dia mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh tuannya tersebut. Daniel kemudian menutup sambungan telepon tersebut, dia menatap ke arah jendela dari dalam ruangan kerjanya. "tidak akan kubiarkan kau menghancurkan hidup ku, jika kau sampai membocorkan tentang pernikahan kontrak kepada perempuan-perempuan yang ku sewa, aku akan benar-benar menghabisi mu, dan membuat hidupmu sengsara!" Di kediaman Rumah Daniel. Ayuni melotot saat dia melihat pakaian-pakaian seksi di dalam lemari, bagaimana dia memakai pakaian aneh seperti itu? Perempuan cantik itu hanya bisa menarik nafas panjang dan menelan ludahnya, tapi ini adalah bagian dari kontrak yaitu melayani hasrat nafsu dari pria tersebut selaku suami kontraknya. Dengan tangan gemetaran dia meraih salah satu pakaian yang sangat minim dia benar-benar malu jika harus memakai pakaian seperti itu di hadapan suaminya. Daniel sangatlah tampan dengan wajah bulenya yang rupawan, sebagai seorang perempuan, Ayuni masih terlihat malu-malu ketika Daniel menetap ke arahnya. Apakah ini cinta? Ataukah hanya sebuah ketertarikan belaka, Ayuni tidak boleh mencintai pria tersebut karena pernikahan mereka adalah pernikahan kontrak dan Daniel bisa saja menceraikan Ayuni kapanpun dia mau. Sebuah panggilan telepon dari Daniel membuat perempuan itu berlari mengambil ponsel di atas meja. "Iya, Pak," ucapnya gugup "Ay, apakah pakaian di dalam lemari sudah kau lihat? Aku sengaja membelikannya untukmu, bersiaplah karena nanti malam aku akan meminta jatahku sebagai seorang suami," Ayuni menelan ludahnya kasar, haruskah mereka berhubungan intim lagi? Bukankah kemarin malam mereka baru saja berhubungan, apakah hasrat birahi pria itu sangatlah tinggi sampai-sampai mereka harus sering melakukan hubungan tersebut. Daniel memang suaminya tapi sebagai seorang perempuan, dia juga ingin beristirahat sejenak. "Tapi, Pak," Ayuni tak meneruskan kata-katanya. "Sudahlah Ay, ikuti saja keinginan ku, aku sudah membayar mu dengan mahal," pungkasnya Tak ada yang bisa Ayuni lakukan sekarang selain mengikuti keinginan Daniel. Pengusaha kaya raya yang memiliki hasrat seksual berlebihan. Daniel menutup sambungan telepon tersebut dia tersenyum menyeringai lalu kembali terfokus pada pekerjaannya. Daniel, kemudian berdiri, dia melangkah ke ruangan meeting dimana para karyawannya sudah menunggu Mereka berkumpul untuk membahas persiapan menuju peluncuran hotel yang akan dilakukan bulan depan. Kegembiraan dan antusiasme terasa di di ruangan itu. Daniel tersenyum dengan semangat "Kita semua tahu bulan depan adalah momen besar bagi kita karena hotel baru kita akan diluncurkan. Saya sangat berterima kasih atas kerja keras dan dedikasi kalian selama ini." ujarnya Aris tersenyum "Terima kasih, Pak Daniel. Kami juga sangat bersemangat untuk peluncuran hotel baru ini." Daniel mengangguk "Bagus sekali mendengarnya. Kita harus memastikan semuanya berjalan lancar dan sesuai rencana. Fasilitas, layanan, dan pengalaman tamu harus menjadi prioritas utama kita.' Jessy mengangkat tangan "Pak Daniel, apakah ada persiapan khusus yang perlu kami perhatikan dalam menjelang peluncuran?" Daniel tersenyum "Tentu saja. Pertama, pastikan bahwa semua fasilitas dalam kondisi sempurna. Kolam renang, spa, restoran, dan juga rooftop bar harus siap menyambut tamu dengan baik." "Saya akan memastikan semuanya diperiksa dan disiapkan dengan baik, Pak." " Bagus. Selain itu, layanan kepada tamu harus ekstra ramah dan profesional. Setiap tamu adalah prioritas kita, dan kita ingin mereka merasa diperhatikan dan dihargai selama menginap di hotel." para karyawan menganggukan kepalanya "Kami akan memberikan pelatihan tambahan kepada staf dalam hal pelayanan dan keramahan." Daniel terlihat sangat puas, dia sudah tidak sabar untuk melihat launching pembukaan hotel milik nya. "Sangat baik. Terakhir, mari kita berpikir kreatif mengenai cara mempromosikan peluncuran hotel ini. Ide-ide segar akan membuat kita menonjol dan menarik perhatian lebih banyak tamu." " Kami akan mulai mengembangkan rencana pemasaran yang menarik dan inovatif, Pak." Daniel tersenyum lebar "Saya tahu kalian semua punya semangat dan kemampuan untuk membuat peluncuran hotel ini sukses. Kita bekerja sebagai tim, dan bersama-sama kita akan menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi tamu-tamu kita." para karyawan bersorak " Untuk kesuksesan hotel baru kita!" Semua karyawan mengangkat gelas mereka dan bersorak dengan semangat. Persiapan untuk peluncuran hotel baru semakin intens, tetapi semangat mereka tak terbendung. Daniel merasa bangga memiliki tim yang begitu berdedikasi dalam menjalankan proyek ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD