The Time Between Us

1154 Words

7 tahun kemudian.. Seorang anak lelaki kecil menghampiri kamar yang masih gelap tertutup tirai. "Ma..." rengeknya. Aku menggeliat. "Hmmm.. sayang udah bangun?" Anak lelaki itu memandangku. "Ganta laper..." "Iya Mama bangun. Maaf sayang Mama tidurnya malem." "Mama ngantuk ya..." Aku tersenyum menatapnya. Anak lelakiku.. Aku bangkit dan membuka tirai jendela. Menggerakan sedikit badanku. Lalu beranjak ke arah dapur. "Anak Mama tumbenan bangunnya pagi. Biasanya harus dibangunin dulu." "Ganta gak sabarlah mau pergi sama Papa Liam." Aku tersenyum menatapnya duduk di sofa sambil menyalakan televisi. Jelang dini hari aku sempat bangun untuk memasak nasi. Jadi sekarang tinggal gorengin telur deh. Untung juga Ganta tidak rewel sering sarapan dengan telur. "Pagi kak.." sapa Chelsea. "P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD