Aku tersedak saat dia menanyakan itu. Untuk apa? Sedari tadi pembahasan kami hanya sekitar pekerjaan. Aku terdiam menatap wajahnya. "Sorry kalau pertanyaan saya terlalu pribadi." Sahutnya. "Gapapa kok pak. Aku.. mm... maksudnya saya.." "Liam, Cinta! Panggil Liam diluar jam kantor. Dan pakai aku-kamu no problems..." Wajahnya memberengut tak senang. "Iya pak.. emm, Liam. Aku belum punya pacar. Tapi aku sedang dekat dengan seseorang. LDR sih tapi ya begitu deh.." "Hmm... bukan pacar tapi LDR. Interesting.." Untunglah kemudian dia menanyakan hal lain. Aku hanya menjawab tanpa berani bertanya balik tentang dia. Lagipula siapa aku? Pukul 9 malam dia mengantarku kembali ke apartemenku. Liam menahan tanganku sebelum aku membuka pintu. "Boleh kapan-kapan aku ajak kamu dinner lagi?" Aku sed

