21. Tidak Sabar

1126 Words

Sejak sore Wikra sudah mondar-mandir tidak jelas, ada yang membuat hatinya tidak nyaman. Ia memegang erat surat perjanjian yang sangat menguntungkannya tersebut. Wikra tidak tahu kenapa perasaan tidak nyaman itu muncul. Padahal semua berjalan sesuai keinginannya. Tanpa dia berusaha, Yifei akan menyerahkan hak asuh, lalu tanpa dia mencari alasan cerai, dengan suka rela Yifei pergi. Sebenarnya apa yang membuat hatinya tidak nyaman seperti ini? "Ahin, ibumu ke mana?" Baru pulang dari kantor, ia langsung mencari Yifei. Bocah kecil itu sedang bermain bersama kucingnya, mobilan truk diisi kucing lalu ditarik keliling rumah. Katanya dia ingin jadi supir truk yang muat kucing. Waktu kecil Wikra punya cita-cita yang lebih aneh dari Ahin, jadi dia tidak masalah dengan cita-cita Ahin sekarang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD